Kompas.com - 02/10/2013, 20:00 WIB
Penulis Ihsanuddin
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com — Benny Handoko, pemilik akun Twitter @benhan, menilai tindakannya mengomentari politisi PKS, Misbakhun, di Twitter bukanlah sebuah propaganda. Hal tersebut, menurutnya, berbeda dengan apa yang dilakukan oleh akun lainnya yang juga hobi mengkritik pejabat publik, yakni @TrioMacan2000.

Benny mengakui bahwa akunnya dan @TrioMacan2000 mempunyai satu kesamaan, yakni sama-sama gemar mengkritik pejabat publik. Namun, cara akun @benhan mengkritik, menurutnya, berbeda dengan akun anonim itu. Menurut Benny, dia hanya mengkritik dengan menggunakan data yang didapatkannya melalui media massa yang memang sudah diketahui semua orang.

Sementara itu, akun @TrioMacan2000, menurutnya, banyak mengkritik melalui data yang didapatkannya sendiri, layaknya seorang intel. "Jadi, kritik yang saya sampaikan bisa dipertanggungjawabkan karena datanya jelas, sementara dia?" kata Benny saat akan menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (2/10/2013).

Benny juga mengaku tidak memercayai kritik-kritik pedas yang disampaikan @TrioMacan2000. Dia sangat menyayangkan banyak masyarakat yang percaya dengan isu-isu yang dilontarkan oleh akun anonim dengan 492 ribu follower tersebut.

"Saya sih nggak follow TrioMacan. Isi tweet-nya juga kan sampah semua," lanjut Benny.

Karena hanya mengemukakan kritik layaknya rakyat biasa, bukan intel, menurut Benny terlalu dibesar-besarkan apabila dirinya harus berurusan dengan ranah hukum seperti sekarang ini. Meskipun begitu, Benny mengaku siap menjalani setiap proses hukum yang berlaku.

Sebelumnya, Benny Handoko dilaporkan Misbakhun ke Polda Metro Jaya atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan penghinaan melalui jejaring sosial Twitter. Dalam akun Twitternya, @benhan, Benny Handoko menulis, "Misbakhun sebagai perampok Bank Century."

Benny Handoko dilaporkan Misbakhun ke Polda Metro Jaya pada 10 Desember 2012 dengan Laporan Polisi Nomor: TBL/4262/XII/2012/PMJ/Ditreskrimsus. Benny saat ini dikenakan Pasal 27 juncto Pasal 45 Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.