MUI: Ramadhan, Jangan Politisasi Masjid

Kompas.com - 10/07/2013, 17:55 WIB
Siswa SMAN 3 Banda Aceh melakukan aksi teaterikal dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (6/7/2013). SERAMBI INDONESIA / BUDI FATRIASiswa SMAN 3 Banda Aceh melakukan aksi teaterikal dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (6/7/2013).
Penulis Hindra Liauw
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com — Majelis Ulama Indonesia mengharapkan masjid tidak digunakan untuk kegiatan politik ketika Ramadhan.

"Masjid jangan dipolitisasi. Kalau mau melakukan kegiatan partai, sebaiknya jangan di masjid karena di masjid itu terdiri dari banyak orang dengan partai berbeda-beda pula," ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin di Jakarta, Selasa (9/7/2013).

Ma’ruf mengatakan, tahun 2013 akan makin banyak politisi yang berebut simpati dengan mendatangi masjid-masjid karena Pemilu 2014 makin dekat. "Politisi, terutama para caleg, jangan menggunakan masjid untuk kampanye," katanya.

MUI juga menyerukan kepada umat Islam untuk tidak terjebak pada pertentangan dan perselisihan, termasuk perbedaan paham keagamaan. Selain itu, katanya, MUI juga akan melakukan pantauan terhadap tayangan stasiun televisi dan radio serta mengharapkan media massa tidak menyiarkan tayangan yang bermuatan ramalan, kekerasan, lawakan berlebihan, serta cara berpakaian yang tidak sesuai.

"MUI juga menyerukan kepada segenap umat Islam untuk membacakan qunut nazillah untuk keselamatan bangsa dan dunia Islam," ujarnya.

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Sumber Antara
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X