Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 31/08/2013, 00:04 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com — Terpidana kasus suap wisma atlet, Muhammad Nazaruddin, menuding adik Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi sebagai salah satu penerima fee dari proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Apa tanggapan Gamawan?

"Adik saya yang mana? Saya punya tujuh adik. Coba dibuktikan," kata Gamawan di Gedung Kementerian Dalam Negeri, Jumat (30/8/2013). Dia mengatakan dari ketujuh adiknya itu tak satu pun bekerja di instansi pemerintahan.

Menurut Gamawan, tidak ada juga adiknya yang menjadi pengusaha percetakan maupun di bidang yang terkait dengan e-KTP. "Makanya saya bingung, adik saya yang mana yang dimaksud?" ujar dia.

Sebelumnya, seusai menjalani pemeriksaan di KPK, Kamis (29/8/2013), Nazaruddin menuduh Gamawan menerima komisi dari proyek pengadaan e-KTP. Fee tersebut, kata dia, diterima Gamawan melalui tranfer serta lewat sekretaris jenderal dan pejabat lain di kementeriannya, bahkan lewat adiknya.

Atas tuduhan penerimaan fee itu, Gamawan melaporkan Nazaruddin ke Polda Metro Jaya, Jumat pagi. Dia juga berencana kembali melaporkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat tersebut untuk tuduhan Gamawan telah menggelembungkan anggaran proyek e-KTP sebanyak 45 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.