Muncul di Youtube, Polri Minta Teroris Santoso Serahkan Diri

Kompas.com - 09/07/2013, 22:16 WIB
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar KOMPAS/HENDRA A SETYAWANKepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com — Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri masih berupaya mengejar buronan kasus terorisme di Poso, Sulawesi Tengah, yakni Santoso alias Abu Wardah. Belum berhasil ditangkap, seseorang diduga Santoso malah muncul di Youtube. Polri pun meminta Santoso untuk menyerahkan diri.

"Sebaiknya Santoso menyerahkan diri pada Polri. Negara kita ini negara hukum. Jangan lagi melakukan teror," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar saat dihubungi, Selasa (9/7/2013).

Boy mengaku belum melihat video Santoso yang menyampaikan perlawanan terhadap Densus 88. Video tersebut diharapkan membantu detasemen berlambang burung hantu itu untuk mengejar para pelaku teror.

"Kita juga terus berupaya mengejar. Mudah-mudahan bisa terungkap nanti dari melihat video itu," kata Boy.

Santoso merupakan buronan teroris yang telah lama dicari pihak kepolisian. Santoso selalu disebut-sebut terlibat serangkaian aksi teror di Poso, Sulawesi Tengah, karena dia pernah memimpin pelatihan teror di sana. Salah satu keterlibatannya ialah aksi penembakan tiga anggota polisi di BCA, Palu, pada 25 Mei 2011.

Adapun video yang muncul di Youtube itu bernama "Seruan01" dan diunggah oleh akun Al Himmah pada 7 Juli 2013. Video itu diawali tampilan judul "Risalah kepada umat Islam di Kota Poso" dan tertulis nama Syaikh Abu Wardah Santoso.

Dalam video itu juga tertulis kelompok yang dipimpin Santoso yakni Mujahidin Indonesia Timur. Bagian awal sempat menampilkan jasad seseorang mengenakan pakaian TNI.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam video berdurasi 6 menit 2 detik itu, seseorang yang diduga Santoso mengajak pengikutnya melawan Densus 88 yang selama ini telah menangkap anggota kelompok mereka.

"Antum (Anda) tidak perlu ragu ketika menghadapi Densus 88. Antum harus semangat," ujar seseorang yang diduga Santoso dalam video tersebut. 

Video itu terlihat diambil di tengah hutan dengan latar belakang pepohonan rindang. Dia ditemani dua orang yang mengenakan penutup muka dan memegang senjata laras panjang. Adapun Santoso hanya mengenakan pakaian hitam dan memegang senjata api.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Percepat Target Vaksinasi, Pemerintah Jamin Ketersediaan Stok Vaksin

Percepat Target Vaksinasi, Pemerintah Jamin Ketersediaan Stok Vaksin

Nasional
Menteri Trenggono Sebut SKPT Rote Ndao Berpotensi Jadi Wisata Kuliner Ikan

Menteri Trenggono Sebut SKPT Rote Ndao Berpotensi Jadi Wisata Kuliner Ikan

Nasional
Indonesia Siap Gelar Bali Democracy Forum dengan Tema Demokrasi dan Pandemi

Indonesia Siap Gelar Bali Democracy Forum dengan Tema Demokrasi dan Pandemi

Nasional
Kemenkes: Percepatan Vaksinasi Harus Dilakukan, Apalagi Ada Varian Omicron

Kemenkes: Percepatan Vaksinasi Harus Dilakukan, Apalagi Ada Varian Omicron

Nasional
Pemerintah Pertimbangkan Vaksin Dua Dosis sebagai Syarat Perjalanan saat Libur Natal-Tahun Baru

Pemerintah Pertimbangkan Vaksin Dua Dosis sebagai Syarat Perjalanan saat Libur Natal-Tahun Baru

Nasional
Munarman: Kasus Ini Fitnah Besar untuk Saya, Tidak Sesuai Kenyataan

Munarman: Kasus Ini Fitnah Besar untuk Saya, Tidak Sesuai Kenyataan

Nasional
Moeldoko: Jangan Sampai Data Palsu Digunakan untuk Pemilu 2024

Moeldoko: Jangan Sampai Data Palsu Digunakan untuk Pemilu 2024

Nasional
KPK Dalami Dugaan Pengaturan Proyek dan Aliran Uang pada Pekerjaan Infrastruktur di Dinas PUPR Kota Banjar

KPK Dalami Dugaan Pengaturan Proyek dan Aliran Uang pada Pekerjaan Infrastruktur di Dinas PUPR Kota Banjar

Nasional
Mensos: Hari Ini Jokowi Akan Lantik Komisi Nasional Disabilitas

Mensos: Hari Ini Jokowi Akan Lantik Komisi Nasional Disabilitas

Nasional
Kementerian PPPA: 34,5 Persen Anak Laki-laki Sudah Lakukan Kegiatan Seksual, 66 Persen Tonton Pornografi

Kementerian PPPA: 34,5 Persen Anak Laki-laki Sudah Lakukan Kegiatan Seksual, 66 Persen Tonton Pornografi

Nasional
Waspada, Kepala BMKG Sebut Ada Potensi Tsunami hingga 8 Meter Saat Nataru di Cilegon

Waspada, Kepala BMKG Sebut Ada Potensi Tsunami hingga 8 Meter Saat Nataru di Cilegon

Nasional
Sistem Ganjil Genap Akan Diterapkan di Sejumlah Ruas Tol pada 20 Desember-2 Januari

Sistem Ganjil Genap Akan Diterapkan di Sejumlah Ruas Tol pada 20 Desember-2 Januari

Nasional
Kementerian PPPA: Januari-Oktober 2021 Ada 11.149 Kekerasan terhadap Anak

Kementerian PPPA: Januari-Oktober 2021 Ada 11.149 Kekerasan terhadap Anak

Nasional
Kuasa Hukum: Munarman Sehat, tetapi Agak Kurus

Kuasa Hukum: Munarman Sehat, tetapi Agak Kurus

Nasional
Pemerintah Sedang Susun Peta Jalan Perlindungan Anak di Ranah Daring

Pemerintah Sedang Susun Peta Jalan Perlindungan Anak di Ranah Daring

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.