Kompas.com - 08/09/2013, 15:21 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Joko Widodo satu mobil usai penutupan rapat kerja nasional (rakernas) III PDI Perjuangan, Sabtu (8/9/2013). Kompas.com/SABRINA ASRILKetua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Joko Widodo satu mobil usai penutupan rapat kerja nasional (rakernas) III PDI Perjuangan, Sabtu (8/9/2013).
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akhirnya resmi menutup acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III PDI Perjuangan, Minggu (8/9/2013) siang, di Ancol, Jakarta. Meski sempat diramaikan soal kabar dukungan pengurus daerah kepada Jokowi untuk maju sebagai capres, akhirnya Rakernas tidak menjadi ajang pencalonan Jokowi.

Kendati demikian, hubungan Megawati dengan Jokowi semakin erat. Hingga akhir Rakernas, Jokowi tampak terus mendampingi Megawati. Contohnya, seusai perhelatan Rakernas ditutup, Jokowi kemudian naik ke atas panggung dan berpose bersama Megawati dan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani. Padahal, ketika itu bukanlah sesi foto resmi panitia ataupun pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.

Selain itu, tak ada satu pun kepala daerah yang berpose di atas panggung, kecuali Jokowi. Usai berfoto bersama Megawati dan Puan, Jokowi tampak mengantar putri dari proklamator Bung Karno itu masuk ke dalam ruang VIP.

Sekitar 10 menit keduanya di dalam ruangan itu. Setelah itu, Jokowi keluar bersama Megawati dan Ketua DPP PDI Perjuangan Effendi Simbolon. Ketiga orang ini lalu menaiki mobil Toyota Alphard B 2301 MT milik Megawati. Effendi mengambil bangku di samping sopir. Sementara itu, Jokowi dan Megawati duduk bersama di bangku tengah.

Tak hanya kali ini saja Jokowi terus "menempel" Megawati. Saat pembukaan Rakernas, Jokowi juga datang ke arena Rakernas bersama dengan Megawati. Pada hari berikutnya, kedua orang itu bahkan melakukan makan siang bersama di kawasan Sunter, Jakarta Utara.

Sebelumnya, 33 Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan menyampaikan pandangan daerahnya terkait sosok capres yang dinilai layak. Sebagian besar mendukung Jokowi. Hanya sebagian kecil yang mendukung sosok Megawati dan Puan Maharani. Ada pula yang tidak mengeluarkan nama. Berikut rinciannya.

1. Aceh, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Sumatera Selatan: Jokowi
2. Sumatera Barat, Jambi, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Lampung: Jokowi
3. Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat: Jokowi
4. Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur: Mega dan Jokowi
5. Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat: Tidak memberikan nama
6. Kalimantan: Jokowi
7. Sulawesi: Jokowi
8. Papua, Papua Barat, Maluku: Jokowi



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pesmistis Jokowi Terbitkan Perppu KPK, Pengamat: Kecuali Ada Keajaiban

Pesmistis Jokowi Terbitkan Perppu KPK, Pengamat: Kecuali Ada Keajaiban

Nasional
TNI Bakal Amankan Pembangunan 5.000 BTS di Papua dan Natuna

TNI Bakal Amankan Pembangunan 5.000 BTS di Papua dan Natuna

Nasional
Penyuap Edhy Prabowo Sebut Lebih Banyak Rugi Ketika Ekspor Benur

Penyuap Edhy Prabowo Sebut Lebih Banyak Rugi Ketika Ekspor Benur

Nasional
Saat 75 Pegawai KPK Dinyatakan Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan...

Saat 75 Pegawai KPK Dinyatakan Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan...

Nasional
KSP Sebut Tol Becakayu Bisa Beroperasi Penuh Akhir Tahun Ini

KSP Sebut Tol Becakayu Bisa Beroperasi Penuh Akhir Tahun Ini

Nasional
Antsipasi Terpapar Varian Baru Virus Corona, Doni Monardo: Prokes Adalah Kunci

Antsipasi Terpapar Varian Baru Virus Corona, Doni Monardo: Prokes Adalah Kunci

Nasional
Diikuti 1.351 Pegawainya, Ini Rangkaian Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK...

Diikuti 1.351 Pegawainya, Ini Rangkaian Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK...

Nasional
Ada 3 Syarat Pemecatan Pegawai KPK, Tes Wawasan Kebangsaan Disebut Tak Termasuk

Ada 3 Syarat Pemecatan Pegawai KPK, Tes Wawasan Kebangsaan Disebut Tak Termasuk

Nasional
[POPULER NASIONAL] Elektabilitas PDI-P Tertinggi di Survei Indikator | Tes Covid-19 Disarankan Pakai Rapid Antigen, Bukan GeNose

[POPULER NASIONAL] Elektabilitas PDI-P Tertinggi di Survei Indikator | Tes Covid-19 Disarankan Pakai Rapid Antigen, Bukan GeNose

Nasional
Polri Belum Tugaskan Densus 88 untuk Tindak KKB di Papua

Polri Belum Tugaskan Densus 88 untuk Tindak KKB di Papua

Nasional
Anggota Komisi III: Publik Butuh Informasi Utuh soal Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Anggota Komisi III: Publik Butuh Informasi Utuh soal Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Nasional
Arsul Sani: Semestinya Dewas KPK Tak Berwenang Berikan Izin Penyadapan

Arsul Sani: Semestinya Dewas KPK Tak Berwenang Berikan Izin Penyadapan

Nasional
Evaluasi Fungsi Pengawasan, Formappi: Beberapa Rekomendasi DPR Diabaikan Mitra Kerja

Evaluasi Fungsi Pengawasan, Formappi: Beberapa Rekomendasi DPR Diabaikan Mitra Kerja

Nasional
Menag Instruksikan Pengetatan Pengawasan Protokol Kesehatan di Rumah Ibadah

Menag Instruksikan Pengetatan Pengawasan Protokol Kesehatan di Rumah Ibadah

Nasional
Jokowi dan Sri Mulyani Disebut Sudah Satu Suara soal THR ASN

Jokowi dan Sri Mulyani Disebut Sudah Satu Suara soal THR ASN

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X