Kompas.com - 30/08/2013, 14:07 WIB
Juru bicara Komisi Yudisial (KY) Asep Rahmat Fajar (kiri) di Gedung KY, Senin (2/5/2011). TRIBUN NEWS/HERUDIN Juru bicara Komisi Yudisial (KY) Asep Rahmat Fajar (kiri) di Gedung KY, Senin (2/5/2011).
Penulis Ariane Meida
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru bicara Komisi Yudisial (KY) Asep Rahmat Fajar mengatakan, selama sepekan ini, KY telah bergerak melakukan validasi awal mengenai laporan dan informasi perkara PK Sudjiono Timan. Setelah melakukan penelusuran awal, menurut Asep, KY telah membuat tim panel dan tim investigasi untuk menelusuri kasus ini lebih dalam.

Kini, KY telah melakukan pemanggilan dan meminta keterangan para saksi.

"Beberapa saksi sudah diidentifikasi untuk dipanggil dalam waktu tidak terlalu lama lagi. Ada dari praktisi hukum dan ada juga internal dari mahkamah agung," ujar Komisioner Komisi Yudisial (KY) Bidang Rekrutmen Hakim Taufiqurrohman Syahuri, Jumat (30/8/2013), dalam konferensi pers di Kantor KY, Jakarta.

Menurut Taufiq, KY akan terus menelusuri dugaan kecurangan dalam putusan PK ini. Jika diperlukan, KY akan bekerja sama dengan institusi lain. "Apakah KY mampu menelusuri kecurangan? Ini tantangan bagi KY. Kalau ada pidananya, KY tentu akan bekerja sama dengan institusi lain," kata Taufiq.

Menurut Taufiq, terdapat kecurigaan terhadap salah satu anggota majelis hakim PK Sudjiono Timan. Ia mengatakan, ada seorang saksi yang mengaku mengenal dengan baik perilaku hakim tersebut dan bersemangat dalam memberikan kesaksian.

"Ada salah satu saksi yang sudah bersemangat, dan tahu betul perilaku salah satu hakim di majelis," ujar Taufiq.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AHY Minta Kader Demokrat Hindari Politik Identitas, Harganya Terlalu Mahal

AHY Minta Kader Demokrat Hindari Politik Identitas, Harganya Terlalu Mahal

Nasional
Ketum PAN: Menjadi Islam Moderat Bukan Sikap Lemah atau Cari Aman

Ketum PAN: Menjadi Islam Moderat Bukan Sikap Lemah atau Cari Aman

Nasional
AHY Nilai Wajar jika Kader Demokrat Dorong Dia Jadi Capres 2024

AHY Nilai Wajar jika Kader Demokrat Dorong Dia Jadi Capres 2024

Nasional
Jokowi-Ma'ruf Amin Akan Hadiri Pengukuhan Pengurus PBNU di Kaltim

Jokowi-Ma'ruf Amin Akan Hadiri Pengukuhan Pengurus PBNU di Kaltim

Nasional
Serangan Sekjen PDI-P ke Anies: Bandingkan dengan Ahok Hingga Sebut Mintanya Bawahan yang Kerja

Serangan Sekjen PDI-P ke Anies: Bandingkan dengan Ahok Hingga Sebut Mintanya Bawahan yang Kerja

Nasional
Ridwan Kamil: Jika Ada Kesempatan Maju sebagai Capres 2024, Bismillah

Ridwan Kamil: Jika Ada Kesempatan Maju sebagai Capres 2024, Bismillah

Nasional
Update 29 Januari: 383.401 Spesimen Diperiksa, Positivity Rate dengan PCR 20,33 Persen

Update 29 Januari: 383.401 Spesimen Diperiksa, Positivity Rate dengan PCR 20,33 Persen

Nasional
Ridwan Kamil Puji Anies Baswedan soal Stadion JIS

Ridwan Kamil Puji Anies Baswedan soal Stadion JIS

Nasional
KSAD Sebut Prajurit TNI yang Gugur di Papua sebagai Pahlawan

KSAD Sebut Prajurit TNI yang Gugur di Papua sebagai Pahlawan

Nasional
Jokowi: IKN Kita Jadikan 'Showcase' Transformasi Lingkungan, Ekonomi, Teknologi, dan Sosial

Jokowi: IKN Kita Jadikan "Showcase" Transformasi Lingkungan, Ekonomi, Teknologi, dan Sosial

Nasional
Update 29 Januari: Ada 11.112 Suspek Covid-19 di Indonesia

Update 29 Januari: Ada 11.112 Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 29 Januari: Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 33 Provinsi, Tertinggi di Jakarta 5.765 Kasus Baru

UPDATE 29 Januari: Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 33 Provinsi, Tertinggi di Jakarta 5.765 Kasus Baru

Nasional
Update 29 Januari: Bertambah 2.590, Total Kasus Sembuh dari Covid-19 Mencapai 4.133.923

Update 29 Januari: Bertambah 2.590, Total Kasus Sembuh dari Covid-19 Mencapai 4.133.923

Nasional
Update 29 Januari: 52.555 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Update 29 Januari: 52.555 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 29 Januari: Bertambah 17, Kasus Kematian Covid-19 Jadi 144.285 Jiwa

UPDATE 29 Januari: Bertambah 17, Kasus Kematian Covid-19 Jadi 144.285 Jiwa

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.