Memang Sudah Saatnya bagi Golkar Mencari Pasangan - Kompas.com

Memang Sudah Saatnya bagi Golkar Mencari Pasangan

Kompas.com - 12/07/2013, 17:55 WIB
KOMPAS/Hendra A Setyawan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie (kiri), didampingi Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham (tengah), dan Ketua Bidang Informasi dan Penggalangan Opini Partai Golkar, Fuad Mansyur saat refleksi akhir tahun di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (27/12/2011).

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Y Thohari mengatakan, memang sudah saatnya Partai Golkar untuk membicarakan koalisi dari sekarang. Golkar kini membuka komunikasi selebar-lebarnya dengan banyak partai, termasuk dengan PDI Perjuangan. Hanya, pembicaraan PDI-P baru memasuki tahap awal.

"Kalau kontak dengan PDI Perjuangan sudah dilakukan, tapi belum sampai pada pembicaraan substantif. Komunikasi ini dilakukan oleh semua elite partai melalui jalurnya masing-masing," ujar Hajriyanto menjelaskan kedekatan Golkar dan PDI Perjuangan saat ini, Jumat (12/7/2013).

Wakil Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) itu menilai pada Pemilihan Presiden 2014 mendatang, setiap partai politik diwajibkan untuk berkoalisi untuk memenuhi syarat presidential treshold (PT).

Hajriyanto melihat saat ini adalah waktu yang tepat untuk membangun dan saling menjajaki partner koalisi sehingga koalisi yang terjadi tidak koalisi pragmatis yang mudah goyang di tengah jalan. Salah satu penjajakan yang menurut Hajriyanto dilakukan partainya adalah dengan memanfaatkan momen bulan Ramadhan.


"Pertemuan bisa dilakukan bersamaan dengan suatu seremoni atau dengan momen berbuka bersama, sahur bersama, dan kemudian duduk bersama dan beranjak kepada pembicaraan yang lebih serius. Datang buka puasa ini adalah kontak awalnya," ucap Hajriyanto.

Menanggapi pertemuan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal “Ical” Bakrie dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dalam acara buka bersama, Hajriyanto menanggapi santai. Menurutnya, masih banyak acara buka puasa bersama yang akan didatangi Ical untuk menjalin komunikasi dengan calon partner koalisi.

Hajriyanto mengakui Partai Golkar tidak akan hanya menjalin komunikasi dengan satu atau dua partai, tetapi Golkar menjalin komunikasi dengan partai lain, baik di dalam maupun di luar parlemen.

"Golkar semuanya dikontak karena Golkar ini di tengah, jadi bisa berhubungan intim dengan partai kebangsaan atau berhubungan dekat dengan partai keagamaan," katanya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorCaroline Damanik

Close Ads X