BIN Minta Senjata Api Ilegal Dirazia

Kompas.com - 17/08/2013, 13:35 WIB

Ilustrasi senjata api. | Shutterstock
Shutterstock Ilustrasi senjata api. | Shutterstock
Penulis Sandro Gatra
|
EditorBambang Priyo Jatmiko


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Kepala Badan Intelijen Negara Marciano Norman berharap agar jajaran kepolisian melakukan razia senjata api untuk mencegah kembali terulangnya penembakan gelap. Peran masyarakat juga sangat diharapkan.

"Saya merekomendasikan melakukan sweeping senjata kepada mereka yang tidak berhak memiliki senjata. Peran masyarakat sangat besar. Apabila melihat orang-orang yang tidak berhak memiliki senjata api, segera laporkan," kata Marciano di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8/2013 ), menyikapi teror terhadap polisi.

Menurut Marciano, banyak senjata api ilegal beredar di masyarakat. Jika seluruh senjata api tersebut tidak disita, kata dia, penembakan gelap akan terus terjadi.

Marciano meyakini, rentetan teror belakangan ini dilakukan oleh kelompok yang sama. Setelah berhasil dalam aksi, mereka mengulangi dengan modus yang sama. Untuk itu, Marciano berharap ada kewaspadaan di kepolisian di lapangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, penembakan terhadap polisi kembali terjadi. Aipda Kus Hendratma dan Bripka Ahmad Maulana tewas ditembak pelaku kejahatan di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X