Kompas.com - 15/07/2013, 23:12 WIB
Warga Syiah yang selama ini ditempatkan di GOR Tennis Sampang dipindahkan ke Puspa Agro, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (20/6/2013) SURYA/MUCHSINWarga Syiah yang selama ini ditempatkan di GOR Tennis Sampang dipindahkan ke Puspa Agro, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (20/6/2013)
Penulis Sandro Gatra
|
EditorKistyarini


JAKARTA, KOMPAS.com
— Hampir satu tahun pascaperistiwa di Sampang, Madura, pemerintah akan mempertemukan para pihak yang bertikai untuk mencari penyelesaian masalah tersebut.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan, Rektor IAIN Sunan Ampel Abd A'la ditunjuk sebagai ketua tim rekonsiliasi. Tim akan mempertemukan warga Syiah yang kini ditampung di rumah susun di Sidoarjo, Jawa Timur, dengan warga Sampang.

Djoko menjelaskan, ada dua opsi yang akan dibicarakan dalam proses rekonsiliasi. Pertama, warga Syiah kembali ke kampung halamannya. Namun, opsi itu akan dilakukan jika tidak ada lagi penolakan dari warga Sampang lainnya. Jika opsi itu tidak bisa dilakukan, mereka akan direlokasi.

"Kalau tidak di situ, apakah di lokasi lain di sekitar Madura. Ini lagi digodok tim dan pemerintah daerah," kata Djoko seusai rapat terbatas membahas masalah Sampang di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (15/7/2013).

Rapat dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan diikuti para menteri terkait.

Seperti diketahui, warga Syiah yang mengungsi terus mendesak pemerintah mengembalikan mereka ke kampung halaman. Mereka menolak direlokasi dengan berbagai alasan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Rasiyo mengatakan, Rektor IAIN ditunjuk sebagai ketua tim rekonsiliasi lantaran dianggap independen dan menguasai agama. Tim diisi oleh tokoh Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, forum pimpinan daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan media.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Rasiyo, waktu rekonsiliasi tidak dibatasi lantaran hal itu merupakan masalah sosial. Jika warga Sampang nantinya tidak keberatan warga Syiah kembali, pemerintah akan memperbaiki 55 rumah yang dibakar.

"Kita akan kumpulkan semua dari kedua pihak yang bertengkar. Kita carikan solusi yang sebaik-baiknya. Permasalahan sosial kan enggak bisa grusa grusu (buru-buru). Pak Presiden juga minta hati-hati, secara mendalam," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Periksa Gitaris 'The Changcuters' Sebagai Saksi Terkait Kasus Aa Umbara

KPK Periksa Gitaris "The Changcuters" Sebagai Saksi Terkait Kasus Aa Umbara

Nasional
Menkes: Stok Oksigen di Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Cukup

Menkes: Stok Oksigen di Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Cukup

Nasional
Menkes Buka Opsi Gunakan Vaksin Sinovac dan Pfizer untuk Vaksinasi Anak

Menkes Buka Opsi Gunakan Vaksin Sinovac dan Pfizer untuk Vaksinasi Anak

Nasional
Industri Pertahanan Hadapi Tiga Tantangan dalam Membangun Alutsista

Industri Pertahanan Hadapi Tiga Tantangan dalam Membangun Alutsista

Nasional
Periksa Saksi, KPK Dalami Pengurusan Jatah Kuota Rokok Terkait Dugaan Korupsi Pengaturan Barang Kena Cukai

Periksa Saksi, KPK Dalami Pengurusan Jatah Kuota Rokok Terkait Dugaan Korupsi Pengaturan Barang Kena Cukai

Nasional
Data Pemerintah Ungkap 12,6 Persen Anak Indonesia Positif Covid-19

Data Pemerintah Ungkap 12,6 Persen Anak Indonesia Positif Covid-19

Nasional
Nakes Pertama di Wisma Atlet Gugur akibat Covid-19, Ketua DPR: Indonesia Kehilangan Insan Terbaik

Nakes Pertama di Wisma Atlet Gugur akibat Covid-19, Ketua DPR: Indonesia Kehilangan Insan Terbaik

Nasional
Kemenkes Diskusi dengan ITAGI Soal Vaksinasi Covid-19 pada Anak

Kemenkes Diskusi dengan ITAGI Soal Vaksinasi Covid-19 pada Anak

Nasional
154 Orang di Lingkungan DPR Terpapar Covid-19, 19 di Antaranya Anggota Dewan

154 Orang di Lingkungan DPR Terpapar Covid-19, 19 di Antaranya Anggota Dewan

Nasional
Pemerintah Dapat Opini WTP dari BPK, Jokowi: Capaian Baik di Tahun Berat

Pemerintah Dapat Opini WTP dari BPK, Jokowi: Capaian Baik di Tahun Berat

Nasional
Menlu Sebut Pengembangan Vaksin PT Kalbe Farma dan Genexine Uji Coba Bulan Juli di Indonesia

Menlu Sebut Pengembangan Vaksin PT Kalbe Farma dan Genexine Uji Coba Bulan Juli di Indonesia

Nasional
11 dari 16 Mobil Sitaan Kasus Asabri Terjual Rp 17,23 Miliar

11 dari 16 Mobil Sitaan Kasus Asabri Terjual Rp 17,23 Miliar

Nasional
Upaya Pemerintah Tambah Kapasitas RS akibat Lonjakan Covid-19 , Gunakan Asrama Haji hingga RSJ

Upaya Pemerintah Tambah Kapasitas RS akibat Lonjakan Covid-19 , Gunakan Asrama Haji hingga RSJ

Nasional
Pemerintah-DPR Diminta Beri Jaminan Bahas RKUHP, Tidak Langsung Mengesahkan

Pemerintah-DPR Diminta Beri Jaminan Bahas RKUHP, Tidak Langsung Mengesahkan

Nasional
Hari Ini, Presiden Jokowi Dijadwalkan Bertemu Menlu Korsel Chung Eui-yong

Hari Ini, Presiden Jokowi Dijadwalkan Bertemu Menlu Korsel Chung Eui-yong

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X