Kompas.com - 07/08/2013, 15:46 WIB
|
EditorHindra Liauw

5. Mahfud MD

Mahfud MD sempat menyatakan keengganannya mengikuti konvensi capres Partai Demokrat. Mahfud bahkan sempat mengkritik bahwa konvensi partai Demokrat tidak jelas. Namun, belakangan Mahfud meralat ucapannya itu dan mengaku siap maju dalam konvensi.

Saat ini, Mahfud juga tidak bergabung dengan partai politik mana pun pascapensiun sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi. Namun, sebelum menjadi hakim konstitusi, Mahfud adalah politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia sempat menjadi anggota Komisi III DPR dan Wakil Ketua Badan Legislasi pada periode 2004-2008. Ia juga sempat menjadi Menteri Pertahanan dan Menteri Kehakiman pada rentang tahun 2000-2001.

Sisi akademis Mahfud cukup menonjol dengan sejumlah gelar yang dimilikinya. Ia meraih gelar Sarjana Sastra Arab di  Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Di sana pula, Mahfud menamatkan program Magister Ilmu Politik. Ia kemudian meraih gelar doktor untuk Ilmu Hukum Tata Negara, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dan akhirnya diberikan gelar profesor di bidang yang sama.

Gaya Mahfud yang ceplas-ceplos kerap membuat panas para politiisi dan petinggi negeri ini. Puncaknya ialah saat Mahfud menuding adanya mafia narkoba di lingkaran Istana. Pernyataannya ini menanggapi pemberian grasi yang diberikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bagi terpidana kasus narkoba Meirika Franola alias Ola, otak penyelundupan sabu seberat 775 gram dari India ke Indonesia.

6. Irman Gusman

Irman menyatakan kesiapannya ikut dalam konvensi Partai Demokrat setelah diminta oleh SBY selaku Ketua Umum Partai Demokrat dalam pertemuan di Istana Negara beberapa waktu lalu. Saat ini, Irman masih aktif sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Irman memulai karier politiknya sejak tahun 1999 dengan menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia mewakili Sumatera Barat. Kemudian, pada Pemilu 2004, Irman yang dikenal sebagai penggagas lahirnya Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia terpilih sebagai anggota DPD RI mewakili Sumatera Barat dan menjadi Wakil Ketua DPD RI bersama Ginandjar Kartasasmita sebagai Ketua DPD RI periode pertama. Pada tahun 2009, Irman kembali terpilih sebagai anggota DPD RI mewakili Sumatera Barat dan terpilih sebagai Ketua DPD RI.

Dibandingkan kandidat lainnya, Irman mengaku yang paling tidak populer. Ia merasa bukan tipe tokoh media darling. Meski demikian, ia tetap optimistis karena ia merasa selama ini sudah memiliki jejak rekam yang panjang di dunia politik.

*****

Partai Demokrat akan segera mengumumkan peserta konvensi. Setidaknya, ada 12 peserta konvensi yang ada dari kalangan internal maupun eksternal. Mereka yang lolos seleksi sebagai kandidat capres nantinya harus menjalani konvensi selama delapan bulan yang dibagi ke dalam dua tahapan.

Mereka akan disurvei oleh tiga lembaga dan hasilnya diumumkan ke publik. Setelah hasil pileg diketahui, Partai Demokrat baru akan mengumumkan kandidat capres yang diusungnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
STAND UP COMEDY INDONESIA
Stand Up Wendi: Baru Pertama Ketemu Pramugari, Udah Diminta Pertanggungjawaban | SUCI Playground
Stand Up Wendi: Baru Pertama Ketemu...
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

21 Parpol yang Sudah Terdaftar di Sipol Pemilu 2024

21 Parpol yang Sudah Terdaftar di Sipol Pemilu 2024

Nasional
Kasus Pria Cium Anak di Gresik Sempat Disebut Bukan Pelecehan Seksual, Kompolnas Angkat Bicara

Kasus Pria Cium Anak di Gresik Sempat Disebut Bukan Pelecehan Seksual, Kompolnas Angkat Bicara

Nasional
Putri Tjahjo Kumolo: Kondisi Bapak Sudah Membaik

Putri Tjahjo Kumolo: Kondisi Bapak Sudah Membaik

Nasional
UPDATE 26 Juni: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 81,06 Persen, Dosis Ketiga 24,02 Persen

UPDATE 26 Juni: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 81,06 Persen, Dosis Ketiga 24,02 Persen

Nasional
Pengamat Sebut Kekuatan Internal PKB Tak Sesolid Saat 2019, Jadi Alasan Gerindra Tidak Ingin 'Grusa-grusu' Nyatakan Koalisi

Pengamat Sebut Kekuatan Internal PKB Tak Sesolid Saat 2019, Jadi Alasan Gerindra Tidak Ingin "Grusa-grusu" Nyatakan Koalisi

Nasional
UPDATE 26 Juni: Tambah 1.726, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 6.080.451

UPDATE 26 Juni: Tambah 1.726, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 6.080.451

Nasional
Indonesia Ajak Dunia Bersatu Pulihkan Rantai Pasok Pangan Global

Indonesia Ajak Dunia Bersatu Pulihkan Rantai Pasok Pangan Global

Nasional
Tjahjo Kumolo Masih Dirawat, PDI-P: Mohon Doanya

Tjahjo Kumolo Masih Dirawat, PDI-P: Mohon Doanya

Nasional
Menpan RB Tjahjo Kumolo Masih Jalani Perawatan Intensif di Rumah Sakit

Menpan RB Tjahjo Kumolo Masih Jalani Perawatan Intensif di Rumah Sakit

Nasional
Kominfo: Hanya Dewan Pers yang Berhak Lakukan Uji Kompetensi Wartawan

Kominfo: Hanya Dewan Pers yang Berhak Lakukan Uji Kompetensi Wartawan

Nasional
Sepulang dari Eropa, Jokowi Bakal ke Uni Emirat Arab Bahas Kerja Sama Ekonomi

Sepulang dari Eropa, Jokowi Bakal ke Uni Emirat Arab Bahas Kerja Sama Ekonomi

Nasional
Menkes: Puncak Kasus BA.4 BA.5 di Indonesia Diperkirakan Minggu Kedua-Ketiga Juli

Menkes: Puncak Kasus BA.4 BA.5 di Indonesia Diperkirakan Minggu Kedua-Ketiga Juli

Nasional
Mensos Risma Dorong 1.500 Ibu-ibu Ubah Nasib lewat Berwirausaha

Mensos Risma Dorong 1.500 Ibu-ibu Ubah Nasib lewat Berwirausaha

Nasional
Kerumitan Perang Melawan Narkoba

Kerumitan Perang Melawan Narkoba

Nasional
Jika Berkoalisi dengan Demokrat-PKS, Nasdem Diyakini Tak Akan Keluar Kabinet

Jika Berkoalisi dengan Demokrat-PKS, Nasdem Diyakini Tak Akan Keluar Kabinet

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.