Ada Pabrik Narkoba, Pihak Internal Lapas Cipinang Diperiksa

Kompas.com - 08/08/2013, 19:45 WIB
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Amir Syamsuddin memberikan keterangan dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (12/2/2012). Konferensi pers ini berkaitan dengan pertemuan di luar jam kunjung dalam ruangan khusus terjadi pada Rabu (8/2/2012) pukul 23.00 WIB di Rumah Tahanan Cipinang, tempat Nazaruddin ditahan. Menanggapi peristiwa tersebut Kemenhukham mengganti Kepala Kantor Wilayah, Kepala Divisi Pemasyarakatan serta Kepala Rutan Cipinang. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES RODERICK ADRIAN MOZESMenteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Amir Syamsuddin memberikan keterangan dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (12/2/2012). Konferensi pers ini berkaitan dengan pertemuan di luar jam kunjung dalam ruangan khusus terjadi pada Rabu (8/2/2012) pukul 23.00 WIB di Rumah Tahanan Cipinang, tempat Nazaruddin ditahan. Menanggapi peristiwa tersebut Kemenhukham mengganti Kepala Kantor Wilayah, Kepala Divisi Pemasyarakatan serta Kepala Rutan Cipinang. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
|
EditorHindra Liauw


JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenhuk dan HAM) tengah menyelidiki keterkaitan pihak internal Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Jakarta dengan temuan serbuk red fosfor (prekusor sabu) serta mesin pencetak pil ekstasi di bengkel narapidana (napi).

Pihak lapas yang diduga terkait atau mengetahui hal tersebut tengah diperiksa. "Inspektorat Jenderal dengan jajaran sudah melakukan pemeriksaan internal. Di sisi lain hal-hal yang berkaitan dengan tindakan-tindakan yang bisa dilakukan pro justicia dalam hal ini polisi, juga berjalan," kata Menhuk dan HAM Amir Syamsuddin di kediamannya, Jakarta, Kamis (8/8/2013). \

Namun, Amir enggan mengungkapkan pihak lapas yang telah dimintai keterangan. Menurut dia, hal itu demi kepentingan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang terlibat. "Kalau pemeriksaan seperti itu alangkah baiknya tidak terlalu dibuka, sehingga tidak ada kesempatan orang menghilangkan barang bukti. Insya Allah tidak terlalu lama (hasil pemeriksaan)," katanya.

Amir mengaku, pihaknya dan kepolisian akan terbuka menyampaikan hasil penyelidikan tersebut. Pemeriksaan yang dilakukan pihak kepolisian juga terus berjalan.

"Pihak kepolisian menjanjikan serupa. Apapun hasilnnya, mereka berkomitmen menyampaikan secara terbuka," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kemenhuk dan HAM bersama Direktorat Narkoba Polri melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Lapas Cipinang, Jakarta, Selasa (6/8/2013) malam.

Mereka menemukan adanya serbuk red fosfor (prekusor sabu) serta mesin pencetak pil ekstasi di bengkel napi. Dalam sidak itu, Polri kemudian mengamankan satu orang petugas staf keamanan Lapas berinisial G, dan tiga orang napi yakni AS, HS, dan V.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luhut Sebut Pemerintah Tak Akan Lockdown untuk Cegah Masuknya Varian Omicron

Luhut Sebut Pemerintah Tak Akan Lockdown untuk Cegah Masuknya Varian Omicron

Nasional
Muncul Varian Omicron, Menkes: Tidak Perlu Panik

Muncul Varian Omicron, Menkes: Tidak Perlu Panik

Nasional
Pemerintah Pastikan Tempat Karantina Akan Kerja Keras Cegah Varian Omicron dari Luar Negeri

Pemerintah Pastikan Tempat Karantina Akan Kerja Keras Cegah Varian Omicron dari Luar Negeri

Nasional
Ini Daftar 11 Negara yang Warganya Dilarang Masuk RI untuk Cegah Varian Omicron

Ini Daftar 11 Negara yang Warganya Dilarang Masuk RI untuk Cegah Varian Omicron

Nasional
Menkes: Sampai Sekarang Indonesia Belum Teramati Adanya Varian Omicron

Menkes: Sampai Sekarang Indonesia Belum Teramati Adanya Varian Omicron

Nasional
Cegah Varian Corona Omicron, Masa Karantina Pelaku Perjalanan Internasional Jadi 7 Hari

Cegah Varian Corona Omicron, Masa Karantina Pelaku Perjalanan Internasional Jadi 7 Hari

Nasional
WNI dari Negara Afrika bagian Selatan dan Hongkong Wajib Karantina 14 Hari

WNI dari Negara Afrika bagian Selatan dan Hongkong Wajib Karantina 14 Hari

Nasional
Terendah Selama 2021, Kasus Kematian Covid-19 Bertambah 1 dalam Sehari

Terendah Selama 2021, Kasus Kematian Covid-19 Bertambah 1 dalam Sehari

Nasional
Bantu Amankan KTT G20, KSAL Siapkan Kapal Perang hingga Pesawat Udara

Bantu Amankan KTT G20, KSAL Siapkan Kapal Perang hingga Pesawat Udara

Nasional
Sebaran 264 Kasus Baru Covid-19, di DKI Tertinggi

Sebaran 264 Kasus Baru Covid-19, di DKI Tertinggi

Nasional
UPDATE 28 November: Tambah 1 Orang, Total Kasus Kematian akibat Covid-19 Capai 143.808

UPDATE 28 November: Tambah 1 Orang, Total Kasus Kematian akibat Covid-19 Capai 143.808

Nasional
UPDATE: 244.999 SpesimenĀ Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 0,94 Persen

UPDATE: 244.999 SpesimenĀ Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 0,94 Persen

Nasional
UPDATE 28 November: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 8.214

UPDATE 28 November: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 8.214

Nasional
Kapal Selam KRI Cakra-401 Selesai Jalani 'Overhaul', KSAL: Hasilnya Bagus

Kapal Selam KRI Cakra-401 Selesai Jalani "Overhaul", KSAL: Hasilnya Bagus

Nasional
UPDATE 28 November: 94.339.737 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 28 November: 94.339.737 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.