Kompas.com - 20/08/2013, 14:26 WIB
Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Ronny Franky Sompie. dian maharaniKepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Ronny Franky Sompie.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronny Franky Sompie mengatakan, jumlah narapidana yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan Labuhan Ruku diduga lebih dari 30 orang. Hingga saat ini, ada 31 narapidana yang kabur dari Lapas Labuhan Ruku telah diamankan.

"Awalnya 30 orang (yang melarikan diri), tapi kemudian yang ditangkap anggota lebih. Ada 31 orang," kata Ronny di sela-sela penyerahan penghargaan Kak Seto Award bagi Ipda (anumerta) Kus Hendratma, di Jakarta, Selasa (20/8/2013).

Dari 31 narapidana yang telah ditangkap, Ronny merinci, sebanyak 19 orang ditangkap Polsek Labuhan Ruku, enam orang ditangkap Polsek Limapuluh, dua orang ditangkap di Polres Deli Serdang, dan satu orang ditangkap Polres Simalungun.

"Sebanyak tiga orang menyerahkan diri ke Lapas Labuhan Ruku. Dua orang di antaranya adalah anak-anak, satu orang dewasa," ujarnya.

Ronny mengakui, ada kendala yang dihadapi saat akan menangkap para narapidana, yaitu belum adanya data pasti jumlah narapidana yang melarikan diri dari lapas tersebut. Belum adanya data pasti itu disebabkan pada saat kejadian kondisi tidak memungkinkan bagi petugas lapas untuk melakukan penghitungan.

Meski saat ini kondisi relatif kondusif, pihak lapas juga belum dapat memastikan berapa jumlah narapidana yang melarikan diri.

"Kami prediksi jumlah narapidana yang melarikan diri hanya tersisa sedikit," ujarnya.

Untuk mempercepat proses penangkapan, Kapolda Sumatera Utara telah memerintahkan jajaran polres yang masuk di dalam wilayah hukumnya untuk meningkatkan pengamanan, terutama keamanan di wilayah perbatasan yaitu Aceh, Sumatera Barat, dan Riau.

"Pak Kapolri juga telah memerintahkan kepada Kapolda di Sumatera untuk membantu penangkapan terhadap narapidana yang melarikan diri," katanya.

Sebelumnya diberitakan, ada beberapa penyebab kerusuhan yang berujung kaburnya puluhan narapidana (napi) ataupun tahanan. Pertama, karena adanya pemindahan 49 orang napi dari Lapas Lubuk Pakam ke Lapas Labuhan Ruku pada 17 Agustus 2013. Penyebab lainnya adalah benturan antara napi dan petugas lapas.

"Ada clash napi dan petugas. Pemicunya salah satunya bisa remisi yang kurang memuaskan," ujar kata Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana di Gedung Kemenhuk dan HAM, Jakarta, Senin (19/8/2013). 

Selain itu, kelebihan kapasitas juga menjadi salah satu pemicunya. Penghuni lapas tercatat sebanyak 867 orang yang terdiri dari 564 narapidana dan 303 tahanan. "Secara umum masalah over kapasitas juga ada kontribusinya," kata Denny. 

Menurut Denny, permasalahan di lapas memang meningkat menjelang pemberian remisi seperti hari raya Idul Fitri dan Hari Kemerdekaan RI. Denny mengatakan, pihaknya sebelumnya telah mengantisipasi hal itu dengan meningkatkan pengamanan dan berkoordinasi dengan polisi setempat. Adapun penyebab lain kerusuhan lapas masih dilakukan investigasi.

"Sebenarnya pengamanan di lapas sudah dikoordinasikan dengan kepolisian. Lebih jelasnya tetap dilakukan investigasi mendalam. Tapi, antisipasi agar ini tidak terjadi di tempat lain, kerja sama antara TNI dan Polri diintensifkan," terang Denny. 

Seperti diketahui, kerusuhan pecah di dalam Lapas Labuhan Ruku, Sumatera Utara, pada Minggu (18/8/2013) sekitar pukul 17.00 WIB. Peristiwa bermula saat tahanan memanggil sipir dan memukulinya. Diduga ada tahanan yang memprovokasi hingga akhirnya terjadi kerusuhan dan pembakaran. Seluruh gedung perkantoran terbakar. Demikian juga dapur dan bagian Blok C. 

Ketika itu, lapas hanya dijaga dua orang aparat kepolisian dan dua petugas lapas. Data sementara, sebanyak 22 warga binaan ditangkap kembali dan tiga orang menyerahkan diri. Saat ini kepolisian dan TNI masih berupaya mengejar warga binaan yang melarikan diri.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PCNU Banyuwangi dan Sidoarjo Dipanggil, Ketua PBNU: Kami Cuma Minta Klarifikasi

PCNU Banyuwangi dan Sidoarjo Dipanggil, Ketua PBNU: Kami Cuma Minta Klarifikasi

Nasional
Jokowi Bakal Tandatangani Kesepakatan Ruang Kendali Udara Natuna dengan PM Singapura

Jokowi Bakal Tandatangani Kesepakatan Ruang Kendali Udara Natuna dengan PM Singapura

Nasional
Edy Mulyadi Minta Maaf dan Klarifikasi Pernyataanya yang Menyinggung Warga Kalimantan

Edy Mulyadi Minta Maaf dan Klarifikasi Pernyataanya yang Menyinggung Warga Kalimantan

Nasional
Dewan Pakar PKS Dilantik, Ini Susunan Lengkapnya

Dewan Pakar PKS Dilantik, Ini Susunan Lengkapnya

Nasional
Antisipasi Omicron di Desa, Gus Halim Minta Relawan dan Elemen Desa Berkoordinasi

Antisipasi Omicron di Desa, Gus Halim Minta Relawan dan Elemen Desa Berkoordinasi

Nasional
Besok Jokowi Bertemu PM Singapura untuk Pimpin Pertemuan Bilateral hingga Teken Nota Kesepahaman

Besok Jokowi Bertemu PM Singapura untuk Pimpin Pertemuan Bilateral hingga Teken Nota Kesepahaman

Nasional
Daftar Lengkap 52 Kantor Imigrasi yang Layani Penerbitan Paspor Elektronik

Daftar Lengkap 52 Kantor Imigrasi yang Layani Penerbitan Paspor Elektronik

Nasional
UPDATE: 258.792 Spesimen Diperiksa, Positivity Rate 1,67 Persen

UPDATE: 258.792 Spesimen Diperiksa, Positivity Rate 1,67 Persen

Nasional
Jokowi Serahkan Bantuan untuk Mak Unah, Lansia yang Tinggal di Dekat Kandang Ayam

Jokowi Serahkan Bantuan untuk Mak Unah, Lansia yang Tinggal di Dekat Kandang Ayam

Nasional
Jangan Ada Lagi Nakes Meninggal Dunia, PDGI: Waspadai Covid Gelombang Ketiga

Jangan Ada Lagi Nakes Meninggal Dunia, PDGI: Waspadai Covid Gelombang Ketiga

Nasional
UPDATE 24 Januari: Capaian Vaksinasi Dosis Kedua 59,85 Persen

UPDATE 24 Januari: Capaian Vaksinasi Dosis Kedua 59,85 Persen

Nasional
Ditanya Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat, Kakak Terbit Rencana Perangin Angin Bungkam

Ditanya Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat, Kakak Terbit Rencana Perangin Angin Bungkam

Nasional
UPDATE 24 Januari: Tambah 944, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.124.211

UPDATE 24 Januari: Tambah 944, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.124.211

Nasional
UPDATE: 20.867 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE: 20.867 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 24 Januari: 2.927 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 27 Provinsi

UPDATE 24 Januari: 2.927 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 27 Provinsi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.