Menteri Pertanian Tak Tahu Hubungan Ruhut dan Elizabeth

Kompas.com - 22/08/2013, 19:59 WIB
Menteri Pertanian yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera Suswono (kanan) bersaksi dalam sidang terdakwa Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi terkait korupsi impor daging sapi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (17/5/2013). Suswono dijadwalkan akan bersaksi bersama Ahmad Fathanah, Maharani Suciyono, dan Luthfi Hasan Ishaaq. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA DANY PERMANAMenteri Pertanian yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera Suswono (kanan) bersaksi dalam sidang terdakwa Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi terkait korupsi impor daging sapi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (17/5/2013). Suswono dijadwalkan akan bersaksi bersama Ahmad Fathanah, Maharani Suciyono, dan Luthfi Hasan Ishaaq. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian Suswono menjelaskan bahwa politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul pernah menyebut seseorang bernama Elizabeth sebagai importir daging. Suswono mengaku tak ingat kapan Ruhut menyebut nama Elizabeth itu.

"Dalam pertemuan apa saya sudah lupa, tapi saya masih ingat itu (Ruhut sebut nama Elizabeth)," ujar Suswono seusai bersaksi di sidang kasus suap impor daging sapi dengan terdakwa Ahmad Fathanah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (22/8/2013).

Suswono juga tak dapat memastikan apakah Elizabeth yang disebut Ruhut sama dengan Elizabeth yang diketahuinya sebagai Dewan Penasehat Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi). Dia pun mengaku tak tahu hubungan Ruhut dengan seseorang yang disebutnya Elizabeth. Pertemuannya dengan Ruhut, katanya, juga tak membicarakan permintaan kuota impor daging sapi.

"Saya sendiri waktu itu dalam kesempatan hanya pernah bertemu beliau (Ruhut) dan dia pernah nyebut-nyebut (Maria Elizabeth), cuma saya enggak terlalu ngeh nyebut nama Elizabeth. Tapi tidak ada pembicaraan soal permintaan kuota," terangnya.


Seperti diketahui, ketika ditanya hakim anggota Aswijon apakah pernah mendengar nama Maria Elizabeth sebelumnya, Suswono menjawab pernah mendengarnya dari Ruhut. "Namanya entah yang ini (Maria dari Aspidi) atau tidak. Tapi pernah dengar namanya sekali dari Ruhut anggota DPR," ujar Suswono saat bersaksi di persidangan.

Suswono mengaku pernah bertemu Maria di Hotel Aryadutha, Medan, Sumatra Utara pada 11 Januari 2012. Dia dikenalkan oleh mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq. Saat itu, Maria mengaku sebagai Dewan Penasehat Aspidi.

Suswono mengatakan, Maria saat itu menyampaikan adanya krisis daging sapi di Indonesia. Namun, Suswono tidak sepakat dengan data yang disampaikan Maria. Selain itu, menurut Suswono, dalam pertemuan itu, Maria tidak menyampaikan keinginan penambahan kuota impor daging.

"Secara eksplisit dia tidak menyampaikan penambahan kuota," katanya.

Untuk diketahui, dalam pertemuan di Medan, Maria yang juga Direktur Utama PT Indoguna. Utama diduga meyakinkan Suswono agar menambah jatah kuota impor daging sapi. Setelah pertemuan itu, Maria memberikan Rp 1 miliar pada Fathanah. Namun, Maria membantah kalau pemberian itu disebut berkaitan dengan upaya penambahan kuota impor daging sapi untuk PT Indoguna. Maria juga tersangka dalam kasus ini.

Dalam kasus ini, Fathanah bersama Luthfi didakwa menerima pemberian hadiah atau janji dari Juard dan Arya (Direktur PT Indoguna Utama) terkait kepengurusan kuota impor daging sapi untuk perusahaan tersebut Rp 1,3 miliar. Keduanya juga didakwa tindak pidana pencucian uang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X