Kompas.com - 07/08/2013, 02:01 WIB
Direktur Umum Lion Air Edward Sirait menggelar jumpa Pers terkait jatuhnya pesawat Lion Air Boeing 737-800 NG di kantor pusat Lion Air, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2013). Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 904 rute Bandung-Denpasar tersebut jatuh di Laut Bali dekat Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, Sabtu (13/4/2013) sekitar pukul 15.00 WITA. Sebanyak 101 orang penumpang dan 7 orang awak pesawat dinyatakan selamat. 

KOMPAS/PRIYOMBODODirektur Umum Lion Air Edward Sirait menggelar jumpa Pers terkait jatuhnya pesawat Lion Air Boeing 737-800 NG di kantor pusat Lion Air, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2013). Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 904 rute Bandung-Denpasar tersebut jatuh di Laut Bali dekat Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, Sabtu (13/4/2013) sekitar pukul 15.00 WITA. Sebanyak 101 orang penumpang dan 7 orang awak pesawat dinyatakan selamat.
EditorErvan Hardoko
JAKARTA, KOMPAS.com — Maskapai Lion Air memastikan pesawat Boeing 737-800 ER tergelincir keluar landasan di Bandara Gorontalo setelah melindas seekor sapi.

Fakta ini sekaligus membantah pernyataan Kementerian Perhubungan yang memberikan keterangan bahwa pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT892 tergelincir karena menghindari tiga ekor sapi.

Edward Sirait, Direkur Umum Lion Air, mengatakan, ketika mendarat, roda belakang pesawat yang menerbangi rute Jakarta-Makassar-Gorontalo tersebut melindas seekor sapi sehingga pesawat sempat "oleng".

"Pada saat mendarat, pilot lapor ke tower bandara bahwa pesawat mereka seperti melindas sesuatu," kata Edward kepada Tribunnews.com, Selasa (6/8/2013).

Menurut Edward, hal demikian sebenarnya tidak perlu terjadi jika landasan pacu bandara tersebut steril dari hal-hal semacam ini.

"Bandara harusnya steril, kok bisa ada sapi di runway. Ini kan aneh," katanya.

Namun, Edward memastikan seluruh penumpang dalam keadaan selamat.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Boeing 737-800ER milik Lion Air dengan nomor penerbangan JT892 tergelincir keluar landas pacu di Bandara Gorontalo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bambang S Ervan, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, mengatakan, pesawat mengalami over run sekitar 10 meter. Berdasarkan keterangan dari otoritas bandara setempat, insiden terjadi pada pukul 21.13 Wita dan kondisi cuaca serta pesawat juga dalam keadaan baik.

"Setelah touch down pesawat menghindari tiga ekor sapi di landasan sehingga menyebabkan pesawat over run dan mengalami damage pada brake system," kata Bambang.

Menurut Bambang, beruntung dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa. Saat kejadian, pesawat membawa 110 orang penumpang terdiri dari 105 dewasa dan 5 bayi.

"Saat ini pesawat dalam kondisi minor damage dan masih dalam proses evakuasi," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.