Bom Rakitan di Tasikmalaya Berbentuk Bom Panci

Kompas.com - 20/07/2013, 14:16 WIB
Halaman depan Polsek Rajapolah, Tasikmalaya, yang dilempar bom rakitan masih diperiksa tim Gegana Polda Jawa Barat, Rabu pagi. KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHAHalaman depan Polsek Rajapolah, Tasikmalaya, yang dilempar bom rakitan masih diperiksa tim Gegana Polda Jawa Barat, Rabu pagi.
|
EditorEgidius Patnistik
TASIKMALAYA, KOMPAS.com — Bom rakitan yang dilempar orang tak dikenal ke Markas Polsek Rajapolah, Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (20/7/2013), diketahui tidak meledak sempurna.

Rangkaian bom itu berbentuk panci dan memiliki timer (pengatur waktu) untuk detonatornya. Hal itu terungkap setelah tim Gegana Polda Jawa Barat mengamankan dan memeriksa seluruh bagian bom yang sempat meledak itu. 

Beberapa komponen bom rakitan itu, antara lain, serbuk belerang, sebungkus paku yang masih terbungkus plastik, dan sebuah panci berdiamater sekitar 20 sentimeter. "Ini juga ada detonator atau timer yang bisa diledakkan dari jauh, tapi meledaknya tak sempurna," terang salah seorang petugas Tim Gegana Polda Jawa Barat di lokasi kejadian, Sabtu pagi.

Setelah bom rakitan berhasil dijinakkan dan diurai beberapa komponen dan rangkaiannya, petugas membawa rakitan bom tersebut untuk diperiksa di Lab Polda Jabar.

Bom panci bertekanan atau panci presto biasa digunakan teroris yang terkait dengan jaringan Al Qaeda di Asia Selatan. Terakhir jenis bom itu digunakan dalam serangan di Maraton Boston, AS, pada 15 April lalu, yang diduga dilakukan oleh Tamerlan dan Dzhokhar Tsarnaev bersaudara.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X