Kompas.com - 26/10/2013, 14:17 WIB
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Didi Irawadi Syamsudin menilai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tidak tegas dalam menindak media-media yang mengiklankan partai politik tertentu. Selain KPI, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga dinilai tidak tegas menindak parpol yang bersangkutan.

"KPI kurang berperan dan menunjukkan gigi, padahal jelang pemilu seperti ini banyak sekali pelanggaran penyiaran di televisi," ujar Didi dalam diskusi bertajuk "Pesta Demokrasi 2014 untuk Indonesia Lebih Baik", di Jakarta Pusat, Sabtu (26/10/2013).

Ia menyatakan, KPI sangat tegas dalam menindak TVRI pasca-penyiaran penyelenggaraan Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat. Di sisi lain, kata dia, terhadap stasiun televisi swasta yang kerap menayangkan iklan kampanye partai lain dan calon presiden lain, KPI tidak menunjukkan ketegasannya.

"Padahal, terhadap televisi swasta yang luar biasa rating-nya, ke mana KPI? Karena ini bukan hanya kepentingan satu partai, tapi banyak partai, termasuk partai yang baru jadi peserta pemilu," kata anggota Komisi III DPR itu.

Selain KPI, dia juga menilai Bawaslu tidak jeli melihat pelanggaran pemilu. Bawaslu, kata Didi, tidak menilai iklan partai politik di media penyiaran sebagai bentuk kampanye.

"Tapi, kalau sudah menunjukkan nama partai dan dilakukan terus-menerus itu termasuk iklan kampanye," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.