Kompas.com - 17/08/2013, 04:02 WIB
Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin (berkemeja biru tua di sisi kanan) saat memimpin inspeksi mendadak di Lapas Cipinang, Jakarta, Selasa (6/8/2013) malam. Dalam sidak tersebut ditemukan belasan kemasan berisi serbuk yang diduga bahan pembuat sabu di bengkel kerja narapidana. KOMPAS.COM/ROBERTUS BELARMINUSMenteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin (berkemeja biru tua di sisi kanan) saat memimpin inspeksi mendadak di Lapas Cipinang, Jakarta, Selasa (6/8/2013) malam. Dalam sidak tersebut ditemukan belasan kemasan berisi serbuk yang diduga bahan pembuat sabu di bengkel kerja narapidana.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorTjatur Wiharyo
J JAKARTA, KOMPAS.com — Penyidik Direktorat IV Narkoba Bareskrim Mabes Polri mengungkap praktik produksi sabu di dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Narkotika Cipinang, 5 Agustus lalu. Sebanyak 10 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Ke-10 tersangka itu, menurut Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Arman Depari, berinisial GW (pegawai lapas), MY, JW (perempuan), HC, VC, AS, FB, AH, TR, dan Mamat.

Arman menjelaskan, pembongkaran praktik produksi sabu ini bermula dari penangkapan JW. JW yang ditangkap di area parkir Lapas Narkotika Cipinang diamankan bersama barang bukti sabu seberat 294 gram senilai Rp 180 juta.

Barang itu diterima JW dari AS yang dibeli dari FB. Dari keterangan JW, petugas kemudian membongkar praktik produksi sabu tersebut. Mulanya, petugas memperoleh informasi adanya paket kiriman ephedrine (bahan baku sabu) seberat 15 kilogram yang ditujukan bagi seorang napi berinisial FB pada Juni 2013.

"Setelah diterima, FB membuka paket tersebut di ruang kerja AJ, Kasi Bimker, dan disaksikan oleh narapidana lainnya berinisial HC, AS dan TR," kata Arman di Aula Direktorat Tindak Pidana (Dittipid) Narkoba Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (16/8/2013).

Arman melanjutkan, dari 15 kilogram ephedrine, lima kilogram di antaranya diserahkan kepada HC. Sisanya disimpan oleh TR di kamar 202 Blok S lapas tersebut. Secara bertahap, FB memberikan bahan dan alat produksi sabu kepada HC.

"Pada pertengahan Juli 2013, dengan dibantu VC, HC mengolah ephedrine. Proses pengolahan ephedrine memakan waktu 54 jam untuk menghasilkan dua kilogram sabu," terangnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sabu yang telah diproduksi tersebut kemudian kembali diserahkan kepada FB. Oleh FB, sabu itu dibawa keluar lapas melalui GW dalam dua tahap, yaitu pertama 1,5 kilogram dan kedua 0,5 kilogram, pada pertengahan Juli 2013.

"GW itu bukan yang pertama (membawa keluar sabu hasil produksi)," katanya.

Arman melanjutkan, FB yang merupakan terpidana mati untuk kasus yang sama, kemudian dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pada akhir Juli. Namun, sebelum dipindahkan, FB kembali memerintahkan GW untuk mengeluarkan sabu hasil produksi. Dengan begitu, total sabu yang dibawa keluar oleh GW mencapai sekitar 3 kilogram.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puan Minta Pemda Tarik Pelayan Kesehatan dari Daerah Rawan Konflik

Puan Minta Pemda Tarik Pelayan Kesehatan dari Daerah Rawan Konflik

Nasional
Panglima TNI : Pengetatan PPKM Level 4 Berhasil Turunkan Kasus Covid-19 Di Jambi

Panglima TNI : Pengetatan PPKM Level 4 Berhasil Turunkan Kasus Covid-19 Di Jambi

Nasional
Hari PMI ke-76, Ketua DPR Ajak Berkabung untuk Pejuang Kemanusiaan Gabriela Meilan

Hari PMI ke-76, Ketua DPR Ajak Berkabung untuk Pejuang Kemanusiaan Gabriela Meilan

Nasional
Berkas Perkara Dugaan Korupsi Pekerjaan Fiktif di PT Jasindo Dinyatakan Lengkap

Berkas Perkara Dugaan Korupsi Pekerjaan Fiktif di PT Jasindo Dinyatakan Lengkap

Nasional
Seorang Nakes Tewas Setelah Dianiaya dan Dilecehkan KKB, Puan: Ini Kekerasan Paling Biadab

Seorang Nakes Tewas Setelah Dianiaya dan Dilecehkan KKB, Puan: Ini Kekerasan Paling Biadab

Nasional
Pemerintah Targetkan 89 Persen Masyarakat Sudah Divaksinasi pada Desember 2021

Pemerintah Targetkan 89 Persen Masyarakat Sudah Divaksinasi pada Desember 2021

Nasional
TNI Evakuasi 9 Nakes dan 1 Personel TNI Korban Kekejaman KKB ke Jayapura

TNI Evakuasi 9 Nakes dan 1 Personel TNI Korban Kekejaman KKB ke Jayapura

Nasional
Menko PMK Ingatkan Panitia PON XX Papua Perhatikan Kesiapan Layanan Kesehatan

Menko PMK Ingatkan Panitia PON XX Papua Perhatikan Kesiapan Layanan Kesehatan

Nasional
Penjelasan Kemenkes Terkait Jumlah Pemeriksaan Spesimen yang Turun di Bawah 100.000

Penjelasan Kemenkes Terkait Jumlah Pemeriksaan Spesimen yang Turun di Bawah 100.000

Nasional
Dugaan Korupsi Pembangunan Gereja di Mimika, KPK Dalami Proses Pembahasan Anggaran di DPRD

Dugaan Korupsi Pembangunan Gereja di Mimika, KPK Dalami Proses Pembahasan Anggaran di DPRD

Nasional
Periksa 5 Orang, KPK Dalami Peran Budhi Sarwono Terkait Dugaan Korupsi di Pemkab Banjarnegara

Periksa 5 Orang, KPK Dalami Peran Budhi Sarwono Terkait Dugaan Korupsi di Pemkab Banjarnegara

Nasional
Kuasa Hukum Sebut Tiga Saksi yang Diajukan KLB Deli Serdang Akui AHY Ketum Demokrat

Kuasa Hukum Sebut Tiga Saksi yang Diajukan KLB Deli Serdang Akui AHY Ketum Demokrat

Nasional
Ketua Komisi I Nilai Pembangunan Kapal Selam Nuklir Australia Tingkatkan Ketegangan di Kawasan

Ketua Komisi I Nilai Pembangunan Kapal Selam Nuklir Australia Tingkatkan Ketegangan di Kawasan

Nasional
Puan Sebut Indonesia Akan Terima Banyak Manfaat Bila Jadi Pusat Vaksin Global

Puan Sebut Indonesia Akan Terima Banyak Manfaat Bila Jadi Pusat Vaksin Global

Nasional
Ketua MPR Sebut Tak Perlu Ada Kekhawatiran Berlebih soal Amendemen UUD 1945

Ketua MPR Sebut Tak Perlu Ada Kekhawatiran Berlebih soal Amendemen UUD 1945

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.