JK: SKK Migas Dibubarkan, Semua Lembaga Negara yang Korup Juga Harus Bubar

Kompas.com - 16/08/2013, 09:35 WIB
Jusuf Kalla KOMPAS. com/Indra AkuntonoJusuf Kalla
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menilai wacana pembubaran SKK Migas pasca-kasus suap Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini tidaklah tepat. Menurut JK, jika SKK Migas dibubarkan, maka seluruh lembaga negara di negeri ini yang tersandung skandal korupsi juga perlu dibubarkan.

"Kalau semua dibubarkan, semua yang korup harus dibubarkan. Artinya, semua yang korup harus dibubarkan dong seperti MK, DPR, sampai partai-partai. Apa harus seperti itu?" ujar JK saat mendatangi pidato kenegaraan di Kompleks Parlemen, Jumat (16/8/2013).

JK menyesalkan penangkapan yang menimpa Rudi. Menurutnya, siapa pun yang memiliki kewenangan yang begitu luas, maka akan berpotensi melakukan korupsi di Indonesia.

"Itu namanya godaan kekuasaan dan material," ucap JK.

Ketua Umum Palang Merah Indonesia itu menuturkan SKK Migas ini sebenarnya hanya berganti baju dari yang sebelumnya bernama BP Migas. Di BP Migas juga terdapat kewenangan besar yang berpeluang terjadinya korupsi.

"Sekarang berubah menjadi SKK Migas, sama saja sebenarnya," ucap JK.

Ia melihat gaji yang diterima Rudi sebagai Kepala SKK Migas juga cukup besar. Selain itu, Rudi juga mendapatkan penghasilan tambahan sebagai Komisaris Utama Bank Mandiri.

"Jadi kalau dilihat dari segi penghasilan, maka hanya moral dan aturan serta pengawasan yang bisa membatasi diri kita dari perilaku korup," ungkap JK.

Seperti diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi mengamankan barang bukti berupa uang senilai lebih dari 400.000 dollar AS dalam tangkap tangan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Rudi Rubiandini, Selasa (13/8/2013) malam.

Selain Rudi, dua lainnya yang ditangkap berasal dari pihak swasta yakni Simon G Tanjaya dan Deviardi alias Ardi. Penangkapan dilakukan di Jalan Brawijaya VIII Jakarta Selatan, yang merupakan kediaman Rudi. Kepala SKK Migas yang sebelumnya adalah Wakil Menteri ESDM ini adalah profesor di Institut Teknologi Bandung. Setelah menjalani pemeriksaan di KPK, ketiga orang ini akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X