Kompas.com - 03/10/2013, 16:37 WIB
Pengusaha Yudi Setiawan (36) akhirnya memenuhi panggilan jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk bersaksi dalam sidang kasus dugaan suap pengaturan kuota impor daging sapi dengan terdakwa Ahmad Fathanah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (3/10/2013). KOMPAS.com/DIAN MAHARANIPengusaha Yudi Setiawan (36) akhirnya memenuhi panggilan jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk bersaksi dalam sidang kasus dugaan suap pengaturan kuota impor daging sapi dengan terdakwa Ahmad Fathanah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (3/10/2013).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengusaha Yudi Setiawan mengaku pernah menyerahkan uang kepada mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) sebesar Rp 450 juta. Uang itu diketahui Yudi untuk Hidayat Nur Wahid yang saat itu mencalonkan diri dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2012.

"Ini katanya keperluan LHI untuk Hidayat Nur Wahid. Rp 450 juta diterima LHI untuk bayar saksi coblosan," terang Yudi yang bersaksi di sidang kasus dugaan suap pengaturan kuota impor daging sapi dan pencucian uang dengan terdakwa Fathanah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (3/10/2013).

Yudi mengaku kerap memberikan uang melalui Luthfi maupun Ahmad Fathanah yang diketahuinya untuk kepentingan PKS. Salah satunya, kata Yudi, untuk Pilgub Jabar berupa cek sebesar Rp 500 juta.

"Untuk Pilgub Jabar cek Rp 500 juta pada 6 Juli 2012. Itu diterima langsung LHI, saya serahkan di Lapangan Tembak Senayan," kata Yudi.

Menurut Yudi, uang yang diberikannya itu bukan ijon proyek.

Bertemu

Sebelumnya, dalam dakwaan disebutkan, Yudi yang merupakan Direktur PT Cipta Inti Parmindo, Fathanah, dan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq pernah bertemu untuk membahas proyek di Kementerian Pertanian, di antaranya proyek benih jagung dan kopi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Fathanah disebut beberapa kali menerima uang dari Yudi karena memuluskan perusahaan Yudi memenangi proyek itu.

Yudi sendiri saat ini terjerat kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga dan sarana penunjang pendidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, dan kasus dugaan korupsi Bank Jabar Banten (BJB).

Adapun Fathanah dan Luthfi didakwa menerima pemberian hadiah atau janji dari Juard dan Arya (Direktur PT Indoguna Utama) terkait kepengurusan kuota impor daging sapi untuk perusahaan tersebut Rp 1,3 miliar.

Keduanya juga didakwa tindak pidana pencucian uang.

Membantah

Hidayat Nur Wahid yang dihubungi Kamis membantah telah menerima uang sebesar Rp 450 juta dari pengusaha Yudi Setiawan.

"Saya tidak pernah nerima dana semacam itu dari Yudi Setiawan," kata Hidayat. 

Ia mengaku tidak mengenal Yudi (baca: Hidayat Nur Wahid Bantah Terima Rp 450 Juta dari Yudi Setiawan)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.