KPK: Ada Potensi Korupsi Sepanjang Jalur Pantura

Kompas.com - 19/07/2013, 20:10 WIB
Jalan Pantai Utara Jawa Barat di Indramayu, yakni yang melewati Desa Pangkalan, Kecamatan Losarang, hingga Eretan, sedang diperbaiki, Minggu (14/4/2013). Perbaikan ditargetkan selesai 15 hari sebelum Lebaran (H-15). Perbaikan jalan itu merupakan salah satu paket dari 20 paket pengerjaan jalan dan jembatan di wilayah Jawa Barat yang nilai Rp 245 miliar.

KOMPAS/RINI KUSTIASIHJalan Pantai Utara Jawa Barat di Indramayu, yakni yang melewati Desa Pangkalan, Kecamatan Losarang, hingga Eretan, sedang diperbaiki, Minggu (14/4/2013). Perbaikan ditargetkan selesai 15 hari sebelum Lebaran (H-15). Perbaikan jalan itu merupakan salah satu paket dari 20 paket pengerjaan jalan dan jembatan di wilayah Jawa Barat yang nilai Rp 245 miliar.
Penulis Icha Rastika
|
EditorHeru Margianto
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjohanto mengungkapkan adanya potensi korupsi dalam pembangunan infrastruktur jalan, termasuk jalur pantai utara (pantura).

"Diduga ada potensi korupsi, yes, tapi KPK masih dalam kajian-kajian," kata Bambang dalam diskusi media di Jakarta, Jumat (19/7/2013).

Menurut Bambang, KPK membuat program "Indonesia Memantau Jalan" sekitar tiga tahun lalu. Melalui program tersebut, KPK menemukan informasi-informasi mengenai dugaan penyalahgunaan dalam pembangunan infrastruktur jalan nasional dan provinsi.

"Di 'Indonesia Memantau Jalan', masalahnya, jalan nasional di daerah kan ada, persoalannya kualitas infrastruktur itu, bahan, nilai. Kedua, menyangkut informasi mengenai panjang jalan tidak sesuai, baru diperbaiki, tahun depan diperbaiki lagi di tempat yang sama," ungkap Bambang.

"KPK mengumpulkan informasi siapa pengusaha yang buat jalan itu, jangan-jangan proyeknya sama, dibuat oleh perusahaan yang sama," kata Bambang lagi.

Dia juga menyatakan, potensi korupsi dalam pengadaan jalan ini masih dalam penanganan bidang pencegahan KPK, belum masuk ke bidang penindakan.

"Kalau emang ada yang akurat mengenai ini, kita dorong kasus ini untuk kajian lebih lanjut di dumas (pengaduan masyarakat)," tambahnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X