Kompas.com - 28/08/2013, 18:10 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorCaroline Damanik


JAKARTA, KOMPAS.com —
Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Ali Masykur Musa, mengaku merasa terhormat diundang menjadi kandidat di Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat. Proses seleksi calon presiden tersebut dianggapnya sebagai pembelajaran hidup.

"Jangankan jadi presiden, jadi calon presiden saja adalah kemuliaan buat saya," kata Ali sesuai mengikuti Prakonvensi Calon Presiden Partai Demokrat di Wisma Kodel, Jakarta, Rabu (28/8/2013).

Ali mengapresiasi sikap Partai Demokrat yang menggelar konvensi untuk menjaring calon presiden (capres). Proses itu dinilai menjadi pendidikan politik. Dengan konvensi, kata dia, masyarakat dihadapkan menu bakal capres yang begitu banyak.

"Jika dulu dikatakan strategi pembangunan politik cenderung mobilisasi massa, maka sekarang dengan konvensi tidak hanya mobilisasi massa, tapi juga pendidikan politik," ucapnya.

Meski demikian, Ali mengaku tetap menghargai cara parpol lain untuk menetapkan capres dan cawapres. Setiap parpol pasti memiliki strategi masing-masing.

Kepada Komite Konvensi, Ali belum merinci visi dan misinya sebagai capres. Hanya, garis besar yang disampaikannya adalah "jangan berenang di atas awan, berenanglah di atas air". Jika terpilih sebagai presiden, ia mengaku bakal menemui semua golongan untuk mendengarkan keinginan rakyat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.