Gerindra Klaim Ikut Besarkan Jokowi

Kompas.com - 12/09/2013, 13:02 WIB
Juru bicara KPK, Johan Budi, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, bersama Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Adnan Pandu Praja (ki-ka), melakukan konferensi pers usai melakukan pertemuan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (27/11/2012).  TRIBUN/DANY PERMANAJuru bicara KPK, Johan Budi, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, bersama Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Adnan Pandu Praja (ki-ka), melakukan konferensi pers usai melakukan pertemuan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (27/11/2012).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Martin Hutabarat mengatakan, partainya tak khawatir dengan sinyal yang diberikan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam Rakernas III PDI Perjuangan, pekan lalu. Dalam pidatonya, Megawati mengisyaratkan, ada peluang PDI Perjuangan untuk mengusung Joko Widodo alias Jokowi sebagai calon presiden. 

Martin mengungkapkan, jika hal itu terjadi, Gerindra ikut bangga karena merasa menjadi bagian dalam membesarkan nama Gubernur DKI Jakarta tersebut.

"Kami tidak khawatir karena Pak Prabowo adalah orang yang mendorong dan berusaha mati-matian menjadikan Jokowi sebagai Gubernur DKI," ujar Martin, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (12/9/2013).

Menurutnya, sejak awal, Gerindra mendukung Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta, saat ia masih menjabat Wali Kota Solo. Dukungan Gerindra tersebut, kata Martin, diberikan karena Jokowi dianggap bisa membawa perubahan untuk Ibu Kota. Ia tak sepakat jika melejitnya Jokowi dianggap mengancam pencapresan Prabowo Subianto sebagai jagoan Gerindra.


"Jokowi itu seperti adik bagi Gerindra," katanya.

Ia mengungkapkan, Gerindra berharap masih bisa berkoalisi dengan PDI Perjuangan. Partai itu dinilainya sebagai mitra yang memiliki visi sama dengan Gerindra. Akan tetapi, penjajakan koalisi baru dibicarakan pasca-pemilu legislatif.

"Jadi, koalisi (dengan PDI-P) masih menjadi pegangan kami," katanya.

Bagaimana dengan formasi posisi capres dan cawapres jika Gerindra berkoalisi dengan PDI Perjuangan? Martin menyebutkan, Prabowo akan tetap menjadi capres karena pada Pilpres 2009 lalu, mantan Danjen Kopassus itu telah mendampingi Megawati.

"Nanti kita lihat. Jika melihat visi kedua partai, kesempatan (kerja sama) itu masih terbuka luas," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X