Kompas.com - 09/07/2013, 11:31 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana mengklaim, konvensi capres partainya bisa menjadi pintu masuk bagi capres-capres yang selama ini belum terafiliasi dengan partai politik mana pun. 

"Ini golden gate, pintu emas untuk mencari calon pemimpin karena partai-partai lain, kan, capresnya dikungkung partainya sendiri," ujar Sutan di Kompleks Parlemen, Selasa (8/7/2013).

Menurut Sutan, melalui konvensi, Demokrat berharap agar pemimpin yang terjaring merupakan sosok terbaik untuk Indonesia. Selain itu, ia juga mengakui bahwa konvensi dilakukan untuk mendongkrak elektabilitas Partai Demokrat.

"Kalau naik, alhamdulillah. Kalau dibikin enak ngapain dibikin enggak enak kan? Kalau tanam kebaikan, niscaya akan muncul kebaikan juga kan?" kata Sutan.

Saat disinggung tentang kesuksesan Golkar menggelar konvensi pada tahun 2004 silam, Sutan meluruskannya. Menurutnya, konvensi yang dilakukan Partai Demokrat berbeda dengan yang dilakukan Golkar.

"Golkar itu yang memilih adalah DPC dan DPD. Itu kan sama saja mencari atau memilih ketum di Demokrat dan tidak melibatkan rakyat. Sementara kami gunakan metode survei. Jadi sama saja kandidat-kandidat ini berkampanye ke seluruh negeri," katanya.

Seperti diberitakan, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan tujuh butir pokok terkait konvensi Partai Demokrat pada Minggu (7/7/2013) malam. Penjelasan SBY dilakukan lantaran dia menyadari banyak bias yang terjadi terkait konvensi yang akan dilakukan partainya.

Dalam penjelasannya, SBY mengungkapkan, tujuh pokok terkait konvensi seperti penyusunan komite seleksi yang terdiri dari unsur internal dan independen. Komite seleksi ini juga yang akan menentukan kriteria dan juga mengumumkan peserta konvensi pada Agustus 2013 ini.

Sementara itu, peserta konvensi bisa berasal dari kader Partai Demokrat ataupun nonkader. Mereka yang lolos seleksi sebagai kandidat capres nantinya harus menjalani konvensi selama delapan bulan yang dibagi ke dalam dua tahapan. Mereka akan disurvei oleh tiga lembaga dan hasilnya diumumkan ke publik. Setelah hasil pileg diketahui, Partai Demokrat baru akan mengumumkan kandidat capres yang diusungnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Golkar Berduka atas Wafatnya Buya Syafii Maarif: Bangsa Indonesia Sangat Kehilangan Tokoh Besar

    Golkar Berduka atas Wafatnya Buya Syafii Maarif: Bangsa Indonesia Sangat Kehilangan Tokoh Besar

    Nasional
    Kenang Buya Syafii, Anwar Abbas: Jangan Coba-coba Iming-imingi Beliau Kemewahan

    Kenang Buya Syafii, Anwar Abbas: Jangan Coba-coba Iming-imingi Beliau Kemewahan

    Nasional
    Wapres: Keteladanan Buya Syafii Maarif Wajib Kita Teladani

    Wapres: Keteladanan Buya Syafii Maarif Wajib Kita Teladani

    Nasional
    Buya Syafii Wafat, Jokowi Melayat ke Masjid Kauman Yogyakarta

    Buya Syafii Wafat, Jokowi Melayat ke Masjid Kauman Yogyakarta

    Nasional
    Sebelum Wafat, Kondisi Buya Syafii Maarif Sempat Membaik, Kembali 'Drop' dan Dirawat di RS

    Sebelum Wafat, Kondisi Buya Syafii Maarif Sempat Membaik, Kembali "Drop" dan Dirawat di RS

    Nasional
    PPP Kenang Buya Syafii Maarif Sosok yang Teduh dan Ajarkan Moderasi Beragama

    PPP Kenang Buya Syafii Maarif Sosok yang Teduh dan Ajarkan Moderasi Beragama

    Nasional
    Jenazah Buya Syafii Maarif akan Dishalatkan di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta

    Jenazah Buya Syafii Maarif akan Dishalatkan di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta

    Nasional
    Buya Syafii Wafat, Waketum PKB: Beliau Contoh Negarawan Berintegritas

    Buya Syafii Wafat, Waketum PKB: Beliau Contoh Negarawan Berintegritas

    Nasional
    Mahfud: Buya Syafii Boleh Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata

    Mahfud: Buya Syafii Boleh Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata

    Nasional
    Buya Syafii Berpulang, Menag: Indonesia Kehilangan Guru Bangsa

    Buya Syafii Berpulang, Menag: Indonesia Kehilangan Guru Bangsa

    Nasional
    Buya Syafii Maarif Meninggal Dunia, Ketum PAN: Kita Kehilangan Guru Bangsa

    Buya Syafii Maarif Meninggal Dunia, Ketum PAN: Kita Kehilangan Guru Bangsa

    Nasional
    Sampaikan Duka Mendalam, JK: Buya Syafii Maarif Adalah Guru Bangsa, Negarawan dan Pembimbing

    Sampaikan Duka Mendalam, JK: Buya Syafii Maarif Adalah Guru Bangsa, Negarawan dan Pembimbing

    Nasional
    Manajemen ASN Hijau untuk Menghijaukan IKN Nusantara

    Manajemen ASN Hijau untuk Menghijaukan IKN Nusantara

    Nasional
    Sebelum Meninggal Dunia, Buya Syafii Maarif Sempat Berjuang Lawan Serangan Jantung

    Sebelum Meninggal Dunia, Buya Syafii Maarif Sempat Berjuang Lawan Serangan Jantung

    Nasional
    Buya Syafii Maarif Dimakamkan di Kulonprogo

    Buya Syafii Maarif Dimakamkan di Kulonprogo

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.