Polri Dalami Dugaan Keterlibatan Saiful dalam Bom Vihara Ekayana

Kompas.com - 12/08/2013, 15:48 WIB
Polisi berjaga pascaledakan di Vihara Ekayana, Duri Kepa, Jakarta Barat, Senin (5/8/2013). Diketahui terdapat dua paket diduga berisi bom yang diletakkan di vihara tersebut pada Minggu malam sekitar pukul 19.00, tepat waktu berakhirnya prosesi kebaktian. Satu paket meledak, sementara satu paket lainnya hanya mengeluarkan asap. KOMPAS IMAGES / VITALIS YOGI TRISNAPolisi berjaga pascaledakan di Vihara Ekayana, Duri Kepa, Jakarta Barat, Senin (5/8/2013). Diketahui terdapat dua paket diduga berisi bom yang diletakkan di vihara tersebut pada Minggu malam sekitar pukul 19.00, tepat waktu berakhirnya prosesi kebaktian. Satu paket meledak, sementara satu paket lainnya hanya mengeluarkan asap.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim penyidik Detasemen Khusus 88 Antiteror masih mendalami informasi dari Muh Saiful Sabani alias Ipul, terduga teroris yang ditangkap di Yogyakarta, Sabtu lalu. Polisi akan menelusuri dugaan keterlibatan Ipul dalam aksi teror ledakan di Vihara Ekayana, beberapa waktu lalu.

"Masih terus diselidiki hubungannya," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Kombes Pol Agus Rianto di Mabes Polri, Jakarta (12/8/2013).

Seperti diketahui, Ipul masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Densus 88 karena diduga terkait dengan kelompok Rohadi dan Sigit Indrajit. Kedua orang itu diduga menjadi perencana teror terhadap umat Buddha dan Kedubes Myanmar beberapa waktu lalu.

Selain itu, Ipul juga ditengarai ikut melakukan latihan militer atau i'dad di Gunung Salak, pada Januari 2013. Ipul diduga juga termasuk pencari dana untuk halakah yang dipimpin Rohadi. Guna mengungkap hal itu semua, tim penyidik memiliki waktu tujuh hari untuk mengungkap hubungan Ipul dengan kedua orang tersebut.

"Penyidik kan sudah memiliki data awal karena status bersangkutan sebagai DPO. Sekarang tinggal menambahkan data yang ada," terangnya.

Sebelumnya, Densus 88 Mabes Polri menangkap dua orang yang diduga terkait jaringan teroris di Yogyakarta. Hal tersebut dikonfirmasi Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Ronny F Sompie. Operasi penangkapan telah dilakukan Jumat (9/8/2013) pukul 22.45 WIB.

Ronny menuturkan, buronan teroris yang ditangkap bernama Muh Saiful Sabani alias Ipul (26) warga Bumirejo, Kebumen, Jawa Tengah. Densus 88 juga menciduk Bayu Dwi Ardianto alias Bayu (21), warga Seyegan, Sleman, Yogyakarta.

"Bayu turut diamankan karena saat kejadian dia bersama DPO teroris. Saat ini, Bayu maupun Ipul masih diperiksa," ucap Ronny.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sidang Unlawful Killing, Saksi Ahli: Tak Wajib Polisi Borgol Anggota Laskar FPI

Sidang Unlawful Killing, Saksi Ahli: Tak Wajib Polisi Borgol Anggota Laskar FPI

Nasional
Terdakwa Kasus Asabri, Heru Hidayat, Dijatuhi Pidana Tambahan Berupa Uang Pengganti Rp 12,6 Triliun

Terdakwa Kasus Asabri, Heru Hidayat, Dijatuhi Pidana Tambahan Berupa Uang Pengganti Rp 12,6 Triliun

Nasional
Sidang Unlawful Killing Laskar FPI, Saksi Ahli: Ada Doktrin Lebih Baik Penjahat Mati daripada Petugas

Sidang Unlawful Killing Laskar FPI, Saksi Ahli: Ada Doktrin Lebih Baik Penjahat Mati daripada Petugas

Nasional
Majelis Hakim Tak Sependapat dengan Jaksa soal Tuntutan Hukuman Mati terhadap Heru Hidayat

Majelis Hakim Tak Sependapat dengan Jaksa soal Tuntutan Hukuman Mati terhadap Heru Hidayat

Nasional
Update 18 Januari: Sebaran 1.362 Kasus Covid-19 di Indonesia, Jakarta Tertinggi

Update 18 Januari: Sebaran 1.362 Kasus Covid-19 di Indonesia, Jakarta Tertinggi

Nasional
UPDATE 18 Januari: Ada 5.132 Suspek Covid-19 di Tanah Air

UPDATE 18 Januari: Ada 5.132 Suspek Covid-19 di Tanah Air

Nasional
Pemerintah Siapkan Karantina 'Bubble' untuk Moto GP dan KTT G20

Pemerintah Siapkan Karantina "Bubble" untuk Moto GP dan KTT G20

Nasional
UPDATE: 278.927 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate PCR 4,50 Persen

UPDATE: 278.927 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate PCR 4,50 Persen

Nasional
Divonis Nihil, Terdakwa Kasus Asabri Heru Hidayat Lolos dari Tuntutan Hukuman Mati

Divonis Nihil, Terdakwa Kasus Asabri Heru Hidayat Lolos dari Tuntutan Hukuman Mati

Nasional
Warga Terdampak Erupsi Semeru Ditargetkan Tempati Hunian Sementara Dua Bulan Lagi

Warga Terdampak Erupsi Semeru Ditargetkan Tempati Hunian Sementara Dua Bulan Lagi

Nasional
Ribut Pernyataan Arteria Dahlan soal Copot Kajati Berbahasa Sunda, Ini Awalnya...

Ribut Pernyataan Arteria Dahlan soal Copot Kajati Berbahasa Sunda, Ini Awalnya...

Nasional
UPDATE 18 Januari: 564 Orang Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

UPDATE 18 Januari: 564 Orang Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Nasional
Menkes: Vaksinasi Booster Heterolog Hasilkan Antibodi yang Lebih Kaya

Menkes: Vaksinasi Booster Heterolog Hasilkan Antibodi yang Lebih Kaya

Nasional
Kapolri Ingin Jajarannya Punya Kemampuan sebagai Auditor, Minta BPK Buat Pelatihan

Kapolri Ingin Jajarannya Punya Kemampuan sebagai Auditor, Minta BPK Buat Pelatihan

Nasional
UU IKN Disahkan, Ini Kedudukan, Bentuk, hingga Susunan Pemerintahan Ibu Kota 'Nusantara'

UU IKN Disahkan, Ini Kedudukan, Bentuk, hingga Susunan Pemerintahan Ibu Kota "Nusantara"

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.