Polri Telusuri Video Buronan Teroris di Youtube

Kompas.com - 11/07/2013, 09:00 WIB
Seorang lelaki yang diduga buronan teroris Santoso alias Abu Wardah di Youtube. youtubeSeorang lelaki yang diduga buronan teroris Santoso alias Abu Wardah di Youtube.
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Polri tengah menelusuri video buronan teroris diduga Santoso alias Abu Wardah yang muncul di Youtube. Penyelidikan dilakukan oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri dan bantuan ahli IT.

"Tim gabungan sudah dibentuk. Ternyata sudah melakukan langkah guna mengetahui akun yang di-upload," ujar Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Ronny Franky Sompie di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (10/7/2013).

Polri masih mencari tahu lokasi pembuatan video tersebut. Lokasi pembuatan video diharapkan dapat membantu penangkapan Santoso. Setelah video tersebut muncul di Youtube, Polri meminta seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi teror.

"Tayangan ini juga jadi antisipasi Polri. Ingatkan seluruh masyarakat, anggota Polri tingkatkan kewaspadaan," kata Ronny.

Santoso telah lama masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh polisi di Poso, Sulawesi Tengah. Namanya sering dikaitkan dengan sejumlah tersangka terorisme yang telah ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri. Polri hingga saat ini mengaku masih mencari lokasi persembunyian Santoso.

"Memang setiap tersangka yang masuk dalam DPO punya karakteristik kemampuan menghindar dari upaya penangkapan atau pencarian kepolisian. Kami berupaya walaupun banyak kendala, kami hadapi. Kami terus melakukan pencarian," kata Ronny.

Santoso selalu disebut-sebut terlibat serangkaian aksi teror di Poso, Sulawesi Tengah, karena dia pernah memimpin pelatihan teror di sana. Salah satu keterlibatannya yakni aksi penembakan tiga anggota polisi di BCA, Palu, pada 25 Mei 2011. Adapun video yang muncul di Youtube itu bernama "Seruan01" dan diunggah oleh akun Al Himmah pada 7 Juli 2013.

Video itu diawali tampilan judul "Risalah kepada umat Islam di Kota Poso" dan tertulis nama Syaikh Abu Wardah Santoso. Dalam video itu juga tertulis kelompok yang dipimpin Santoso, yakni Mujahidin Indonesia Timur.

Bagian awal sempat menampilkan jasad seseorang mengenakan pakaian TNI. Dalam video berdurasi 6 menit 2 detik itu, seseorang yang diduga Santoso mengajak pengikutnya melawan Densus 88 yang selama ini telah menangkap anggota kelompok mereka.

"Antum (Anda) tidak perlu ragu ketika menghadapi Densus 88. Antum harus semangat," ujar seseorang yang diduga Santoso dalam video tersebut.

Video itu terlihat diambil di tengah hutan dengan latar belakang pepohonan rindang. Dia ditemani dua orang yang mengenakan penutup muka dan memegang senjata laras panjang. Adapun Santoso hanya mengenakan pakaian hitam dan memegang senjata api. 

Saat ini video tersebut tidak dapat diakses di Youtube. Kepolisian mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI untuk memblokir video atau situs-situs provokatif ke arah terorisme.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menag Ceritakan Kekhawatiran Jokowi Lulusan Madrasah Tak Bisa Lanjut Perguruan Tinggi

Menag Ceritakan Kekhawatiran Jokowi Lulusan Madrasah Tak Bisa Lanjut Perguruan Tinggi

Nasional
Jokowi Dituding Berkuasa atas KPK dengan Tunjuk Dewas, Ini Pembelaan Wapres

Jokowi Dituding Berkuasa atas KPK dengan Tunjuk Dewas, Ini Pembelaan Wapres

Nasional
Jokowi Sentil Ibu-ibu agar Tak Beli Baju dan Lipstik Pakai Uang PKH

Jokowi Sentil Ibu-ibu agar Tak Beli Baju dan Lipstik Pakai Uang PKH

Nasional
WNI di Wuhan Khawatir, Seorang Mahasiswa di Apartemennya Diduga Kena Virus Corona

WNI di Wuhan Khawatir, Seorang Mahasiswa di Apartemennya Diduga Kena Virus Corona

Nasional
Surya Paloh Maklum jika Omnibus Law Tak Selesai Sesuai Target Jokowi

Surya Paloh Maklum jika Omnibus Law Tak Selesai Sesuai Target Jokowi

Nasional
Jaksa KPK yang Ditarik Akan Bertugas di Kejagung Mulai 3 Februari 2020

Jaksa KPK yang Ditarik Akan Bertugas di Kejagung Mulai 3 Februari 2020

Nasional
MK Tolak Uji Materi UU KPK, Nilai Pemohon Tak Jelas Uraikan Kerugian Konstitusionalnya

MK Tolak Uji Materi UU KPK, Nilai Pemohon Tak Jelas Uraikan Kerugian Konstitusionalnya

Nasional
Puan Bertemu Airlangga dan Yasonna di Gedung DPR

Puan Bertemu Airlangga dan Yasonna di Gedung DPR

Nasional
Jokowi Tak Mau Campuri Langkah Yasonna Copot Ronny Sompie

Jokowi Tak Mau Campuri Langkah Yasonna Copot Ronny Sompie

Nasional
NasDem akan Kembali Usulkan Pansus Jika Panja Jiwasraya Tak Total Bekerja

NasDem akan Kembali Usulkan Pansus Jika Panja Jiwasraya Tak Total Bekerja

Nasional
Pemerintah Tunggu Sikap WHO soal Tutup Penerbangan dari China

Pemerintah Tunggu Sikap WHO soal Tutup Penerbangan dari China

Nasional
Kemendagri Harap Pembahasan Revisi UU Pemilu Dimulai Pertengahan 2020

Kemendagri Harap Pembahasan Revisi UU Pemilu Dimulai Pertengahan 2020

Nasional
Cegah Jemaah Haji Terjangkit Virus Corona, Menag Koordinasi dengan Menkes

Cegah Jemaah Haji Terjangkit Virus Corona, Menag Koordinasi dengan Menkes

Nasional
Jokowi ke Ibu-ibu: Mana Tadi yang Bilang Uang PKH Boleh untuk Beli Pulsa?

Jokowi ke Ibu-ibu: Mana Tadi yang Bilang Uang PKH Boleh untuk Beli Pulsa?

Nasional
Klaim Kantongi Bukti Lutfi Berbuat Onar, Polri: Untuk Apa Menyiksa?

Klaim Kantongi Bukti Lutfi Berbuat Onar, Polri: Untuk Apa Menyiksa?

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X