Kompas.com - 11/07/2013, 10:01 WIB
Sri Mulyani Indrawati KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWANSri Mulyani Indrawati
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com
- Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati didukung kader Demokrat untuk maju dalam konvensi capres yang mulai digelar Demokrat pada Agustus mendatang. Ia dianggap bisa mewakili kaum perempuan yang belum masuk dalam bursa capres Partai Demokrat.

"Sri Mulyani ini kan sudah pernah bikin partai, mungkin kalau ada keinginan bisa juga kita dorong untuk ikut konvensi," ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf, di Jakarta, Kamis (11/7/2013).

Menurutnya, sangat disayangkan jika tidak ada perempuan yang maju sebagai kandidat capres dalam konvensi Partai Demokrat. Oleh karena itu, Nurhayati pun mendorong perempuan-perempuan di Tanah Air untuk memberanikan diri maju sebagai kandidat capres.

"Ini kan hanya masalah keberanian, belum ada bukan berarti kualitas pemimpin Indonesia dari perempuan jelek. Maka, saya yang paling depan untuk mendorong perempuan ikut konvensi Demokrat," katanya.

Semua kandidat, lanjut Nurhayati, tidak akan mendapatkan keistimewaan. Para kandidat akan diperlakukan sama sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan komite seleksi.

Terkait konvensi, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan tujuh butir pokok terkait konvensi Partai Demokrat pada Minggu (7/7/2013) malam.

Penjelasan SBY dilakukan karena dia menyadari banyak bias yang terjadi terkait konvensi capres Demokrat. SBY mengungkapkan, tujuh pokok terkait konvensi seperti penyusunan komite seleksi yang terdiri dari unsur internal dan independen. Komite seleksi ini juga yang akan menentukan kriteria dan juga mengumumkan peserta konvensi pada Agustus 2013 ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara, peserta konvensi bisa berasal dari kader Partai Demokrat atau pun non-kader. Mereka yang lolos seleksi sebagai kandidat capres nantinya harus menjalani konvensi selama delapan bulan yang dibagi ke dalam dua tahapan. Mereka akan disurvei oleh tiga lembaga dan hasilnuya diumumkan ke publik. Setelah hasil pileg diketahui, Partai Demokrat baru akan mengumumkan kandidat capres yang diusungnya.

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Mengenang Salim Kancil, Aktivis yang Dibunuh karena Menolak Tambang Pasir

    Mengenang Salim Kancil, Aktivis yang Dibunuh karena Menolak Tambang Pasir

    Nasional
    [POPULER NASIONAL] KPK Tahan Azis Syamsuddin | Profil Azis Syamsuddin

    [POPULER NASIONAL] KPK Tahan Azis Syamsuddin | Profil Azis Syamsuddin

    Nasional
    Ganjil-genap Margonda Depok Tak Berlaku untuk Roda 2, Ini Penjelasan Dishub

    Ganjil-genap Margonda Depok Tak Berlaku untuk Roda 2, Ini Penjelasan Dishub

    Nasional
    Tinjau Vaksinasi di Tanah Sereal, Ketua DPR Ajak Warga Gotong Royong Terapkan Prokes

    Tinjau Vaksinasi di Tanah Sereal, Ketua DPR Ajak Warga Gotong Royong Terapkan Prokes

    Nasional
    Jokowi Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-61 untuk Karangtaruna

    Jokowi Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-61 untuk Karangtaruna

    Nasional
    Alex Noerdin dan Azis Syamsuddin Tersangka Korupsi, Golkar: Kami Prihatin...

    Alex Noerdin dan Azis Syamsuddin Tersangka Korupsi, Golkar: Kami Prihatin...

    Nasional
    Mendag: Aplikasi PeduliLindungi Segera Diuji Coba di 6 Pasar Rakyat

    Mendag: Aplikasi PeduliLindungi Segera Diuji Coba di 6 Pasar Rakyat

    Nasional
    Stafsus Presiden: Pembangunan Jalan Trans Papua Capai 3.446 Kilometer

    Stafsus Presiden: Pembangunan Jalan Trans Papua Capai 3.446 Kilometer

    Nasional
    UPDATE 25 September: 133 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 3 Pasien Meninggal

    UPDATE 25 September: 133 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 3 Pasien Meninggal

    Nasional
    Wapres: Pemerintah Fokus ke 4 Bidang untuk Bangun Ekonomi Syariah

    Wapres: Pemerintah Fokus ke 4 Bidang untuk Bangun Ekonomi Syariah

    Nasional
    Pemerintah Sesalkan dan Kutuk Keras Pelaku Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar

    Pemerintah Sesalkan dan Kutuk Keras Pelaku Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar

    Nasional
     UPDATE: 257.803 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 4,06 Persen

    UPDATE: 257.803 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 4,06 Persen

    Nasional
    Sederet Fakta Penangkapan Azis Syamsuddin...

    Sederet Fakta Penangkapan Azis Syamsuddin...

    Nasional
    UPDATE: Sebaran 2.137 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

    UPDATE: Sebaran 2.137 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

    Nasional
    Jadi Tersangka KPK, Azis Syamsuddin Dinonaktifkan dari Golkar

    Jadi Tersangka KPK, Azis Syamsuddin Dinonaktifkan dari Golkar

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.