Kompas.com - 10/09/2013, 09:32 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo ketika menghadiri rapat koordinasi regional (rakonreg) II perumahan dan kawasan permukiman tahun 2013 di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Jumat (15/3/2013).  KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo ketika menghadiri rapat koordinasi regional (rakonreg) II perumahan dan kawasan permukiman tahun 2013 di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Jumat (15/3/2013).
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com — Joko Widodo boleh saja menjadi pemuncak di beragam survei untuk menjadi kandidat Presiden pada 2014. Namun, terselip di antara rakyat, yang mungkin tak pernah terpilih menjadi responden survei, harapan lain untuk Gubernur DKI Jakarta itu.

"(Nyapres-nya) nanti saja, setelah dia menepati janji-janjinya di Jakarta," harap Agnes Komala Dewi (59), ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Sebagai orang yang lahir dan besar di Jakarta, dia melihat banyak persoalan yang masih butuh penanganan Jokowi.

Menurut Dewi, selama ini beragam persoalan tak teratasi dari waktu ke waktu, dari satu gubernur ke gubernur berikutnya. Mulai dari masalah macet, banjir, sampah, pedagang kaki lima, dan amburadulnya birokrasi.

Dewi melihat sosok Jokowi mampu mengurai satu persoalan itu. Menurut dia, dalam bahasa analogi, Jokowi punya kemampuan untuk mengurai satu per satu benang kusut itu, bahkan mungkin "mengguntingnya" hingga masalah itu tuntas.

"Yang saya nggak habis pikir itu Tanah Abang bisa diapain itu sampai bersih dari PKL dan lancar. Benar-benar sulit dipercaya rasanya ngatur orang di sana pasti buanyak begitu," ungkap Dewi kagum.

Jangan jadi "pernikahan dini"...

Pendapat serupa juga datang dari Agung Basuki (43), salah satu karyawan swasta di Jakarta. Bila Jokowi "dipaksakan" menjadi calon presiden pada 2014, dia menganalogikannya dengan cerita sinetron yang booming pada era 2000-an, Pernikahan Dini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tanpa mengurangi pengakuan atas kinerja Jokowi, Agung berpendapat bahwa belum saatnya bagi Jokowi untuk naik ke tampuk pimpinan nasional. "Scoop (kinerja Jokowi) masih kecil, belum luas untuk jadi pemimpin nasional. Seperti perkawinan (bila dipaksakan mencalonkan Jakarta) akan menjadi pernikahan dini," kata dia.

Menurut Agung, menyelesaikan masalah Jakarta adalah ujian kepemimpinan bagi Jokowi sebelum naik level nasional. Namun, dia pun tak memungkiri bahwa dari hampir semua pemimpin Indonesia sampai saat ini, baru Soekarno yang benar-benar menjalani ujian sebelum menjadi pemimpin nasional.

"Ini justru momentum untuk menguji secara langsung calon pemimpin. Jika Jokowi berhasil menata Jakarta, saya yakin masyarakat Indonesia tak akan mengalihkan pilihannya ke calon lain dalam pemilu presiden," papar Agung dengan berapi-api.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Hapus Cuti Bersama Natal, Ketua DPR: Kita Tidak Boleh Kebobolan Lagi

Pemerintah Hapus Cuti Bersama Natal, Ketua DPR: Kita Tidak Boleh Kebobolan Lagi

Nasional
Perlunya Jokowi Cari Juru Bicara Baru dan Kriteria Pengganti Fadjroel

Perlunya Jokowi Cari Juru Bicara Baru dan Kriteria Pengganti Fadjroel

Nasional
Kapolri: Masih Banyak Polisi yang Baik Dibanding Oknum...

Kapolri: Masih Banyak Polisi yang Baik Dibanding Oknum...

Nasional
Sumpah Pemuda dan Kedaulatan Bahasa Indonesia

Sumpah Pemuda dan Kedaulatan Bahasa Indonesia

Nasional
Ini Pertimbangan MK Tolak Gugatan Terkait UU Minerba

Ini Pertimbangan MK Tolak Gugatan Terkait UU Minerba

Nasional
Periksa Kepsek SMA 8 Tangsel, KPK Dalami Dugaan Adanya Calo Pengadaan Tanah SMKN 7

Periksa Kepsek SMA 8 Tangsel, KPK Dalami Dugaan Adanya Calo Pengadaan Tanah SMKN 7

Nasional
Jadi Tersangka Kasus Korupsi Perum Perindo, Eks Dirut Ditahan Kejagung

Jadi Tersangka Kasus Korupsi Perum Perindo, Eks Dirut Ditahan Kejagung

Nasional
KTT ASEAN Plus Three, Jokowi Tekankan Perlunya Dana Darurat Kesehatan Kawasan

KTT ASEAN Plus Three, Jokowi Tekankan Perlunya Dana Darurat Kesehatan Kawasan

Nasional
Epidemiolog Minta Pemerintah Gencarkan Imbauan Prokes Saat Libur Nataru

Epidemiolog Minta Pemerintah Gencarkan Imbauan Prokes Saat Libur Nataru

Nasional
Ini Kriteria Jubir Jokowi Menurut Johan Budi...

Ini Kriteria Jubir Jokowi Menurut Johan Budi...

Nasional
Hasto Sebut Megawati dan Jokowi Diserang Pihak yang Ingin Rusak PDI-P

Hasto Sebut Megawati dan Jokowi Diserang Pihak yang Ingin Rusak PDI-P

Nasional
Eks Dirut Tersangka Dugaan Korupsi Perum Perindo, Ini Perannya Menurut Kejagung

Eks Dirut Tersangka Dugaan Korupsi Perum Perindo, Ini Perannya Menurut Kejagung

Nasional
Disebut Layak Jadi Jubir Jokowi, Johan Budi: Saya Sudah Pernah, Sebaiknya Orang Lain

Disebut Layak Jadi Jubir Jokowi, Johan Budi: Saya Sudah Pernah, Sebaiknya Orang Lain

Nasional
KPK Gelar Raker di Yogyakarta, Sekjen: Harmonisasi Regulasi Pasca Pegawai Jadi ASN

KPK Gelar Raker di Yogyakarta, Sekjen: Harmonisasi Regulasi Pasca Pegawai Jadi ASN

Nasional
'Generasi Muda Peduli Pesisir dan Sungai', Aksi BRSDM Wujudkan Ekonomi dan Laut Sehat

"Generasi Muda Peduli Pesisir dan Sungai", Aksi BRSDM Wujudkan Ekonomi dan Laut Sehat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.