Anies: Tak Memuji atau Mengkritik, Anda Tak Melakukan Apa Pun

Kompas.com - 09/10/2013, 11:46 WIB
Rektor Universitas Paramadina, Anies R Baswedan, memberikan kata sambutan dalam acara peluncuran buku karya Staff Khusus Presiden Bidang Hukum, Denny Indrayana, di Universitas Paramadina, Jakarta, Jumat (7/10/2011).  KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Rektor Universitas Paramadina, Anies R Baswedan, memberikan kata sambutan dalam acara peluncuran buku karya Staff Khusus Presiden Bidang Hukum, Denny Indrayana, di Universitas Paramadina, Jakarta, Jumat (7/10/2011).
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan mengajak masyarakat Indonesia untuk merasa memiliki masalah bangsa. Setelah merasa memiliki masalah bangsa, kata Anies, masyarakat juga harus terlibat dalam menyelesaikan masalah tersebut secara bersama-sama.

"Anda memilih (pemimpin). Anda bayar pajak. Setelah itu, Anda kalau tidak memuji atau mengkritik, Anda tidak melakukan apa pun," kata Anies di Ballroom Kompas Gramedia, Jakarta, Rabu (9/10/2013).

Menurut Anies, pandangan sebagian besar masyarakat Indonesia cenderung menyerahkan seluruh masalah kepada pemimpinnya. Proses transfer masalah bangsa dalam pikiran pemimpin ke pikiran masyarakat inilah yang menjadi tantangan. Padahal, menurut Anies, Indonesia sudah memiliki konsep modal sosial yang disebut dengan "gotong royong".

"Para pendiri bangsa dulu tidak bilang, this is your problem, this is your problem, and I will solve your problems. Tapi, mereka membangun visi, cita-cita, ayo kita bergerak bareng-bareng," tuturnya.

Dengan semangat inilah, Anies membentuk program Indonesia Mengajar. Indonesia Mengajar, kata Anies, tidak dibuat untuk menyelesaikan semua masalah pendidikan. Indonesia mengajar berupaya mengoptimalkan modal sosial yang ada di masyarakat.

Selain itu, Anies juga mengkritik virus pesimisme yang menjangkiti pikiran sebagian besar masyarakat Indonesia. Menurut Anies, virus tersebut tidak hanya ditemukan di warteg, tapi juga sering ditemukan di hotel-hotel mewah.

"Kalau bicara Indonesia di hotel bintang lima, yang mewah dan sejuk, kok yang dibicarakan yang jelek-jelek mulu, yang negatif melulu," katanya.

Semangat ini juga yang melatarbelakangi Anies untuk terlibat dalam konvensi calon presiden yang diselenggarakan Partai Demokrat. Baginya, kalah menang dalam pertarungan tersebut bukanlah masalah. Berjuang dengan mengambil risiko dan mendapat kritik, kata Anis, lebih baik daripada tidak berbuat apa-apa.

"I may lose, I may win, tetapi saya tidak menyerah. I will fight untuk menantang mereka. I will take this responsibility, saya lebih takut ketika saya diminta pertanggungjawaban oleh Tuhan ketika saya memiliki kesempatan saya tidak mengambilnya," katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X