Ical Cuma Punya Waktu hingga Akhir 2013

Kompas.com - 17/09/2013, 15:32 WIB
Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, memberikan sambutan di depan kader dan fungsionaris Partai Golkar, di kantor DPP Partai Golkar Jakarta Barat, Sabtu (20/10/2012). Aburizal memberikan sambutan ini pada acara syukuran HUT ke 48 Partai Golkar, yang diisi dengan pemotongan tumpeng.  TRIBUNNEWS/HERUDIN Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, memberikan sambutan di depan kader dan fungsionaris Partai Golkar, di kantor DPP Partai Golkar Jakarta Barat, Sabtu (20/10/2012). Aburizal memberikan sambutan ini pada acara syukuran HUT ke 48 Partai Golkar, yang diisi dengan pemotongan tumpeng.
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Elektabilitas Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal "Ical" Bakrie sebagai calon presiden dinilai "jalan di tempat". Hal ini mencuatkan wacana di internal partainya agar pencapresan Ical dievaluasi. Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung mengatakan, Ical masih memiliki waktu hingga akhir tahun 2013 untuk mendongkrak elektabilitasnya. Dalam sejumlah survei, elektabilitas Ical masih di bawah sejumlah kandidat lain, seperti Prabowo Subianto dan Joko Widodo. 

"Ya tentu menjelang 2014, harusnya sudah betul-betul ada keyakinan bahwa kami ada peluang. Paling tidak akhir tahun ini, karena 2014 sudah dekat sekali dengan pileg (pemilihan legislatif)," ujar Akbar, di kediamannya, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (17/9/2013).

Menurut Akbar, ia mendengar aspirasi dari sejumlah pengurus daerah tingkat II terkait nasib kelanjutan pencalonan Ical sebagai capres. Para pengurus daerah, sebut Akbar, selama ini memantau elektabilitas Ical yang dikeluarkan lembaga-lembaga survei.

Kompas.com/SABRINA ASRIL Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung
"Ada satu dua yang menanyakan bagaimana nasib pencalonan Ical," kata Akbar.

Saat ditanya persentase pengurus daerah yang menanyakan soal nasib pencalonan Ical, Akbar mengaku tak bisa mendatanya. Ia menyebutkan,  komunikasinya dengan para pengurus daerah Partai Golkar, terutama di tingkat kabupaten, cukup intensif.

"Setiap kali saya keliling daerah entah untuk kegiatan HMI, atau pun Golkar selalu saya sempatkan bertemu pengurus daerah. Saya mendengar aspirasi-aspirasi itu di daerah," kata Akbar.

Evaluasi pencapresan

Seperti diberitakan, elektabilitas Ical tidak berbanding lurus dengan elektabilitas Partai Golkar dalam sejumlah survei. Elektabilitas Ical cenderung stagnan, sementara elektabilitas partainya terus berada di urutan teratas.

Elektabilitas Ical juga di bawah sejumlah kandidat capres lainnya, seperti Prabowo Subianto dan Joko Widodo alias Jokowi. Atas elektabilitas Ical yang tak kunjung menjanjikan, Akbar pun pernah melontarkan kritikan. Ia menilai, perlunya evaluasi pencapresan Ical dalam Rakernas Partai Golkar bulan Oktober mendatang.

Selain itu, Akbar juga mengkritik penetapan Ical sebagai capres Partai Golkar yang tak melibatkan pengurus daerah tingkat II. Atas kritikan Akbar ini, internal Partai Golkar pun memanas. Sekretaris Fraksi Partai Golkar Ade Komarudin meminta setiap kader menahan diri.

"Di dalam kesempatan ini, kami imbau agar seluruh pihak dalam polemik ini untuk hentikan polemik ini. Setelah ditimbang-timbang, lebih banyak mudarat dibandingkan baik-baiknya," ujar Ade, Senin (7/1/2013), di Gedung Kompleks Parlemen Senayan.

Ade mengatakan, setiap kader Golkar harus senantiasa menjunjung tinggi keputusan dan disiplin organisasi. Ia pun masih percaya meski mendapatkan gangguan dari pihak luar, kader Golkar tetap solid menjalankan keputusan partai dalam mengusung Aburizal Bakrie sebagai calon Presiden.

"Sampai hari ini mereka bekerja melakukan pemenangan Partai Golkar dan pencalonan Ical," kata Ade.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X