Terbukti Suap Pegawai Pajak, Pemilik Master Steel Divonis 2,5 Tahun Penjara

Kompas.com - 08/10/2013, 17:36 WIB
Direktur PT The Master Steel Diah Soemedi (paling kiri) bersama dua pegawainya yaitu Manager Akutansi Effendy Komala dan Manager Supporting Accounting Teddy Muliawan menghadapi sidang tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (10/9/2013). KOMPAS.com/Dian MaharaniDirektur PT The Master Steel Diah Soemedi (paling kiri) bersama dua pegawainya yaitu Manager Akutansi Effendy Komala dan Manager Supporting Accounting Teddy Muliawan menghadapi sidang tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (10/9/2013).
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilik sekaligus Direktur Keuangan PT The Master Steel Manufactory Diah Soemedi divonis 2 tahun 6 bulan penjara, ditambah denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan penjara dalam kasus suap pegawai pajak. Diah dianggap terbukti melakukan korupsi bersama anak buahnya, yaitu Effendy Komala dan Teddy Muliawan dengan menyuap dua pegawai pajak sebesar 600 ribu dollar Singapura (SGD).

"Mengadili, menyatakan terdakwa Diah, Effendy, dan Teddy terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tipikor secara bersama-sama dan berlanjut," kata Ketua Malejis Hakim Amin Ismanto saat membacakan putusan di Pengadilan Tindak Pidana korupsi, Jakarta, Selasa (8/10/2013).

Sementara itu, dalam satu persidangan yang sama Manajer Akuntansi PT Master Steel Effendy Komala divonis 2 tahun penjara, ditambah denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan. Sedangkan Supporting Accounting PT Master Steel, Teddy Muliawan divonis 1 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Vonis ketiganya lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi. Ketiganya dianggap terbukti melanggar Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana.

Mereka terbukti atas kasus suap terhadap dua penyidik pajak, yaitu Eko Darmayanto dan Mohammad Dian Irwan Nuqisra. Mulanya, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Timur memeriksa pajak tahun 2008 PT The Master Steel Manufactory pada Januari 2011.

Dari pemeriksaan tersebut menemukan bukti permulaan kesalahan pajak berupa laporan pajak transaksi senilai Rp 1,003 triliun yang dicatatkan sebagai pinjaman dari Angel Sitoh, warga negara Singapura. Kasus pajak The Master Steel pun telah dilaporkan ke Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Timur Hario Damar. Namun kemudian kasus itu ditangani oleh penyidik pajak Eko dan Dian.

Hakim anggota Anwar menjelaskan, pada 25 April 2013, Diah Soemedi melakukan pertemuan dengan Eko dan Ruben Hutabarat, konsultan pajak PT Master Steel di Hotel Borobudur. Pada pertemuan itu Eko meminta Rp 150 miliar untuk penghentian penyidikan kasus pajak The Master Steel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian, Eko dan Diah kembali bertemu pada 3 Mei 2013 di kantor The Master Steel. Eko kembali menyampaikan Rp 150 miliar dan meminta pembayaran awal sebesar Rp 10 miliar. Setelah itu, mereka pun mengatur kesepakatan penyerahan uang secara dua tahap masing-masing 300 ribu dollar Singapura.

Pada 6 Mei 2013, Diah memanggil anak buahnya Effendy untuk mengambil uang 300 ribu dollar Singapura. Kemudian keesokan harinya pada 7 Mei 2013, Effendy menemui Eko. Saat itu Eko menyerahkan kunci mobil Honda City milik Dian. Mobil itu sudah sengaja diparkir di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Sesuai petunjuk, Effendy kemudian meletakkan uang tersebut dalam mobil.

"Effendy bawa bungkusan uang dan diletakkan di bawah jok sopir dan selanjutnya serahkan kunci ke Eko yang sudah menunggu di sekitar parkiran bandara," terang hakim Anwar.

Pada penyerahan berikutnya dilakukan pada 15 Mei 2013. Penyerahan dilakukan oleh Teddy atas petunjuk Effendy. Teddy meletakkan uang 300 ribu dollar Singapura di bawah karpet kursi mobil Avanza. Mobil itu juga telah terparkir di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Setelah itu Teddy menyerahkan kunci mobil pada Eko.

Saat penyerahan kunci itu, KPK menangkap tangan Teddy, Eko, dan Dian. Sementara Effendy ditangkap dalam perjalanan di Kelapa Gading, Jakarta. Atas putusan vonis ini, ketiga kuasa hukum terdakwa menyatakan banding.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polri Gelar Operasi Aman Nusa II Tangani Dampak Erupsi Semeru, 945 Personel Dikerahkan

Polri Gelar Operasi Aman Nusa II Tangani Dampak Erupsi Semeru, 945 Personel Dikerahkan

Nasional
Tangani Dampak Erupsi Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Kerahkan Tim Respons dari Empat Kota

Tangani Dampak Erupsi Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Kerahkan Tim Respons dari Empat Kota

Nasional
Muhaimin Instruksikan Kader PKB Bantu Warga Terdampak Erupsi Semeru

Muhaimin Instruksikan Kader PKB Bantu Warga Terdampak Erupsi Semeru

Nasional
Luncurkan Kapal Cepat Rudal Kelima, Prabowo: Tanpa Kekuatan Maritim yang Kuat, Tak Mungkin Negara Kuat

Luncurkan Kapal Cepat Rudal Kelima, Prabowo: Tanpa Kekuatan Maritim yang Kuat, Tak Mungkin Negara Kuat

Nasional
Survei Indikator: Polri Geser KPK Jadi Lembaga Penegak Hukum Paling Dipercaya

Survei Indikator: Polri Geser KPK Jadi Lembaga Penegak Hukum Paling Dipercaya

Nasional
BNPB Kirim 20.000 Masker untuk Masyarakat Terdampak Erupsi Gunung Semeru

BNPB Kirim 20.000 Masker untuk Masyarakat Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Nasional
Kemenkes Fokus Selamatkan Nyawa Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Kemenkes Fokus Selamatkan Nyawa Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Nasional
Waspada, Hujan Ringan-Lebat Berpotensi Terjadi di Sekitar Puncak dan Lereng Semeru

Waspada, Hujan Ringan-Lebat Berpotensi Terjadi di Sekitar Puncak dan Lereng Semeru

Nasional
Kasus Bunuh Diri Mahasiswi NWR, Bripda Randy Diberhentikan Tak Hormat

Kasus Bunuh Diri Mahasiswi NWR, Bripda Randy Diberhentikan Tak Hormat

Nasional
BMKG Sebut Penerbangan Masih Normal, Tak Terganggu Abu Vulkanik Semeru

BMKG Sebut Penerbangan Masih Normal, Tak Terganggu Abu Vulkanik Semeru

Nasional
UPDATE 5 Desember: 249.214 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19, Positivity Rate 0,12 Persen

UPDATE 5 Desember: 249.214 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19, Positivity Rate 0,12 Persen

Nasional
Korban Luka akibat Erupsi Semeru Jadi 56 Orang, 35 Alami Luka Berat, 21 Lainnya Luka Ringan

Korban Luka akibat Erupsi Semeru Jadi 56 Orang, 35 Alami Luka Berat, 21 Lainnya Luka Ringan

Nasional
UPDATE 5 Desember: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 47,54 Persen, Dosis Pertama 68,39 Persen

UPDATE 5 Desember: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 47,54 Persen, Dosis Pertama 68,39 Persen

Nasional
UPDATE: Korban Jiwa akibat Erupsi Semeru Kini 14 Orang, Tambah 1

UPDATE: Korban Jiwa akibat Erupsi Semeru Kini 14 Orang, Tambah 1

Nasional
BNPB Sebut 5.205 Warga Terdampak Erupsi Semeru, 1.300 di Antaranya Mengungsi

BNPB Sebut 5.205 Warga Terdampak Erupsi Semeru, 1.300 di Antaranya Mengungsi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.