Soal Sprindik Palsu, Polri Siap Berkoordinasi dengan KPK

Kompas.com - 09/09/2013, 14:44 WIB
Kapolri Jendral Pol Timur Pradopo kompas.com/dani prabowoKapolri Jendral Pol Timur Pradopo
Penulis Dani Prabowo
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com
- Kepolisian Republik Indonesia siap berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyelidiki kasus surat perintah penyidikan (sprindik) palsu atas nama Menteri ESDM, Jero Wacik. Meski demikian, KPK disebut belum melaporkan kasus bocornya sprindik palsu itu ke Bareskrim Polri.

"Tentunya semua dikoordinasikan. KPK melalui Ketua KPK pak Abraham Samad juga sudah declare begitu ya. Intinya Polri harus hormati," kata Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo di Jakarta, Senin (9/9/2013).

Timur mengatakan, walaupun kasus itu belum dilaporkan ke Bareskrim, Polri akan tetap menyelidiki kasus itu. Menurutnya, pelaporan itu hanyalah sebatas persoalan adminisitrasi saja.

"Intinya itu masalah administrasi. Untuk kaitan pemalsuan, intinya proses penyelidikan dan dikoordinasikan seterusnya," ujarnya.

Lebih lanjut, jenderal bintang empat itu meminta, agar masyarakat bersabar menunggu pengungkapan kasus ini. Pasalnya, saat ini proses penyelidikan masih berlangsung. Komisi Pemberantasan Korupsi menegaskan bahwa salinan dokumen semacam surat perintah penyidikan (sprindik) atas nama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik adalah dokumen palsu.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengungkapkan, pihaknya menduga ada upaya pihak tertentu untuk memalsukan sprindik tersebut kemudian menyebarkannya melalui media massa. Menurutnya, ada sejumlah kejanggalan dalam dokumen yang beredar sejak Kamis (5/9/2013) malam tersebut.

Kejanggalan pertama, katanya, dokumen itu dianggap tidak lengkap dan ada penggunaan huruf yang berbeda antara kata yang satu dan kata lainnya.  Johan juga mengungkapkan, pemalsuan dokumen KPK bukan kali ini terjadi. Sebelumnya, pernah ada kejadian beredarnya surat panggilan pemeriksaan palsu yang mengatasnamakan KPK.

Sementara itu, Sabtu lalu, diberitakan, Ketua KPK Abraham Samad mengatakan bahwa pimpinan telah meminta pengawas internal bekerjasama dengan polisi soal sprindik palsu.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X