Kompas.com - 23/07/2013, 01:29 WIB
Jenazah terduga teroris yang ditembak mati Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) tiba di kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I R Said Sukanto atau RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (22/7/2013) jelang tengah malam. Kompas.com/Robertus BelarminusJenazah terduga teroris yang ditembak mati Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) tiba di kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I R Said Sukanto atau RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (22/7/2013) jelang tengah malam.
|
EditorTjatur Wiharyo
JAKARTA, KOMPAS.com — Dua jenazah terduga teroris, D dan R, tiba di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (22/7/2013) pukul 23.50 WIB. Mereka dibawa dengan mobil dari Tulungagung, Jawa Timur, dengan pengawalan dari Detasemen Khusus 88 Antiteror.

Sebelum jenazah datang, ada enam polisi dari Polsek Kramat Jati, Jakarta Timur, berjaga-jaga di lokasi. Setelah jenazah masuk, empat anggota Densus 88 mengambil posisi berjaga di depan pintu masuk kamar jenazah.

D dan R diduga terlibat dalam kasus bom Poso. Menurut Kepala Polda Jawa Timur Inspektur Jenderal Unggung Cahyono, D dan R sudah diintai dalam tiga bulan terakhir. D dan R sempat singgah di Surabaya, Lamongan, dan Magetan, sebelum ditembak mati dalam penyergapan yang dilakukan Densus 88 di Tulungagung.

Ketika penyergapan itu, ada dua orang lain bersama D dan R, yaitu MH dan S. MH dan S dilumpuhkan dengan tembakan di kaki ketika berusaha melarikan diri dan ditangkap dalam keadaan hidup.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Diminta Libatkan Banyak Pihak Tentukan Tanggal Pemilu 2024

Pemerintah Diminta Libatkan Banyak Pihak Tentukan Tanggal Pemilu 2024

Nasional
Sepanjang 2004-2021, Komnas Perempuan Catat 544.452 Kekerasan dalam Rumah Tangga

Sepanjang 2004-2021, Komnas Perempuan Catat 544.452 Kekerasan dalam Rumah Tangga

Nasional
Luhut Klaim Angka Testing Sudah Cukup Baik, Epidemiolog: Mestinya 270.000 Testing Per Hari

Luhut Klaim Angka Testing Sudah Cukup Baik, Epidemiolog: Mestinya 270.000 Testing Per Hari

Nasional
Pemerintah Diminta Kaji Bersama Pakar soal Rencana Izinkan Kegiatan Skala Besar

Pemerintah Diminta Kaji Bersama Pakar soal Rencana Izinkan Kegiatan Skala Besar

Nasional
“Ghosting” Politik, Ketika Kepala Daerah Berkonflik dengan Wakilnya

“Ghosting” Politik, Ketika Kepala Daerah Berkonflik dengan Wakilnya

Nasional
Tiga Patung Penumpas G30S/PKI Dibongkar Penggagas, Pangkostrad Tidak Bisa Menolak

Tiga Patung Penumpas G30S/PKI Dibongkar Penggagas, Pangkostrad Tidak Bisa Menolak

Nasional
Muncul Klaster PTM, Luhut: Kita Lebih Takut Generasi Mendatang Jadi Bodoh

Muncul Klaster PTM, Luhut: Kita Lebih Takut Generasi Mendatang Jadi Bodoh

Nasional
Target Testing 400.000 Per Hari Belum Tercapai, Ini Kata Kemenkes

Target Testing 400.000 Per Hari Belum Tercapai, Ini Kata Kemenkes

Nasional
Di Depan Anggota DPRD Jambi, Firli Bahuri Bicara soal Kesejahteraan Umum

Di Depan Anggota DPRD Jambi, Firli Bahuri Bicara soal Kesejahteraan Umum

Nasional
Oktober, Warga Tak Punya 'Smartphone' Bisa Naik Pesawat atau KA Tanpa PeduliLindungi

Oktober, Warga Tak Punya "Smartphone" Bisa Naik Pesawat atau KA Tanpa PeduliLindungi

Nasional
Hari Ini, Jokowi Dijadwalkan Tanam Mangrove Bersama Warga Riau dan Kepri

Hari Ini, Jokowi Dijadwalkan Tanam Mangrove Bersama Warga Riau dan Kepri

Nasional
Jubir Presiden: RI Salah Satu Negara Terbaik Tangani Covid-19

Jubir Presiden: RI Salah Satu Negara Terbaik Tangani Covid-19

Nasional
Ini Hasil Evaluasi PPKM 21-27 September dari Pemerintah

Ini Hasil Evaluasi PPKM 21-27 September dari Pemerintah

Nasional
UPDATE: 4.209.403 Kasus Covid-19 dan Klaim Kondisi Membaik

UPDATE: 4.209.403 Kasus Covid-19 dan Klaim Kondisi Membaik

Nasional
Menanti Wakil Ketua DPR Pengganti Azis Syamsuddin

Menanti Wakil Ketua DPR Pengganti Azis Syamsuddin

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.