Jadi Korban Perbankan, Laporkan ke YLBHI!

Kompas.com - 13/09/2013, 16:11 WIB
Nasabah melakukan transaksi melalui anjungan tunai mandiri (ATM) di Pusta Perbelanjaan Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (6/5/2013). Penandatanganan nota kesepahaman antara tiga operator ATM (prinsipal) yaitu PT. Artajasa Pembayaran Elektronik (ATM Bersama), PT. Rintis Sejahtera (ATM Prima), dan PT. Alto Network (ALTO) akan mempermudah nasabah perbankan untuk melakukan transfer dana ke bank mana pun melalui ATM yang mulai efektif Juli 2013. KOMPAS/PRIYOMBODONasabah melakukan transaksi melalui anjungan tunai mandiri (ATM) di Pusta Perbelanjaan Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (6/5/2013). Penandatanganan nota kesepahaman antara tiga operator ATM (prinsipal) yaitu PT. Artajasa Pembayaran Elektronik (ATM Bersama), PT. Rintis Sejahtera (ATM Prima), dan PT. Alto Network (ALTO) akan mempermudah nasabah perbankan untuk melakukan transfer dana ke bank mana pun melalui ATM yang mulai efektif Juli 2013.
Penulis Ariane Meida
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com — Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) membuka pos pengaduan masyarakat korban kebijakan perbankan untuk menampung aduan masyarakat yang menjadi korban lembaga keuangan bank.

Pembentukan pos ini, kata Direktur Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Bahrain, merespons maraknya kasus perbankan yang dialami masyarakat.

"Jumlah dana bermasalah di bank signifikan, mencapai 10 triliun," ujar Bahrain di Gedung YLBHI, Jakarta, Jumat (13/9/2013).

Yayasan LBHI mencatat beberapa kasus yang terjadi antara bank dan nasabahnya. Hal ini termasuk sulitnya penyandang difabel memperoleh haknya untuk memiliki rekening pribadi hingga kriminalisasi nasabah kartu kredit.

Selain itu, YLBHI juga menerima aduan soal sekitar 7.000 pensiunan BRI yang tak memperoleh hak pensiunnya sejak 2011.

Bahrain mengatakan, kasus ini muncul akibat lemahnya pengawasan dari bank sentral. Oleh sebab itu, YLBHI mendesak agar negara memberikan perlindungan dan keamanan masyarakat atas simpanan uang yang disetorkan ke bank.

"YLBHI juga mendesak BI untuk menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pengawas kepada bank yang diduga melakukan tindakan yang merugikan kepentingan masyarakat, terutama nasabah yang berhubungan dengan bank," kata Bahrain.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 27 November: Kasus Baru Covid-19 di 32 Provinsi, DKI Jakarta Tambah 1.436

UPDATE 27 November: Kasus Baru Covid-19 di 32 Provinsi, DKI Jakarta Tambah 1.436

Nasional
UPDATE 27 November: 48.823 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 27 November: 48.823 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

Nasional
Edhy Prabowo Kena OTT, Jokowi Diminta Dukung Langkah KPK Bersih-bersih di Lingkungan KKP

Edhy Prabowo Kena OTT, Jokowi Diminta Dukung Langkah KPK Bersih-bersih di Lingkungan KKP

Nasional
UPDATE 27 November: Ada 68.604 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 27 November: Ada 68.604 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 27 November: Ada 67.836 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 27 November: Ada 67.836 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
PMI: Tak Ada Penularan Covid-19 lewat Darah, Masyarakat Tetap Bisa Donor Darah

PMI: Tak Ada Penularan Covid-19 lewat Darah, Masyarakat Tetap Bisa Donor Darah

Nasional
UPDATE: 169 Pasien Covid-19 Meninggal dalam Sehari, Tertinggi Selama Pandemi

UPDATE: 169 Pasien Covid-19 Meninggal dalam Sehari, Tertinggi Selama Pandemi

Nasional
Pengamanan Natal dan Tahun baru 2021, Korlantas Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Pengamanan Natal dan Tahun baru 2021, Korlantas Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Nasional
UPDATE 27 November: Ada 437.456 Pasien Sembuh dari Covid-19

UPDATE 27 November: Ada 437.456 Pasien Sembuh dari Covid-19

Nasional
PMI: Indonesia Sempat Kekurangan Pasokan Darah 70 Persen Saat Awal Pandemi

PMI: Indonesia Sempat Kekurangan Pasokan Darah 70 Persen Saat Awal Pandemi

Nasional
UPDATE 27 November: 5.828 Kasus Baru Covid-19, Indonesia Kembali Catatkan Rekor

UPDATE 27 November: 5.828 Kasus Baru Covid-19, Indonesia Kembali Catatkan Rekor

Nasional
UPDATE: Rekor 5.828 Kasus Baru, Total Ada 522.581 Kasus Covid-19 RI

UPDATE: Rekor 5.828 Kasus Baru, Total Ada 522.581 Kasus Covid-19 RI

Nasional
Indonesia Ajak Menteri dan Pejabat ASEAN Kerja Sama Atasi Pandemi

Indonesia Ajak Menteri dan Pejabat ASEAN Kerja Sama Atasi Pandemi

Nasional
Pemerintah Upayakan Ketersediaan Bus Indonesia di Arab Saudi untuk Layani Jemaah Haji dan Umrah

Pemerintah Upayakan Ketersediaan Bus Indonesia di Arab Saudi untuk Layani Jemaah Haji dan Umrah

Nasional
Angka Kematian Covid-19 di Jateng Beda hingga 1.000 Orang, Ini Penjelasan Satgas

Angka Kematian Covid-19 di Jateng Beda hingga 1.000 Orang, Ini Penjelasan Satgas

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X