Kompas.com - 20/07/2013, 15:56 WIB
Ketua Fraksi PDIP, Puan Maharani memberikan keterangan pers terkait pergantian ketua fraksi PDIP di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/1/2012). Puan Maharani menggantikan Tjahjo Kumolo sebagai Ketua Fraksi PDIP sejak 13 Januari 2012. KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN HENDRA A SETYAWANKetua Fraksi PDIP, Puan Maharani memberikan keterangan pers terkait pergantian ketua fraksi PDIP di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/1/2012). Puan Maharani menggantikan Tjahjo Kumolo sebagai Ketua Fraksi PDIP sejak 13 Januari 2012. KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Fraksi PDI Perjuangan Puan Maharani menjawab wacana duet dirinya dengan Yusril Ihza Mahendra untuk maju dalam Pilpres 2014 mendatang. Puan mengatakan bahwa dirinya sebenarnya lebih pantas menjadi capres daripada cawapres.

"Kenapa jadi cawapres? Jadi capres dong," ujar Puan di Jakarta, Jumat (19/7/2013).

Sebelumnya, Ketua Umum PBB MS Kaban mengatakan partainya membuka peluang untuk berkoalisi dengan PDI Perjuangan pada Pilpres 2014. Ia pun menyebutkan alternatif pasangan Yusril Ihza Mahendra dengan Puan Maharani sebagai pasangan capres dan cawapres.

"Ingat sejarah Cina, mata uang Yuan yang bisa melawan dollar AS. Yuan itu Yusril dan Puan. Jadi tidak apalah kalau PBB koalisi dengan PDI-P," kata Kaban pada acara Milad PBB ke-15 di Jakarta, Rabu (17/7/2013).

Menurut Puan, ide yang diluncurkan MS Kaban itu belum dikomunikasikan kepadanya. Ia pun mengaku belum ada komunikasi apa pun dengan Yusril Ihza Mahendra. Ia menegaskan bahwa seluruh kader PDI Perjuangan masih menunggu instruksi Ketua Umum yang memiliki wewenang menentukan pasangan capres dan cawapres.

"Saya kan juga kader, saya tunggu instruksi ketua umum. Tunggu saja dulu Pileg 2014. Yang penting bagaimana kita cukup dalam mengikuti aturan yang ada di pemilu pilpres yang akan datang karena mau maju kalau nggak punya kursinya, gimana mau maju," imbuh Puan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menurut OJK, Ini Ciri-ciri Pinjaman Online Ilegal

Menurut OJK, Ini Ciri-ciri Pinjaman Online Ilegal

Nasional
Pemerintah Susun 'Road Map' Perubahan Status Pandemi Covid-19 Jadi Endemi

Pemerintah Susun "Road Map" Perubahan Status Pandemi Covid-19 Jadi Endemi

Nasional
Airlangga: Untuk Pemilihan Presiden, Kita Harus Menang

Airlangga: Untuk Pemilihan Presiden, Kita Harus Menang

Nasional
Wapres Ingatkan agar Pesantren Mampu Akomodasi Kemajuan Teknologi

Wapres Ingatkan agar Pesantren Mampu Akomodasi Kemajuan Teknologi

Nasional
Kasus Covid-19 Turun hingga 98 Persen, Pemerintah Tetap Gencarkan Vaksinasi

Kasus Covid-19 Turun hingga 98 Persen, Pemerintah Tetap Gencarkan Vaksinasi

Nasional
Jokowi Ingatkan Risiko Lonjakan Kasus Covid-19 karena Pembukaan Sekolah

Jokowi Ingatkan Risiko Lonjakan Kasus Covid-19 karena Pembukaan Sekolah

Nasional
Strategi Pemerintah Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Jelang Natal dan Tahun Baru

Strategi Pemerintah Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Jelang Natal dan Tahun Baru

Nasional
Jokowi Ingatkan Indonesia Tetap Tangguh dan Bertahan Hadapi Krisis akibat Pandemi

Jokowi Ingatkan Indonesia Tetap Tangguh dan Bertahan Hadapi Krisis akibat Pandemi

Nasional
Wapres: Kebangkitan Ekonomi Pesantren Harus Dimulai dari Santri

Wapres: Kebangkitan Ekonomi Pesantren Harus Dimulai dari Santri

Nasional
Jokowi Targetkan Vaksinasi Covid-19 Nasional Capai 70 Persen pada Akhir Tahun

Jokowi Targetkan Vaksinasi Covid-19 Nasional Capai 70 Persen pada Akhir Tahun

Nasional
Jokowi Targetkan Cakupan Vaksinasi Capai 270 Juta Dosis pada Akhir 2021

Jokowi Targetkan Cakupan Vaksinasi Capai 270 Juta Dosis pada Akhir 2021

Nasional
Jokowi: Perdagangan, Turisme, dan Investasi Harus Digerakkan, Jangan Terlambat

Jokowi: Perdagangan, Turisme, dan Investasi Harus Digerakkan, Jangan Terlambat

Nasional
Hari Santri Jadi Momentum Memupuk Semangat Nasionalisme dan Cinta Tanah Air

Hari Santri Jadi Momentum Memupuk Semangat Nasionalisme dan Cinta Tanah Air

Nasional
Capaian Kinerja Pemerintah, 280 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Berhasil Diperoleh

Capaian Kinerja Pemerintah, 280 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Berhasil Diperoleh

Nasional
Polri Gelar Lomba Mural, Peserta Boleh Sampaikan Kritik Negatif

Polri Gelar Lomba Mural, Peserta Boleh Sampaikan Kritik Negatif

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.