Kompas.com - 01/08/2013, 14:43 WIB
Juru Bicara KPK, Johan Budi. KOMPAS/LUCKY PRANSISKAJuru Bicara KPK, Johan Budi.
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi SP berpendapat, korupsi lebih berbahaya dibandingkan terorisme. Ia mengungkapkan, banyak negara yang hancur akibat korupsi. 

"Kalau teroris merusak satu titik, sementara korupsi menghancurkan tidak hanya satu generasi, tapi juga generasi-generasi berikutnya." ujar Johan, dalam diskusi di Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Kamis (1/8/2013).

"Kerajaan Majapahit yang begitu besar di masa lalu juga hancur karena korupsi," tambah Johan.

Dalam kesempatan yang sama, Pakar Hukum Universitas Indonesia Gandjar Laksamana menegaskan bahwa kejahatan korupsi termasuk dalam kejahatan luar biasa (extraordinary crime).

"Meski Indonesia belum meratifikasi Statuta Roma, namun jika kita melihat UU yang berkaitan dengan korupsi yang disahkan oleh DPR bahwa korupsi itu perlu penanganan tidak biasa. Hal tersebut sudah memperlihatkan bahwa korupsi berbeda dengan kejahatan biasa," katanya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.