Nazaruddin Tuding Setya Novanto Terlibat Proyek E-KTP

Kompas.com - 31/07/2013, 22:27 WIB
Terpidana suap Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin, memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (14/2/2013). Nazaruddin diperiksa sebagai saksi DS, terkait penyidikan proyek pembangunan sport center Hambalang, Jawa Barat. 

KOMPAS/ALIF ICHWANTerpidana suap Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin, memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (14/2/2013). Nazaruddin diperiksa sebagai saksi DS, terkait penyidikan proyek pembangunan sport center Hambalang, Jawa Barat.
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com — Terpidana kasus suap wisma atlet SEA Games, Muhammad Nazaruddin, mengaku telah membeberkan kasus dugaan korupsi yang diketahuinya kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi. Salah satunya, dugaan korupsi pada proyek e-KTP yang melibatkan beberapa anggota Komisi II DPR. Nazaruddin menuding Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

"Kalau e-KTP ada Setya Novanto, ada beberapa mantan ketua Komisi II, beberapa ketua, termasuk Mas Anas. Saya ikut juga di situ. Semua sudah diserahkan laporannya kepada KPK," kata Nazaruddin seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (31/7/2013) malam.

Nazaruddin meyakini apa yang dikatakannya sesuai dengan fakta. Dia mengaku akan membongkar sejumlah kasus yang diketahuinya kepada KPK. "Yang penting ini bulan puasa. Saya janji kepada rakyat Indonesia, saya buka semua yang saya tahu. Saya tidak mau nambahin dan ngurangin," katanya.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Nazaruddin sebagai tersangka TPPU pembelian saham PT Garuda sekitar Februari 2012. Penetapan Nazaruddin sebagai tersangka TPPU ini merupakan pengembangan kasus suap wisma atlet SEA Games.

Dalam kasus suap wisma atlet SEA Games, majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor) menjatuhkan vonis berupa hukuman penjara selama 4 tahun 10 bulan kepada Nazaruddin. Saat ini, dia mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung.

KPK menduga, sebagian uang hasil korupsi proyek wisma atlet SEA Games digunakan untuk membeli saham PT Garuda Indonesia. Pembelian saham dilakukan oleh lima anak perusahaan Grup Permai.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X