Ruhut: Andi Mallarangeng Ditahan, Elektabilitas Demokrat Naik

Kompas.com - 17/10/2013, 18:19 WIB
Anggota Komisi III DPR-RI, Ruhut Sitompul, menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komnas HAM di Gedung DPR/MPR-RI, Senayan, Jakarta, Senin (21/2/2011).  TRIBUN NEWS/DANY PERMANA Anggota Komisi III DPR-RI, Ruhut Sitompul, menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komnas HAM di Gedung DPR/MPR-RI, Senayan, Jakarta, Senin (21/2/2011).
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul menyambut positif penahanan Andi Mallarangeng oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Ruhut optimis penahanan ini dapat meningkatkan elektabilitas partainya. Pasalnya, Andi dan Anas Urbaningrum dianggap masih menjadi beban bagi Partai Demokrat.

"Andi dan Anas ini masih menjadi beban kami. Selama mereka belum ditahan, maka polling kami terus tersendat. Saya lega, sekarang tinggal menyusul Anas," ujar Ruhut di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (17/10/2013).

Selama ini, lanjutnya, masyarakat masih mempertanyakan komitmen Partai Demokrat dalam memberantas korupsi. Partai Demokrat bahkan disebut tengah bermain sandiwara. "Kami akan buktikan, kami tidak main sinetron. Dua orang itu akan segera ditahan," ucap Ruhut.

Ruhut berpesan agar pascapenahanan, Andi tidak memberikan pernyataan kontroversial layaknya Anas. "Baik-baiklah di boncengan, tidak usah macam-macam, hormati proses yang ada. Jangan seperti yang satu, nyindir soal impor sapi, kurban manusia. Partai kami tidak pernah mengurbankan kadernya. Catat itu," kata anggota Komisi III DPR.

KPK resmi menahan Andi yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana proyek Hambalang. Andi ditahan di Rutan KPK seusai menjalani pemeriksaan dia sebagai tersangka selama hampir enam jam.

"Ditahan terkait kepentingan penyidikan selama 20 hari pertama," kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Kamis sore.

Seusai menjalani pemeriksaan, Andi tampak keluar dari Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, dengan mengenakan baju tahanan berupa rompi berwarna oranye. Mantan Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat ini lantas masuk ke mobil tahanan yang akan mengantarkannya ke Rutan KPK.

"Saya mulai penahanan di KPK, sesuai ketentuan KPK. Saya terima ini sebagai sebuah proses mempercepat kasus," kata Andi di depan lobi kantor KPK.

Andi ditahan setelah hampir satu tahun ditetapkan KPK sebagai tersangka. KPK mengumumkan penetapan tersangka Andi pada Desember 2012. Hingga hari ini, Andi sudah tiga kali diperiksa sebagai tersangka. Namun, pada dua pemeriksaan sebelumnya, KPK menilai belum perlu untuk menahan Andi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X