KPK Ingin Mempercanggih Alat Sadap - Kompas.com

KPK Ingin Mempercanggih Alat Sadap

Kompas.com - 25/09/2013, 20:28 WIB
KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA Ketua KPK, Abraham Samad menemui Warga Pendukung Pemberantasan Korupsi di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (4/10/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap bisa mempercanggih alat sadap guna kepentingan penyelidikan ataupun penyidikan. Alat sadap akan diperbaharui jika lembaga antikorupsi tersebut mendapat anggaran dari Dewan Perwakilan Rakyat.

"Mudah-mudahan kalau diberikan anggaran oleh DPR, insya Allah akan kita lakukan (percanggih alat sadap)," ujar Ketua KPK Abraham Samad di Jakarta, Rabu (25/9/2013).

Sebelumnya, Indonesia membeli alat antisadap seharga 5,6 juta dollar AS. Alat tersebut merupakan produk pabrikan Inggris, Gamma TSE Ltd. Menurut Abraham, hal itu bukan berarti ancaman untuk KPK. KPK justru menilai pihaknya dapat bekerja sama dengan TNI untuk memberantas korupsi.

"Sama sekali tidak (merasa terancam). Kita berterima kasih karena kita bisa bekerja sama untuk memerangi kejahatan terutama kejahatan korupsi," kata Abraham.

Sebelumnya, Kepala Pusat Komunikasi (Kapuskom) Publik Brigadir Jenderal TNI Sisriadi menegaskan, pihak Kementerian Pertahanan (Kemenhan) tak akan menyalahgunakan alat antisadap tersebut untuk kepentingan politik atau pihak tertentu.

Menurut dia, pengadaan peralatan intelijen itu digunakan agar proses pertukaran informasi antara Bais TNI dan kantor-kantor Atase Pertahanan RI di seluruh dunia dapat berlangsung dengan aman. Alat tersebut diperlukan untuk menjamin bahwa pengiriman data atau informasi strategis tidak terganggu atau tersadap pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.


Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro juga menegaskan bahwa peralatan intelijen yang dibeli Kemenhan itu akan digunakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Dia mengatakan, alat itu tidak akan digunakan untuk intelijen level bawah, seperti intelijen kriminal atau intelijen ekonomi. Dengan kata lain, peralatan tersebut akan digunakan bagi intelijen strategis.

EditorHindra Liauw
Komentar

Terkini Lainnya

13 Mei, PKS Akan Umumkan Keputusan Resmi Terkait Pilpres 2019

13 Mei, PKS Akan Umumkan Keputusan Resmi Terkait Pilpres 2019

Nasional
Gerindra Yakin Elektabilitas Sudrajat-Syaikhu Meningkat Drastis Jelang Coblosan

Gerindra Yakin Elektabilitas Sudrajat-Syaikhu Meningkat Drastis Jelang Coblosan

Nasional
Politisi PKS Tak Rela jika Prabowo Pilih Anies daripada Kader PKS

Politisi PKS Tak Rela jika Prabowo Pilih Anies daripada Kader PKS

Nasional
Survei Cyrus Network: Anies Paling Cocok Dampingi Prabowo di Pilpres

Survei Cyrus Network: Anies Paling Cocok Dampingi Prabowo di Pilpres

Nasional
Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Nasional
Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Regional
Berkali-kali Hasil Survei Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Berkali-kali Hasil Survei Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Nasional
Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, 'Teller' Bank Ditangkap Polisi

Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, "Teller" Bank Ditangkap Polisi

Regional
50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

Internasional
Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Nasional
Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Regional
Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Nasional
Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Regional
Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Internasional
Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Regional

Close Ads X