Kontributor Metro TV untuk wilayah perbatasan RI-Timor Leste, Handrianus Suni (31), meninggal dalam kecelakaan tunggal lalu lintas, Minggu (7/7/2013) malam. Sepeda motor yang dikendarainya menabrak mobil yang sedang parkir di Kilometer 12 ruas jalan Atambua-Kefamenanu.

Kecelakaan terjadi malam sekitar pukul 18.30 Wita. Wartawan yang biasa meliput di empat Kabupaten di Nusa Tenggara Timur ini baru usai meliput bencana banjir Benenain di Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, ketika mengalami kecelakaan.

Selama ini, Handrianus meliput peristiwa di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS), Malaka, dan Belu. Hari itu, dia mengendarai sepeda jenis Honda Mega Pro, hendak ke Atambua, ibu kota kabupaten Belu, untuk mengirim hasil liputannya.

Sambil mengirim berita dia menyempatkan diri mampir ke rumah keluarganya di bilangan Nekafehan. Bersama keluarganya, Handrianus pun bercengkerama hingga menjelang maghrib. Keluarga yang melihat kondisi fisik Handrianus yang lelah, sempat memintanya untuk beristirahat semalam di rumah keluarga.


Namun, Handrianus menolak permintaan keluaganya dengan alasan hendak menyiapkan misa arwah bagi ayahnya Paulinus Tnopo. Paulinus meninggal dua tahun lalu, tepatnya 8 Juli 2013.

Naas, ketika tiba di Kalikelen, tepat di Kilometer 12 arah barat Atambua, Handrianus tak bisa mengendalikan kendaraannya. Dia pun menabrak mobil yang sedang diparkir di sisi kiri jalan.

Akibat kerasnya tabrakan, Handrianus mengalami luka parah, termasuk patah kedua kaki dan beragam luka serius di sekujur tubuh. Dia meninggal di lokasi kejadian. Motor Handrianus pun hancur tak berbentuk.

Warga yang melihat kejadian itu, dengan dibantu oleh sejumlah anggota Brigade Mobil (Brimob), langsung mengevakuasi jenazah menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Atambua. Pihak keluarga di Atambua, kemudian membawa jenazah Handrianus untuk disemayamkan semalam di rumah kakeknya di Nekafehan.

Senin (8/7/2013), jenazah diberangkatkan ke rumah duka di Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu. Tangis dari keluarga besar Handrianus menyambut kedatangan jenazah. Apalagi istri Handrianus, Novita Andriani Naomi Monteiro tengah hamil besar.

Rencananya, Selasa (9/7/2013), Handrianus dimakamkan. Pusaranya akan bersanding dengan sang ayah, di permakaman Desa Sainoni, Kecamatan Bikomi Utara, TTU.