Hakim Agung Kasus HWO: Saya Tidak Kenal Mario Bernardo

Kompas.com - 30/07/2013, 15:02 WIB
Tersangka kasus suap Mario C Bernardo Dian Maharani/Kompas.comTersangka kasus suap Mario C Bernardo
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Hakim anggota kedua (p2) majelis kasasi perkara penipuan dengan terdakwa Hutomo Wijaya Ongowarsito (HWO), Andi Abu Ayyub Saleh, mengaku tidak kenal dengan tersangka dugaan suap Mario C Bernardo. Andi Ayyub menantang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dirinya.

“Saya tidak kenal itu Mario. Sudah enam tahun saya jadi hakim agung, tidak kenal dengan Mario,” kata Andi, seusai diskusi di Gedung Mahkamah Agung, Selasa (30/7/2013).

Ia mengaku tidak terkejut namanya diseret-seret dalam kasus yang menjerat anak buah pengacara senior Hotma Sitompoel itu. Namun, dia menegaskan siap diperiksa penyidik KPK. Andi bahkan menantang KPK membuktikan bahwa kasus yang juga melibatkan pegawai MA Djodi Supratman iti terkait dengan kasus yang sedang ditangani MA.

“Itu diusut saja. Saya siap (ditelusuri),” katanya.

Dia mengatakan tidak pernah tahu ada staf hakim agung yang mampu mengurus kasus. Ia menyatakan tidak pernah berhubungan langsung dengan staf hakim agung.

“Saya tidak ada hubungan dengan staf. Hanya asisten saja yang dekat (dengan staf). Asisten yang membawahi staf. Saya punya satu asisten dan lima staf,” ujar Andi.

Menurutnya, tidak ada yang istimewa dari setiap kasus yang ditanganinya. “Semua kasus bagi saya sama saja. Tidak ada yang istimewa. Saya tidak pernah berhubungan dengan siapa-siapa,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Andi Ayyub, bersama Hakim Agung Topane Gayus Lumbuun, merupakan anggota majelis kasasi penipuan dengan terdakwa HWO. Ketua majelis perkaranya adalah Zaharuddin Utama.

Sebelumnya, KPK menangkap pengacara Mario C Bernardo dan pegawai Mahkamah Agung (MA) Djodi Supratman di tempat terpisah, Kamis (25/7/2013). Keduanya diduga terkait kasus tindak pidana umum dengan terdakwa HWO yang sedang dalam tahap kasasi di MA. Mario diduga memberi uang kepada Djodi selaku pegawai negeri atau penyelenggara negara untuk mengurus kasasi HWO yang diduga adalah Hutomo Wijoyo Ongowarsito, yang merupakan terdakwa kasus penipuan.

Mario dan Djodi resmi ditetapkan sebagai tersangka sekitar pukul 11.00 WIB, Jumat (26/7/2013). KPK telah menemukan dua alat bukti yang cukup pada Mario dan Djodi. Mario diduga melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara, Djodi diduga melanggar Pasal 5 Ayat 2 atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Djodi diduga baru saja menerima uang dari Mario. Keduanya diduga tengah mengurus perkara tindak pidana umum yang tengah dalam tahap kasasi di Mahkamah Agung. Untuk mengurus perkara tersebut, Mario diduga memberikan uang suap kepada Djodi. Namun, Djodi dipastikan hanya perantara suap karena statusnya sebagai pegawai biasa di Diklat MA.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Pekerja Bangunan Divonis 1 Tahun Penjara dalam Kasus Kebakaran Gedung Kejagung

5 Pekerja Bangunan Divonis 1 Tahun Penjara dalam Kasus Kebakaran Gedung Kejagung

Nasional
Milad MUI ke-46, Wakil Ketua DPR Harap Ulama Bantu Mengedukasi Umat agar Disiplin Prokes

Milad MUI ke-46, Wakil Ketua DPR Harap Ulama Bantu Mengedukasi Umat agar Disiplin Prokes

Nasional
ICW Sebut Ada 3 Celah Korupsi dalam Pengadaan Bansos Covid-19

ICW Sebut Ada 3 Celah Korupsi dalam Pengadaan Bansos Covid-19

Nasional
Perpanjangan PPKM Level 4 Dinilai Rasional, Anggota DPR: Tekan Kasus atau Tidak, Kita Lihat Nanti

Perpanjangan PPKM Level 4 Dinilai Rasional, Anggota DPR: Tekan Kasus atau Tidak, Kita Lihat Nanti

Nasional
Risma Tegaskan Kemensos Hanya Salurkan Bansos Berdasarkan Data yang Diusulkan Pemda

Risma Tegaskan Kemensos Hanya Salurkan Bansos Berdasarkan Data yang Diusulkan Pemda

Nasional
Soal Syarat Vaksinasi Covid-19 untuk Jemaah Umrah, Kemenag akan Koordinasi dengan Kemenkes

Soal Syarat Vaksinasi Covid-19 untuk Jemaah Umrah, Kemenag akan Koordinasi dengan Kemenkes

Nasional
Menkes Minta Obat Covid-19 Tak Ditimbun dan Diberikan Sesuai Resep

Menkes Minta Obat Covid-19 Tak Ditimbun dan Diberikan Sesuai Resep

Nasional
Dua Terdakwa Korupsi di Bakamla Dituntut 4 Tahun Penjara

Dua Terdakwa Korupsi di Bakamla Dituntut 4 Tahun Penjara

Nasional
Serma KKO (Purn) Samuri, Pengangkat Jenazah Pahlawan Revolusi di Sumur Lubang Buaya, Tutup Usia

Serma KKO (Purn) Samuri, Pengangkat Jenazah Pahlawan Revolusi di Sumur Lubang Buaya, Tutup Usia

Nasional
Mensos Risma Ungkap Pemerintah Awalnya Prediksi Pandemi Covid-19 Berakhir April 2021

Mensos Risma Ungkap Pemerintah Awalnya Prediksi Pandemi Covid-19 Berakhir April 2021

Nasional
Jemaah Umrah Indonesia Wajib Karantina 14 Hari, KJRI Jeddah Akan Diplomasi ke Saudi

Jemaah Umrah Indonesia Wajib Karantina 14 Hari, KJRI Jeddah Akan Diplomasi ke Saudi

Nasional
Kemenkominfo Ajak Humas Pemerintah Maksimalkan Medsos untuk Komunikasikan Program

Kemenkominfo Ajak Humas Pemerintah Maksimalkan Medsos untuk Komunikasikan Program

Nasional
Arab Saudi Buka Pintu Jemaah Umrah Internasional, Ini Kata Kemenag

Arab Saudi Buka Pintu Jemaah Umrah Internasional, Ini Kata Kemenag

Nasional
Albertina Ho Bantah Tudingan Terlibat Dalam Pembuatan SK Terkait TWK Pegawai KPK

Albertina Ho Bantah Tudingan Terlibat Dalam Pembuatan SK Terkait TWK Pegawai KPK

Nasional
Panglima TNI Tinjau Pelatihan Tracer Digital Bagi Babinsa hingga Babinpotdirga

Panglima TNI Tinjau Pelatihan Tracer Digital Bagi Babinsa hingga Babinpotdirga

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X