Kompas.com - 07/07/2013, 22:09 WIB
Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana KOMPAS. com/Indra AkuntonoKetua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana mengatakan, bursa seleksi calon presiden melalui jalur konvensi dari partai itu akan berjalan obyektif. Ia menjamin tak ada figur tertentu yang menjadi pesanan dan masuk skenario untuk dimenangkan.

Ketua Komisi VII DPR RI itu menegaskan, jaminan itu juga berlaku untuk anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo. Pramono baru bergabung ke dalam partai berlambang bintang Mercy ini sekitar dua pekan lalu setelah pensiun sebagai Kepala Staf Angkatan Darat. Pramono merupakan adik ipar Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

"Saya tegaskan, Pak Pramono ini tidak diproyeksikan capres dari Partai Demokrat. Kalau mau, ya ikut konvensi," kata Sutan di Jakarta, Minggu (7/7/2013) malam.

Sutan menuturkan, konvensi akan digelar semi-terbuka. Tokoh dari dalam dan luar partainya boleh berpartisipasi dengan catatan memenuhi kriteria yang ditentukan. Ia memberi contoh kader Partai Demokrat yang layak mengikuti konvensi adalah Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie. Adapun dari eksternal partai, sosok seperti Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dianggap kompeten mengikuti Konvensi.

"Selain itu Pak Irman Gusman (Ketua DPD) juga yang sudah masuk. Itu yang baru saya tahu misalnya tiga orang itu yang diundang," ujar Sutan.

Konvensi merupakan strategi Partai Demokrat untuk menjaring capres di 2014. Sederet nama telah mengemuka dan dikaitkan dengan konvensi tersebut, seperti Ketua DPR RI sekaligus Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie serta Menteri Perdagangan Gita Wirjawan.

Pendaftaran peserta konvensi calon presiden akan dimulai pada Agustus 2013. Konvensi ini digelar semi-terbuka dan hanya figur potensial yang diperbolehkan masuk di dalamnya.

Partai Demokrat akan menetapkan kriteria tertentu untuk menjaring setidaknya 15 calon. Setelah itu, akan ada tahapan kampanye ke daerah-daerah dan dilanjutkan dengan survei sebelum akhirnya resmi diusung menjadi capres dari Partai Demokrat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Arteria Sebut Ucapan Ganti Kajati Pendapat Pribadi, Bukan Wakili Fraksi maupun PDI-P

    Arteria Sebut Ucapan Ganti Kajati Pendapat Pribadi, Bukan Wakili Fraksi maupun PDI-P

    Nasional
    PDI-P Beri Sanksi Peringatan bagi Arteria Buntut Pernyataan yang Singgung Bahasa Sunda

    PDI-P Beri Sanksi Peringatan bagi Arteria Buntut Pernyataan yang Singgung Bahasa Sunda

    Nasional
    Polisi Gagalkan Pengiriman 22 PMI Ilegal ke Malaysia, 2 Tersangka Ditangkap

    Polisi Gagalkan Pengiriman 22 PMI Ilegal ke Malaysia, 2 Tersangka Ditangkap

    Nasional
    Ahli dari Presiden: Ganja Belum Perlu Dipakai untuk Medis, Banyak Obat Lain yang Aman dan Efektif

    Ahli dari Presiden: Ganja Belum Perlu Dipakai untuk Medis, Banyak Obat Lain yang Aman dan Efektif

    Nasional
    Kemenlu: Ada 6 WNI di Tonga, Semuanya Selamat

    Kemenlu: Ada 6 WNI di Tonga, Semuanya Selamat

    Nasional
    Arteria Dahlan Minta Maaf: Saya Anggap Orang Sunda Itu Bagian dari Keluarga Besar

    Arteria Dahlan Minta Maaf: Saya Anggap Orang Sunda Itu Bagian dari Keluarga Besar

    Nasional
    RI Hampir Pasti Beli Jet Tempur Dassault Rafale, Prabowo: Tinggal Aktifkan Kontrak

    RI Hampir Pasti Beli Jet Tempur Dassault Rafale, Prabowo: Tinggal Aktifkan Kontrak

    Nasional
    4 OTT KPK di Awal Tahun, Pukat UGM: Biar Jera, Bongkar Tuntas

    4 OTT KPK di Awal Tahun, Pukat UGM: Biar Jera, Bongkar Tuntas

    Nasional
    Cegah Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa, Kemenkes Minta Dinkes Percepat Laju Vaksinasi Primer dan Booster

    Cegah Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa, Kemenkes Minta Dinkes Percepat Laju Vaksinasi Primer dan Booster

    Nasional
    Prabowo Sebut Rencana Pembelian Pesawat Tempur F-15EX Masih Tahap Negosiasi

    Prabowo Sebut Rencana Pembelian Pesawat Tempur F-15EX Masih Tahap Negosiasi

    Nasional
    Soal Dugaan Korupsi Satelit Kemenhan, Prabowo: Lagi Diproses

    Soal Dugaan Korupsi Satelit Kemenhan, Prabowo: Lagi Diproses

    Nasional
    Jokowi: Saya Tak Ingin Halangi yang Ingin Maju 'Nyapres'

    Jokowi: Saya Tak Ingin Halangi yang Ingin Maju "Nyapres"

    Nasional
    Soal Pemindahan Ibu Kota, Koalisi: Masalah di Jakarta Harus Diselesaikan, Bukan Menciptakan Persoalan Baru di Kaltim

    Soal Pemindahan Ibu Kota, Koalisi: Masalah di Jakarta Harus Diselesaikan, Bukan Menciptakan Persoalan Baru di Kaltim

    Nasional
    BNN Bantah Punya Daftar Target Operasi dari Kalangan Selebritas

    BNN Bantah Punya Daftar Target Operasi dari Kalangan Selebritas

    Nasional
    Tanggapi Pelat Nomor Mirip Polisi Milik Arteria Dahlan, Ketua Fraksi PDI-P: Rasanya Saya Enggak Punya

    Tanggapi Pelat Nomor Mirip Polisi Milik Arteria Dahlan, Ketua Fraksi PDI-P: Rasanya Saya Enggak Punya

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.