Kompas.com - 25/07/2013, 18:24 WIB
Ilustrasi Warga melihat daftar pemilih sementara (DPS) di Kantor Kelurahan Kebon Kacang, Tanah Abang, Kamis (19/4/2012).   KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Ilustrasi Warga melihat daftar pemilih sementara (DPS) di Kantor Kelurahan Kebon Kacang, Tanah Abang, Kamis (19/4/2012).
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com
– Banyak pihak mempertanyakan dan meragukan data pemilih Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dikumpulkan dan disisir dengan Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) KPU. Oleh karena itu, KPU akan melakukan uji publik terhadap datanya.

“September nanti, kami sudah mengomunikasikan dengan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilihan Umum) akan meluncurkan Sidalih. Dalam waktu dekat kami akan melakukan uji publik bagaimana proses (terkait data pemilih) dari awal hingga akhirnya,” ujar Anggota KPU Ferry Kurnia Rizkiansyah usai diskusi bertajuk “Daftar Pemilih: Problem dan Solusinya” di Jakarta, Kamis (25/7/2013).

Ia mengatakan, sudah beberapa kali Komisi II DPR meminta pihaknya menggelar uji publik atas data yang dipegang KPU. Namun, karena kendala teknis, KPU belum sempat melakukan uji pubik.

Ferry menyatakan, KPU akan mengundang semua pihak terkait kepemiluan dan data pemilih. Kemudian, katanya, pihaknya akan melakukan pemaparan terkait proses penyisiran data pemilih. Dengan demikian, masyarakat mengetahui akurasi dan kemutakhiran data pemilih.

“Kalau masyarakat sudah tahu datanya, kalau nanti ada data siluman kan jadi bisa diketahui. Kami ingin mengawal, memagari semua,” tegas mantan Ketua KPU Jawa Barat itu.

Dia mengungkapkan, saat ini sudah 77 persen atau setara dengan sekitar 144 juta jiwa data pemilih masuk ke KPU pusat.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Level 3 Se-Indonesia Batal, Masyarakat Diminta Tak Abaikan Protokol Kesehatan

PPKM Level 3 Se-Indonesia Batal, Masyarakat Diminta Tak Abaikan Protokol Kesehatan

Nasional
Soal Isu Reshuffle Kabinet, Arsul Sani: Hanya Pak Jokowi dan Allah yang Tahu

Soal Isu Reshuffle Kabinet, Arsul Sani: Hanya Pak Jokowi dan Allah yang Tahu

Nasional
Muktamar Ke-34 NU Akan Digelar 23-25 Desember 2021 di Lampung

Muktamar Ke-34 NU Akan Digelar 23-25 Desember 2021 di Lampung

Nasional
Saksi Akui Angin Prayitno Titipkan 81 SHM Tanah agar Tidak Disita KPK

Saksi Akui Angin Prayitno Titipkan 81 SHM Tanah agar Tidak Disita KPK

Nasional
Cerita Warga ke Jokowi soal Detik-detik Erupsi Semeru...

Cerita Warga ke Jokowi soal Detik-detik Erupsi Semeru...

Nasional
Hujan dan Ledakan di Gunung Semeru, Pencarian Korban Sulit Dilakukan

Hujan dan Ledakan di Gunung Semeru, Pencarian Korban Sulit Dilakukan

Nasional
Diperiksa KPK dalam Kasus Bupati Musi Banyuasin, Istri Alex Noerdin Irit Bicara

Diperiksa KPK dalam Kasus Bupati Musi Banyuasin, Istri Alex Noerdin Irit Bicara

Nasional
Penularan Covid-19 Rendah, Kemenkes: Jangan Lengah, Varian Delta Mendominasi dan Punya 23 Mutasi

Penularan Covid-19 Rendah, Kemenkes: Jangan Lengah, Varian Delta Mendominasi dan Punya 23 Mutasi

Nasional
UPDATE Erupsi Semeru: 34 Orang Meninggal Dunia, 22 Orang Hilang

UPDATE Erupsi Semeru: 34 Orang Meninggal Dunia, 22 Orang Hilang

Nasional
DPR Tetapkan Prolegnas Prioritas 2022, Revisi UU Cipta Kerja Masuk Daftar Kumulatif Terbuka

DPR Tetapkan Prolegnas Prioritas 2022, Revisi UU Cipta Kerja Masuk Daftar Kumulatif Terbuka

Nasional
Anggota Baleg Sebut Tak Ada Pengurangan Pasal dalam Revisi UU Cipta Kerja

Anggota Baleg Sebut Tak Ada Pengurangan Pasal dalam Revisi UU Cipta Kerja

Nasional
UPDATE 7 Desember: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 48,03 Persen

UPDATE 7 Desember: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 48,03 Persen

Nasional
PPKM Level 3 Batal Diterapkan Saat Nataru, Bagaimana Nasib Cuti ASN?

PPKM Level 3 Batal Diterapkan Saat Nataru, Bagaimana Nasib Cuti ASN?

Nasional
UPDATE: Tambah 375.878 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 0,09 Persen

UPDATE: Tambah 375.878 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 0,09 Persen

Nasional
UPDATE 7 Desember: Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama Lansia Capai 55,45 Persen

UPDATE 7 Desember: Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama Lansia Capai 55,45 Persen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.