Dipaksa Tanda Tangan, Istri Sukotjo Mengaku Didatangi Provos

Kompas.com - 22/10/2013, 15:39 WIB
Sylvia Mariani Kusumaningrum menangis ketika bersaksi dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan driving simulator Surat Izin Mengemudi (SIM) di Korps lalu Lintas Polri dengan terdakwa Budi Susanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (22/10/2013). Sylvia merupakan istri tersangka Sukotjo S Bambang, Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia. Sent from Samsung Mobile Sylvia Mariani Kusumaningrum menangis ketika bersaksi dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan driving simulator Surat Izin Mengemudi (SIM) di Korps lalu Lintas Polri dengan terdakwa Budi Susanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (22/10/2013). Sylvia merupakan istri tersangka Sukotjo S Bambang, Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia. Sent from Samsung Mobile
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Istri Sukotjo S Bambang, Sylvia Mariani Kusumaningrum, mengaku dipaksa menandatangani kertas kosong oleh Direktur PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (CMMA) Budi Susanto. Saat itu, pihak Budi ditemani anggota Provos Polrestabes Bandung mendatangi pabrik PT Inovasi Teknologi Indonesia (PT ITI). Sukotjo adalah Direktur PT ITI, perusahaan rekanan PT CMMA.

"Ada orang-orang Budi Susanto, kemudian beberapa orang Provos dari Bandung datang masuk ke pabrik. Menyuruh saya menandatangani kertas kosong, belum ada isinya," terang Sylvia saat bersaksi dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan proyek Simulator SIM dengan terdakwa Budi Susanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (22/10/2013).

Sebelumnya, Sylvia telah menjelaskan penandatanganan paksa itu ketika ditanya Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi. Namun, tampaknya tim kuasa hukum Budi belum puas dan terus menggali keterangan Sylvia mengenai hal itu.

"Bisa Anda ceritakan bagaimana dipaksa?" tanya kuasa hukum Budi, Rufinus.

Namun, Sylvia lagi-lagi tak kuasa menahan air matanya. Sylvia tak mampu menjawabnya dan mengaku trauma jika mengingat kejadian tersebut. Menurut Sylvia, setelah diminta tanda tangan kertas kosong, dia diminta menulis pernyataan bahwa akan mengembalikan uang kontrak simulator yang sudah dibayar PR CMMA. Saat itu, Sylvia yang juga menjadi Komisaris PT ITI mengaku tidak bersedia. Suaminya pun sempat ditampar. Sementara itu, aset Sukotjo juga disita.

"Akhirnya saya dan suami keluar dari pabrik 21 Juli," kata Sylvia.

Menurut pihak Budi, Sukotjo tidak bisa menyelesaikan pengadaan simulator sesuai perjanjian, sehingga pabriknya disita dan diminta mengembalikan uang proyek yang telah dibayarkan PT CMMA. Budi adalah Direktur PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (CMMA) perusahaan yang memenangkan proyek pengadaan alat driving simulator SIM di Korlantas Polri. Dia didakwa telah memperkaya diri sendiri sebesar Rp 88,4 miliar. Dia juga dianggap telah memperkaya orang lain yaitu mantan Kakorlantas Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Djoko Susilo sebesar Rp 36,9 miliar,

Wakakorlantas Brigjen (Pol) Didik Purnomo sebesar Rp 50 juta, dan Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia (PT ITI) Sukotjo S Bambang sebesar Rp 3,9 miliar. Kemudian telah memperkaya Primkoppol Polri senilai Rp 15 miliar. Perbuatannya disebut telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 144,984 miliar atau Rp 121,830. Miliar dalam perhitungan kerugian negara oleh ahli dari BPK RI.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masif Lakukan Pemeriksaan Kasus Covid-19, Pemprov DKI Jakarta Lakukan Dua Strategi Ini

Masif Lakukan Pemeriksaan Kasus Covid-19, Pemprov DKI Jakarta Lakukan Dua Strategi Ini

Nasional
Turunkan Angka Stunting, Mensos Usul Tambah Susu di Kartu Sembako

Turunkan Angka Stunting, Mensos Usul Tambah Susu di Kartu Sembako

Nasional
Terungkap, Ribuan WNI Migran di Malaysia Diperlakukan Tak Manusiawi

Terungkap, Ribuan WNI Migran di Malaysia Diperlakukan Tak Manusiawi

Nasional
Kemenkumham Sahkan Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr, Pengamat: Biasanya yang Kritik Pemerintah Tersingkir

Kemenkumham Sahkan Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr, Pengamat: Biasanya yang Kritik Pemerintah Tersingkir

Nasional
Soal Klaim Obat Covid-19 Hadi Pranoto, IDI: Tak Sesuai Keilmuan Pakar Kesehatan

Soal Klaim Obat Covid-19 Hadi Pranoto, IDI: Tak Sesuai Keilmuan Pakar Kesehatan

Nasional
Sorot Pengelolaan Rusun oleh Pengembang, Ombudsman Sebut Ada Potensi Malaadministrasi

Sorot Pengelolaan Rusun oleh Pengembang, Ombudsman Sebut Ada Potensi Malaadministrasi

Nasional
Dinkes DKI: Positivity Rate Covid-19 di DKI Lampaui Batas WHO

Dinkes DKI: Positivity Rate Covid-19 di DKI Lampaui Batas WHO

Nasional
Cornelis Lay Tutup Usia, PDI-P Nilai Pemikirannya Akan Terus Bersemi

Cornelis Lay Tutup Usia, PDI-P Nilai Pemikirannya Akan Terus Bersemi

Nasional
Ma'ruf Amin: Fatwa MUI Terkait Covid-19 Relevan Jadi Pedoman Pemerintah

Ma'ruf Amin: Fatwa MUI Terkait Covid-19 Relevan Jadi Pedoman Pemerintah

Nasional
Wapres Sebut Kebijakan Pemerintah Tanggulangi Covid-19 Tak Bermanfaat Jika Masyarakat Tak Patuh

Wapres Sebut Kebijakan Pemerintah Tanggulangi Covid-19 Tak Bermanfaat Jika Masyarakat Tak Patuh

Nasional
Akan Ada SKB, ASN Tak Netral yang Belum Disanksi Terancam Diblokir Datanya

Akan Ada SKB, ASN Tak Netral yang Belum Disanksi Terancam Diblokir Datanya

Nasional
Gandeng Indosat, Kemendikbud Sediakan Internet Murah untuk Mahasiswa

Gandeng Indosat, Kemendikbud Sediakan Internet Murah untuk Mahasiswa

Nasional
Johan Budi: Ketidaknetralan ASN Itu Keniscayaan

Johan Budi: Ketidaknetralan ASN Itu Keniscayaan

Nasional
Satgas Klaim Angka Kematian Covid-19 Tren Menurun, Kini 4,68 Persen

Satgas Klaim Angka Kematian Covid-19 Tren Menurun, Kini 4,68 Persen

Nasional
Lebihi Target, Penghimpunan Hewan Kurban Dompet Dhuafa 2020 Capai Rp 76,9 Miliar

Lebihi Target, Penghimpunan Hewan Kurban Dompet Dhuafa 2020 Capai Rp 76,9 Miliar

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X