Mahfud Cuma Mau "Nyapres" Lewat PKB

Kompas.com - 03/09/2013, 11:46 WIB
Mahfud MD, saat masih menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi, memberikan keterangan perihal perkembangan pengusutan kasus dugaan suap di tubuh MK, Selasa (21/12/2010). MK memutuskan membentuk Majelis Kehormatan Hakim untuk membuktikan akuntabilitas dan transparansi dalam kasus tersebut. KOMPAS/YUNIADHI AGUNG KOMPAS/YUNIADHI AGUNGMahfud MD, saat masih menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi, memberikan keterangan perihal perkembangan pengusutan kasus dugaan suap di tubuh MK, Selasa (21/12/2010). MK memutuskan membentuk Majelis Kehormatan Hakim untuk membuktikan akuntabilitas dan transparansi dalam kasus tersebut. KOMPAS/YUNIADHI AGUNG
EditorCaroline Damanik

KUDUS, KOMPAS.com
- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, kembali menegaskan dirinya tidak tertarik untuk ikut Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat. Kalaupun ingin mencalonkan diri dalam Pemilihan Presiden 2014, Mahfud lebih memilih untuk maju melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

"Saya sendiri milih PKB karena sudah komunikasi dengan tokoh-tokoh lainnya. Mereka menyarankan saya lewat PKB saja," kata Mahfud MD saat menghadiri halal bihalal dan halaqoh alim ulama Majelis Silaturahim Ulama Rakyat (Masura) di Gedung Graha Mustika, Desa Getaspejaten, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Senin (2/9/2013).

Mengapa Mahfud memilih PKB? Mahfud menjawab, selain karena dirinya adalah kader PKB sebelum keluar dari partai pada tahun 2008 untuk menjadi Ketua MK, dia juga sudah merasa senyawa dengan jiwa politik NU dan PKB.

Mahfud menegaskan, sejak masih kecil dunianya diisi dengan kehidupan bersama Nahdliyin. Selain itu, partai yang didirikan Gus Dur itu dipandangnya sebagai satu-satunya partai yang ke depan akan laris di kelas menengah.


"Gagasan pluralisme dan demokrasi Gus Dur yang diterima di kalangan Nahdliyin, juga diterima seluruh lapisan masyarakat. Pada pemilu sebelumnya, PKB mendapat 4,5 persen suara. Tapi hasil survey saat ini menempatkan PKB pada posisi 4 besar dengan 6,7 persen," terangnya.

Namun demikian, Mahfud mengaku tetap mengapresiasi konvensi yang dilakukan oleh Partai Demokrat. Menurutnya, konvensi membuka peluang bagi semua tokoh untuk ikut seleksi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X