Calon PNS Sering Gagal Jawab Soal Wawasan Kebangsaan - Kompas.com

Calon PNS Sering Gagal Jawab Soal Wawasan Kebangsaan

Kompas.com - 31/08/2013, 20:34 WIB
KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA Sekitar 1752 peserta mengikuti ujian tes kemampuan dasar calon pegawai negeri sipil unit pusat Kementerian Hukum dan HAM di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (8/9/2012). Nantinya akan diterima sebanyak 79 orang yang akan mengisi posisi di Direktorat Peraturan Perundang-Undangan, Merek, dan Paten.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi para peserta tes calon pegawai negeri sipil (CPNS), persiapkan diri Anda dengan baik saat mengikuti tes kemampuan dasar (TKD), khususnya soal wawasan kebangsaan. Menurut Asisten Deputi Perencanaan Bidang SDM Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi A Rizal, soal bagian ini sering menjadi titik gagal para peserta. Bahkan, mereka yang sudah bergelar doktor sekali pun.

Rizal mengungkapkan, hal itu pernah terjadi pada 15 orang peserta yang mengikuti seleksi untuk formasi doktor di salah satu PTN di Bandung. Mereka terpaksa tak mengikuti proses selanjutnya karena gagal dalam TKD yang meliputi wawasan kebangsaan, intelegensi umum, serta karakteristik pribadi.

"Bangsa ini kan enggak mau kalau wawasan kebangsaan (aparatnya) diragukan. Perlu orang berintegritas," kata Rizal, saat ditemui di Kompas Karier Fair (KKF) 2013, di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Sabtu (31/8/2013).

"Tapi mereka sudah cuek lah terkait itu (wawasan kebangsaan). Makanya banyak yang jatuh (gagal) di situ," ujarnya.

Menurut Rizal, sebenarnya tidak ada posisi yang sulit untuk dipenuhi. Kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan untuk CPNS, standar. Hanya saja, sebagian peserta memang tidak lolos karena tak mengerti soal wawasan kebangsaan, sebelum melangkah ke Tes Kompetensi Bidang (TKB).

Dari data Kemenpan-RB, pada seleksi CPNS tahun lalu, posisi kosong paling banyak di Kementerian Keuangan.

"Tahun 2012 kalau enggak salah itu 16 persen posisi kosong. Kemenkeu yang selama ini selalu penuh, (tahun lalu) kosong 250-an posisi," kata Rizal.

Kemenpan-RB saat ini tengah berupaya mendapatkan birokrat berintegritas, bersih, dan bebas KKN.  


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorInggried Dwi Wedhaswary

Close Ads X