Anies Baswedan Cocok Ikut Konvensi, tapi Diragukan soal Duit

Kompas.com - 11/07/2013, 11:21 WIB
Ketua Komisi VII DPR sekaligus Anggota Tim Pengawas Century Sutan Bhatoegana KOMPAS. com/Indra AkuntonoKetua Komisi VII DPR sekaligus Anggota Tim Pengawas Century Sutan Bhatoegana
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com -
Rektor Universitas Paramadina dan pendiri Gerakan Indonesia Mengajar Anies Baswedan menuai dukungan dari Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana untuk mengikuti bursa calon presiden melalui jalur konvensi. Namun, kemampuannya dalam hal dana untuk ikut serta dalam konvensi juga diragukan oleh Sutan.

KOMPAS/IWAN SETYAWAN Anies Baswedan.

Menurut Sutan, Anies merupakan figur yang layak dan sesuai dengan filosofi konvensi. Selain karena latar belakangnya sebagai akademisi yang paham dengan dunia pendidikan nasional, Anies juga dianggap bersih dari tindak pidana korupsi dan relam jejaknya tak ada catatan pernah tersandung masalah hukum.

"Saya dukung Anies. Dia anak pahlawan nasional, dia juga pernah bilang kalau dirinya akan mencurahkan seluruh tenaga dan pikiran untuk indonesia, menurut saya ini menarik," kata Sutan di Kompleks Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (11/7/2013).

Akan tetapi, Ketua Komisi VII DPR ini tak yakin Anies bersedia maju sebagai capres. Karena perlu sokongan dana yang cukup besar saat sosialisasi dan kampanye capres. Walaupun melalui jalur konvensi, komite konvensi tak dapat menutupi seluruh biaya dari kegiatan masing-masing kandidat. Sesuai aturan pokok konvensi, seluruh kegiatan kandidat di luar kegiatan konvensi didanai oleh dana pribadi kandidat tersebut.

"Masalahnya, dia punya cukup uang enggak untuk sosialisasikan urusan pribadi? Kan komite tidak membiayai semua," ujar Sutan.

Minggu (7/7/2013), Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono telah mengumumkan tujuh aturan pokok konvensi. Konvensi dilaksanakan oleh Demokrat untuk menjaring calon presiden pada 2014 nanti.

Dari tujuh aturan pokok dalam konvensi Partai Demokrat, di antaranya adalah konvensi digelar semi-terbuka dengan penyelenggaranya adalah komite konvensi, peserta konvensi bisa berasal dari kader dan non-kader Partai Demokrat, dua tahap konvensi berlangsung selama delapan bulan, mulai September 2013 sampai April 2014, serta peserta konvensi atau kandidat tidak dipungut biaya. (baca: SBY Umumkan 7 Aturan Pokok Konvensi Demokrat)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    KPAI Minta Orangtua Dampingi Anak dalam Berkomunikasi di Dunia Maya

    KPAI Minta Orangtua Dampingi Anak dalam Berkomunikasi di Dunia Maya

    Nasional
    Ungkit Tebalnya Naskah, Eks Ketua MK Sarankan UU Cipta Kerja Dipecah 10 RUU

    Ungkit Tebalnya Naskah, Eks Ketua MK Sarankan UU Cipta Kerja Dipecah 10 RUU

    Nasional
    Satgas Covid-19: Indonesia Perlu Belajar dari 7 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

    Satgas Covid-19: Indonesia Perlu Belajar dari 7 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

    Nasional
    Diresmikan Jokowi, Revitalisasi Pasar Pon Trenggalek Diharapkan Tingkatkan Perdagangan

    Diresmikan Jokowi, Revitalisasi Pasar Pon Trenggalek Diharapkan Tingkatkan Perdagangan

    Nasional
    Rektor UPN Veteran Jakarta Diminta Investigasi Penyebab Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

    Rektor UPN Veteran Jakarta Diminta Investigasi Penyebab Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

    Nasional
    Tanggapi Putusan MK Soal UU Cipta Kerja, Jimly Sebut 2 UU Perlu Direvisi

    Tanggapi Putusan MK Soal UU Cipta Kerja, Jimly Sebut 2 UU Perlu Direvisi

    Nasional
    Saat Jokowi Bujuk Menteri Basuki Beli Sepatu: Buat Main Drum dan Motor-motoran

    Saat Jokowi Bujuk Menteri Basuki Beli Sepatu: Buat Main Drum dan Motor-motoran

    Nasional
    4 Fakta Seputar Predator Seksual Anak Bermodus Game Online Free Fire

    4 Fakta Seputar Predator Seksual Anak Bermodus Game Online Free Fire

    Nasional
    Munarman Jalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Tindak Pidana Terorisme Hari Ini

    Munarman Jalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Tindak Pidana Terorisme Hari Ini

    Nasional
    Menko PMK Minta Masukan PGI Soal Kebijakan Libur Nataru

    Menko PMK Minta Masukan PGI Soal Kebijakan Libur Nataru

    Nasional
    Saat Menag Ungkap Kesiapan Penyelenggaraan Ibadah Umrah dan Belum Pastinya Haji dari Indonesia

    Saat Menag Ungkap Kesiapan Penyelenggaraan Ibadah Umrah dan Belum Pastinya Haji dari Indonesia

    Nasional
    UPDATE: 297 Kasus Harian Covid-19 dan 3 Skenario Pemerintah Terkait Gelombang Ketiga

    UPDATE: 297 Kasus Harian Covid-19 dan 3 Skenario Pemerintah Terkait Gelombang Ketiga

    Nasional
    [POPULER NASIONAL] Sahroni Diminta Lepas Jabatan Ketua Pelaksana Formula E | Jakarta Kembali Berstatus PPKM Level 2

    [POPULER NASIONAL] Sahroni Diminta Lepas Jabatan Ketua Pelaksana Formula E | Jakarta Kembali Berstatus PPKM Level 2

    Nasional
    DPR Berencana Revisi UU PPP, Pakar: Perintah MK Perbaiki UU Cipta Kerja

    DPR Berencana Revisi UU PPP, Pakar: Perintah MK Perbaiki UU Cipta Kerja

    Nasional
    Varian Omicron Disebut Dapat Menular ke Penyintas Covid-19, Satgas: Jangan Panik, Hati-hati

    Varian Omicron Disebut Dapat Menular ke Penyintas Covid-19, Satgas: Jangan Panik, Hati-hati

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.