Ruhut: Golkar Mau Pramono Edhie Jadi Cawapres? Mimpi Kali Yee...

Kompas.com - 08/07/2013, 18:40 WIB
Ruhut Sitompul TRIBUN NEWS/DANY PERMANARuhut Sitompul
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul menyindir niat Partai Golkar memasukkan nama mantan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo sebagai salah satu kandidat calon wakil presiden untuk mendampingi Aburizal Bakrie. Menurutnya, angka elektabilitas Ical yang dirilis sejumlah survei masih sangat rendah.

“Golkar melirik (Pramono) itu aku kritisi. Belanda masih jauh, jadi jangan dulu langsung mengusung. Polling-nya saja di bawah, malah melirik orang menjadi wapresnya, itu namanya mimpi kali ye,” kata Ruhut di Kompleks Parlemen, Senin (8/7/2013).

Golkar, lanjutnya, terlalu takabur dengan menetapkan Ical sebagai capres dan Pramono sebagai cawapresnya. Ruhut menilai, lebih baik formasi itu dibalik.

“Kenapa enggak melirik Pramono sebagai presiden dan Ical sebagai wapres. Itu baru bisa,” imbuh politisi yang juga aktor layar kaca ini.

Kompas.com/SABRINA ASRIL Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie mengimbau seluruh kader untui menguatkan komitmen dan soliditas memasuki tahun politik yang mulai penuh manuver. Hal tersebut disampaikan Aburizal dalam puncak perayaan HUT Fraksi Partai Golkar ke-45 di Balai Kartini, Selasa (5/3/2013).

Ruhut menambahkan, sosok Pramono yang kini bergabung sebagai Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat sebenarnya cocok untuk maju sebagai capres yang diusung partainya. Ruhut pun mendorong agar Pramono mau mendaftar dalam konvensi capres yang dilakukan Partai Demokrat. Menurutnya, Pramono bisa menjadi salah satu pilihan calon pemimpin terbaik.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Nurul Arifin mengakui pihaknya tertarik meminang Pramono Edhie Wibowo untuk diduetkan dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal "Ical" Bakrie sebagai pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Namun demikian, Nurul mengatakan, rencana ini masih dalam tahap penjajakan sebelum minat koalisi itu benar-benar diajukan.

Nurul menjelaskan, ketertarikan Golkar kepada Pramono Edhie sempat juga dinyatakan pada tahun lalu. Selain Pramono, Golkar juga tertarik untuk mempelajari dua tokoh lain yang dianggap potensial mendampingi Ical, yakni Menteri BUMN Dahlan Iskan dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.

Anggota Komisi I DPR RI ini menuturkan, alasan mempelajari ketiga tokoh tersebut adalah karena ketiganya berasal dari etnis dengan populasi terbanyak. Khusus untuk Pramono, alasannya adalah karena memiliki latar belakang militer sehingga dianggap sangat cocok mendampingi Ical.

Ketertarikan Golkar berkoalisi dengan Demokrat, kata Nurul, semakin menguat setelah Pramono Edhie memutuskan untuk bergabung dengan partai berlambang bintang Mercy tersebut. Golkar baru akan menentukan pilihan koalisi calon presiden setelah hasil pemilihan legislatif diketahui.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ketua Satgas Covid-19: Kami Minta Rizieq Shihab untuk Kooperatif dan Beri Teladan

    Ketua Satgas Covid-19: Kami Minta Rizieq Shihab untuk Kooperatif dan Beri Teladan

    Nasional
    Soal Kerumunan, Mahfud Minta Rizieq Shihab Kooperatif Penuhi Panggilan Polisi

    Soal Kerumunan, Mahfud Minta Rizieq Shihab Kooperatif Penuhi Panggilan Polisi

    Nasional
    Tanggapi Luhut yang Minta Edhy Prabowo Tak Diperiksa Berlebihan, Firli: Ibarat Obat, Pas Takarannya

    Tanggapi Luhut yang Minta Edhy Prabowo Tak Diperiksa Berlebihan, Firli: Ibarat Obat, Pas Takarannya

    Nasional
    Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj Positif Covid-19

    Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj Positif Covid-19

    Nasional
    PKS Luncurkan Lambang Baru, Kini Berwarna Oranye dan Berbentuk Bulat

    PKS Luncurkan Lambang Baru, Kini Berwarna Oranye dan Berbentuk Bulat

    Nasional
    Pemerintah Bakal Tindak Tegas Masyarakat yang Tak Kooperatif Buka Hasil Swab Test

    Pemerintah Bakal Tindak Tegas Masyarakat yang Tak Kooperatif Buka Hasil Swab Test

    Nasional
    Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Kedisiplinan Warga, dan Rencana Libur Akhir Tahun

    Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Kedisiplinan Warga, dan Rencana Libur Akhir Tahun

    Nasional
    Jusuf Kalla Kecam Aksi Teror di Sigi, Minta Polisi Tumpas Tuntas Terorisme

    Jusuf Kalla Kecam Aksi Teror di Sigi, Minta Polisi Tumpas Tuntas Terorisme

    Nasional
    Janji Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Sigi

    Janji Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Sigi

    Nasional
    Jika Terpilih Jadi Presiden, Giring Janji Berikan 1 Gadget pada Setiap Siswa di Indonesia

    Jika Terpilih Jadi Presiden, Giring Janji Berikan 1 Gadget pada Setiap Siswa di Indonesia

    Nasional
    Mahfud MD: Rizieq Shihab Kontak Erat Pasien Covid-19, Kami Sesalkan Penolakannya

    Mahfud MD: Rizieq Shihab Kontak Erat Pasien Covid-19, Kami Sesalkan Penolakannya

    Nasional
    Terkait 'Swab Test' Rizieq Shihab, Polri Akan Periksa 4 Direktur RS Ummi Bogor

    Terkait "Swab Test" Rizieq Shihab, Polri Akan Periksa 4 Direktur RS Ummi Bogor

    Nasional
    Paslon Cellica-Aep Siapkan Program Keagamaan untuk Kabupaten Karawang

    Paslon Cellica-Aep Siapkan Program Keagamaan untuk Kabupaten Karawang

    Nasional
    Penangkapan Edhy Prabowo, LP3ES: Seperti Hujan di Tengah Kemarau Panjang

    Penangkapan Edhy Prabowo, LP3ES: Seperti Hujan di Tengah Kemarau Panjang

    Nasional
    Koalisi Masyarakat Sipil Minta Polri Usut Tuntas Aksi Teror di Kabupaten Sigi

    Koalisi Masyarakat Sipil Minta Polri Usut Tuntas Aksi Teror di Kabupaten Sigi

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X