Kompas.com - 16/08/2013, 14:34 WIB
Terdakwa dugaan kasus suap impor daging sapi Juard Effendi (kiri) dan Arya Abdi Effendi (kanan) menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta (24/4/2013). Keduanya ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi bersama mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Lutfi Hasan Ishaaq, karena diduga bekerja sama dalam kasus tersebut.  TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Terdakwa dugaan kasus suap impor daging sapi Juard Effendi (kiri) dan Arya Abdi Effendi (kanan) menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta (24/4/2013). Keduanya ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi bersama mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Lutfi Hasan Ishaaq, karena diduga bekerja sama dalam kasus tersebut.
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Direktur Operasional PT Indoguna Utama Arya Abdi Effendi tiba-tiba meluapkan kekesalannya saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, kepada Ahmad Fathanah. Fathanah adalah terdakwa kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi.

Dia menuding Fathanah penyebab gagalnya pernikahan sang anak. "Saya tahun ini mau ngawinin anak saya, tidak jadi gara-gara beliau (Fathanah) ini," kata Arya di hadapan majelis hakim, Jumat (16/8/2013).

Arya merasa ditipu dengan Fathanah yang menjanjikannya dapat menambah kuota impor daging sapi. Dia juga menyesal mengenal Fathanah. Dengan nada tinggi, Arya menuding Fathanah telah membuat hidupnya berantakan.

"Saya ditipu. Perusahaan saya berantakan gara-gara orang ini. Kehidupan saya juga berantakan," katanya.

Arya awalnya mengaku percaya dengan Fathanah lantaran berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan. Arya kemudian serahkan uang kepada Fathanah yang diketahuinya untuk kegiatan sosial dan safari dakwah PKS. Namun, belakangan ia mengetahui uang itu tidak digunakan Fathanah untuk hal itu. Arya pun kembali naik pitam.

"Saya kesal, uang yang tadinya untuk dana sosial tidak disumbangkan. Makanya saya bilang, saya ini apes. Apes, apes, dan apes," kata Arya dengan emosinya yang meluap.

"Uang Rp 1 miliar itu ternyata enggak jadi buat safari dakwah. Saya kira dia memang benar buru-buru ke bandara mau antar uang. Tetapi ternyata malah ditangkap (KPK) di kamar hotel dengan perempuan," lanjut Arya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti diketahui, Fathanah bersama mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq didakwa menerima pemberian hadiah atau janji dari Juard dan Arya (Direktur PT Indoguna Utama) terkait kepengurusan kuota impor daging sapi untuk perusahaan tersebut, Rp 1,3 miliar. Keduanya juga didakwa tindak pidana pencucian uang. Adapun Juard dan Arya telah divonis 2 tahun 3 bulan penjara.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Syarat Cakupan Vaksinasi Covid-19 Berubah, 54 Daerah Turun Status ke PPKM Level 2

Syarat Cakupan Vaksinasi Covid-19 Berubah, 54 Daerah Turun Status ke PPKM Level 2

Nasional
Kasus Suap di Kolaka Timur, KPK Panggil Deputi Logistik dan Peralatan BNPB sebagai Saksi

Kasus Suap di Kolaka Timur, KPK Panggil Deputi Logistik dan Peralatan BNPB sebagai Saksi

Nasional
Anggota Komisi III Minta Kapolsek yang Diduga Lecehkan Anak Tersangka Diproses Pidana

Anggota Komisi III Minta Kapolsek yang Diduga Lecehkan Anak Tersangka Diproses Pidana

Nasional
Targetkan Vaksinasi Lansia di Jawa-Bali 70 Persen, Luhut Berharap Mampu Tekan Angka Kematian

Targetkan Vaksinasi Lansia di Jawa-Bali 70 Persen, Luhut Berharap Mampu Tekan Angka Kematian

Nasional
OTT di Kuansing, KPK Amankan 8 Orang Termasuk Bupati Andi Putra

OTT di Kuansing, KPK Amankan 8 Orang Termasuk Bupati Andi Putra

Nasional
Aturan Lengkap PPKM Level 3 Luar Jawa-Bali hingga 8 November 2021

Aturan Lengkap PPKM Level 3 Luar Jawa-Bali hingga 8 November 2021

Nasional
Menkes Perkirakan Cakupan Vaksinasi Covid-19 Akhir Tahun Capai 300 Juta Suntikan

Menkes Perkirakan Cakupan Vaksinasi Covid-19 Akhir Tahun Capai 300 Juta Suntikan

Nasional
Bupati Kuansing Andi Putra Terjaring OTT, KPK: Terkait Dugaan Suap Perizinan Perkebunan

Bupati Kuansing Andi Putra Terjaring OTT, KPK: Terkait Dugaan Suap Perizinan Perkebunan

Nasional
Tokoh Agama Berperan Penting dalam Pemberdayaan Perempuan-Perlindungan Anak

Tokoh Agama Berperan Penting dalam Pemberdayaan Perempuan-Perlindungan Anak

Nasional
Kapolsek Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Disanksi Mutasi, Imparsial: Sangat Tidak Cukup

Kapolsek Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Disanksi Mutasi, Imparsial: Sangat Tidak Cukup

Nasional
OTT di Riau, KPK Tangkap Bupati Kuansing Andi Putra

OTT di Riau, KPK Tangkap Bupati Kuansing Andi Putra

Nasional
UNJ Akan Ubah Aturan Pemberian Gelar Doktor Kehormatan, Aliansi Dosen: Ada Kepentingan Non-akademik

UNJ Akan Ubah Aturan Pemberian Gelar Doktor Kehormatan, Aliansi Dosen: Ada Kepentingan Non-akademik

Nasional
Menko PMK Tekankan Pentingnya Kecepatan dan Keakuratan Data Program JKN

Menko PMK Tekankan Pentingnya Kecepatan dan Keakuratan Data Program JKN

Nasional
Kasus Gratifikasi Puput Tantiana, KPK Periksa 9 Pejabat Probolinggo sebagai Saksi

Kasus Gratifikasi Puput Tantiana, KPK Periksa 9 Pejabat Probolinggo sebagai Saksi

Nasional
Dukung Jokowi Tutup BUMN Tak Berkembang, Puan: Percuma Bertahan, Hanya Jadi Beban Negara

Dukung Jokowi Tutup BUMN Tak Berkembang, Puan: Percuma Bertahan, Hanya Jadi Beban Negara

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.