Golkar: Pertemuan Ical dan Surya Paloh Jadi Modal Koalisi - Kompas.com

Golkar: Pertemuan Ical dan Surya Paloh Jadi Modal Koalisi

Kompas.com - 11/07/2013, 15:56 WIB
DIAN MAHARANI Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh berbincang-bincang dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakri alias Ical di Kantor DPP Partai Nasdem, Rabu (10/9/2013).

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Nurul Arifin memiliki pendapat lain tentang pertemuan antara Ketua Umum Partai Golkar Aburizal "Ical" Barkrie dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dalam acara buka puasa bersama di kantor DPP Partai Nasdem, Rabu (10/7/2013). Menurut Nurul, pertemuan itu adalah modal koalisi bagi Partai Golkar dalam Pemilu 2014 mendatang.

"Kemarin kan rekonsiliasi, kalau secara politik, pastinya akan ada lobi ke sana, Nasdem pun diprediksi lolos PT (parliamentary threshold). Jadi, modal koalisi ke depan," ujar Nurul di Kompleks Parlemen, Kamis (11/7/2013).

Nurul melihat dengan datangnya Ical ke acara buka puasa bersama yang diadakan Surya Paloh menandakan hubungan kedua politisi ini mencair. Pasalnya, pada tahun 2009 silam, hubungan Ical dan Surya Paloh sempat renggang. Surya Paloh akhirnya memilih hengkang dari Partai Golkar dan mendirikan organisasi massa Nasdem yang menjadi cikal bakal pendirian Partai Nasdem.

Kompas.com/SABRINA ASRIL Politisi Partai Golkar Nurul Arifin

"Petanya kelihatan memang, mulai ketahuan, keluarga besar kuning berkoalisi, sekarang kan sudah ada magnetnya. Saya bersyukur, SP dan ARB (Ical) hubungannya sudah sudah cair. Semoga ini bukan cuma pertemuan buka puasa saja, bisa berharap dalam koalisi," tuturnya.


Ical sambangi Surya Paloh

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal "Ical" Bakrie menyempatkan diri hadir dalam acara buka bersama di DPP Partai Nasdem pada Rabu (10/7/2013). Surya Paloh menyatakan, pihaknya terbuka untuk berkoalisi dengan Partai Golkar pada Pemilu 2014. Hal senada dikatakan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie saat menghadiri acara buka puasa bersama di Kantor DPP Partai Nasdem, Rabu (10/7/2013).

"Kita bersahabat. Kenapa tidak harus saling membantu? Kalau Ical minta bantuan, saya akan siap membantu. Kalau tidak sanggup, ya, gimana. Bukan tidak mungkin komunikasi politik dengan saling menghargai," kata Surya.

Ical pun menjawab bahwa kemungkinan untuk berkoalisi dengan Nasdem selalu ada.

"Jadi, bisa saja ada silaturahim politik. Untuk berkoalisi, bisa saja. Kenapa tidak?" kata Ical.

Surya mengaku telah lama menjalin persahabatan dengan Ical. Keduanya juga membantah bahwa pertemuan ini merupakan yang pertama setelah Surya meninggalkan Golkar dan mendirikan Nasdem.

"Padahal, esensi kehidupan, bukan musuhan. Ada baiknya silaturahim politik. Kita berbeda pandangan, kita tetap berkawan," kata Ical.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorCaroline Damanik

Close Ads X