Kompas.com - 08/07/2013, 08:38 WIB
Warga membaca Al Quran di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (20/8/2010). Ramadhan dipergunakan sebaik-baiknya oleh umat Islam untuk mencari pahala, antara lain dengan membaca Al Quran, beriktikaf, dan shalat tarawih.  KOMPAS/AGUS SUSANTO Warga membaca Al Quran di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (20/8/2010). Ramadhan dipergunakan sebaik-baiknya oleh umat Islam untuk mencari pahala, antara lain dengan membaca Al Quran, beriktikaf, dan shalat tarawih.
EditorInggried Dwi Wedhaswary

Muh Ma'rufin Sudibyo*

KOMPAS.com — Konjungsi Bulan dan Matahari akan terjadi pada Senin 8 Juli 2013 pukul 14.14 WIB, bertepatan dengan 29 Syaban 1434 H berdasarkan segenap mazhab kalender Hijriah yang berkembang di Indonesia. Dengan demikian, terbenamnya Matahari di hari itu menjadi saat yang menentukan untuk mengevaluasi apakah 1 Ramadhan 1434 H sudah tiba di Indonesia atau belum.

Evaluasi dilaksanakan berdasarkan elemen-elemen posisi Bulan, khususnya beda tinggi Bulan-Matahari, keterlambatan terbenamnya Bulan terhadap Matahari (lag), selisih waktu antar-konjungsi, hingga terbenamnya Matahari saat itu (umur Bulan) dan jarak sudut Bulan-Matahari (elongasi).

Saat Matahari terbenam pada 8 Juli 2013 itu, beda tinggi Bulan di Indonesia bervariasi antara -0,7 derajat di pesisir utara Papua dan +0,2 derajat untuk pesisir selatan Jawa bagian barat. Elemen lag Bulan juga menunjukkan variasi serupa dengan pola persebaran menyerupai distribusi elemen tinggi Bulan, dengan yang terkecil, yakni -2,7 menit, pun terjadi di pesisir utara Papua hingga yang terbesar +3,2 menit terjadi pada pesisir selatan Jawa bagian barat. Hal sebaliknya terjadi pada umur Bulan dan elongasi, yang meskipun juga sama-sama bervariasi, pola persebarannya berkebalikan dibanding distribusi tinggi Bulan dan lag Bulan.

Umur Bulan merentang sejak yang terendah +1,3 jam untuk pesisir selatan Papua hingga yang tertinggi +4,7 jam untuk Aceh. Elongasi Bulan-Matahari bervariasi dari yang terkecil +4,4 derajat di pesisir selatan Papua hingga yang terbesar adalah +4,9 derajat di Aceh.

Bagaimana kaitan elemen-elemen Bulan tersebut dengan penentuan 1 Ramadhan 1434 H di Indonesia?

Di sinilah perbedaan itu bakal terjadi. Terdapat dua kelompok arus utama dalam penentuan awal bulan kalender Hijriah di Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kelompok pertama yang mengacu pada hisab berbasis "kriteria" wujudul hilaal. Kelompok ini sejak jauh-jauh hari telah menetapkan 1 Ramadhan 1434 H di Indonesia pada Selasa, 9 Juli 2013, misalnya seperti dinyatakan dalam Maklumat PP Muhammadiyah No. 04/MLM/I.0/E/2013. Mereka berpedoman awal bulan kalender Hijriah telah terjadi tatkala piringan teratas cakram Bulan masih menyembul di kaki langit barat kala Matahari terbenam sempurna. Dalam bahasa astronomi, "kriteria" ini dinyatakan dengan lag -2 menit dan belakangan dipadukan dengan prinsip naklul-wujud (transfer wujudul hilaal). Oleh karenanya, titik-titik di sebagian Indonesia yang sejatinya tak memenuhi syarat lag Bulan -2 menit, seperti dalam awal Ramadhan kali ini, khususnya bagi pulau Sulawesi, Irian, dan kepulauan Maluku, diperkenankan "meminjam" titik-titik lainnya yang telah memenuhi syarat.

Sebaliknya, kelompok kedua menggunakan hisab dengan dasar "kriteria" imkan rukyat dan/atau memadukannya dengan rukyatul hilaal. Pada Senin senja itu, sabit Bulan atau hilal bakal belum terlihat mengingat tak ada satu pun dari dua syarat "kriteria" imkan rukyat yang terpenuhi, yakni beda tinggi Bulan lebih kurang 3,25 derajat dan umur Bulan lebih kurang 8 jam, atau beda tinggi Bulan lebih kurang 3,25 derajat dan elongasi lebih kurang 3 derajat. "Kriteria" ini masih dipadukan lagi dengan prinsip wilayatul hukmi (kesatuan wilayah hukum) sehingga jikalau ada titik di Indonesia yang memenuhi syarat tersebut, maka seluruh kesatuan wilayah Indonesia memasuki awal bulan kalender Hijriah yang baru secara bersama-sama.

Meski sebagian masih tetap menanti hasil rukyatul hilaal dan/atau keputusan Menteri Agama berdasarkan sidang isbat yang bakal digelar pada Senin 8 Juli 2013 tersebut, dengan situasi elemen-elemen posisi Bulan yang telah tersaji di atas, maka kelompok ini mengindikasikan 1 Ramadhan 1434 H bakal bertepatan jatuh pada Rabu, 10 Juli 2013.

Halaman:
Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Masih Pandemi, Upacara Peringatan HUT RI ke-76 Akan Digelar Terbatas

    Masih Pandemi, Upacara Peringatan HUT RI ke-76 Akan Digelar Terbatas

    Nasional
    Jaga Sektor Kelautan dan Perikanan, Menteri KP Bekali BROL Jembrana dengan Teknologi Mumpuni

    Jaga Sektor Kelautan dan Perikanan, Menteri KP Bekali BROL Jembrana dengan Teknologi Mumpuni

    Nasional
    POGI: Vaksinasi Covid-19 untuk Ibu Hamil Sudah Disepakati, Segera Dilaksanakan

    POGI: Vaksinasi Covid-19 untuk Ibu Hamil Sudah Disepakati, Segera Dilaksanakan

    Nasional
    Moeldoko Tetap Jalani Penyuntikan Vaksin Nusantara Meski Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Lengkap

    Moeldoko Tetap Jalani Penyuntikan Vaksin Nusantara Meski Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Lengkap

    Nasional
    Sebaran 1.759 Kasus Kematian akibat Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

    Sebaran 1.759 Kasus Kematian akibat Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

    Nasional
    Guru Besar UI Temukan Ketidaktelitian dalam Penyusunan Statuta UI, Ini Penjelasannya

    Guru Besar UI Temukan Ketidaktelitian dalam Penyusunan Statuta UI, Ini Penjelasannya

    Nasional
    UPDATE 30 Juli: Hari ini Penambahan Pasien Sembuh Covid-19 Lewati Angka Kasus Baru

    UPDATE 30 Juli: Hari ini Penambahan Pasien Sembuh Covid-19 Lewati Angka Kasus Baru

    Nasional
    Indonesia Beri Hibah Kemanusiaan ke Antigua dan Barbuda

    Indonesia Beri Hibah Kemanusiaan ke Antigua dan Barbuda

    Nasional
    Terima Suntikan Vaksin Nusantara, Moeldoko: Semoga Tidak Diasumsikan Macam-macam

    Terima Suntikan Vaksin Nusantara, Moeldoko: Semoga Tidak Diasumsikan Macam-macam

    Nasional
    Khofifah Bantah Manipulasi Data Covid-19 di Jawa Timur

    Khofifah Bantah Manipulasi Data Covid-19 di Jawa Timur

    Nasional
    KPK: Interpol Terbitkan Red Notice Buronan Harun Masiku

    KPK: Interpol Terbitkan Red Notice Buronan Harun Masiku

    Nasional
    UPDATE 30 Juli: Ada 278.546 Pasien Suspek Covid-19

    UPDATE 30 Juli: Ada 278.546 Pasien Suspek Covid-19

    Nasional
    UPDATE 30 Juli: Jawa Barat Tempati Posisi Tertinggi Penambahan Kasus Harian Covid-19

    UPDATE 30 Juli: Jawa Barat Tempati Posisi Tertinggi Penambahan Kasus Harian Covid-19

    Nasional
    UPDATE: 252.184 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 46,02 Persen

    UPDATE: 252.184 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 46,02 Persen

    Nasional
    POGI: 45 Dokter Obstetri dan Ginekologi Meninggal Dunia akibat Covid-19

    POGI: 45 Dokter Obstetri dan Ginekologi Meninggal Dunia akibat Covid-19

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X